“Tokoh Muda figure Public Perempuan Era Lolita: Kemerdekaan Tak Cukup Dirayakan, Negara Harus Hadir Pastikan Data Akurat, Bantuan Tepat dan Ekonomi Rakyat Bergerak, Lapangan Kerja Harus Diperkuat,!

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | Apakabaribukota | “Bergerak Peduli Merawat Pertiwi” Satya Mahabhakti Pemuda Republik” JAKARTA — Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus dibuktikan melalui kehadiran negara yang mampu memastikan masyarakat terdata secara akurat, memperoleh bantuan secara tepat dan mudah, memiliki kesempatan bekerja dan berusaha, serta mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak.

Menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh muda figure publik perempuan, Era Lolita Suryana atau Era Lolita menyuarakan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada kebutuhan nyata masyarakat, dari tingkat pusat hingga kelurahan dan desa.

Artis FTV sekaligus sosok yang aktif dalam perfilman Indonesia tersebut menilai keberhasilan semangat kemerdekaan semestinya tidak hanya diukur dari kemeriahan perayaan, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut disampaikan Era Lolita dalam sesi wawancara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ia menilai, semangat kemerdekaan semestinya tidak hanya diukur dari kemeriahan perayaan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan, pelayanan publik, kesempatan ekonomi, serta kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Era Lolita menempatkan akurasi data sebagai salah satu fondasi penting dalam memastikan program pemerintah maupun bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Data masyarakat harus benar-benar akurat,” tegas Era Lolita.

Ia menuturkan, akurasi data menjadi fondasi penting agar berbagai program yang ditujukan kepada masyarakat dapat benar-benar berangkat dari kondisi riil di lapangan.

Tidak berhenti pada persoalan data, ia juga menyoroti bagaimana bantuan harus disalurkan.

“Bantuan harus tepat sasaran dan mudah diakses,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan harus benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus tidak menciptakan hambatan bagi penerima dalam memperoleh akses.

Lapangan Kerja dan UMKM.

Memasuki persoalan ekonomi, Era Lolita menekankan bahwa keberpihakan terhadap masyarakat tidak boleh berhenti pada bantuan.

“Lapangan pekerjaan dan usaha kecil harus diperkuat,” tuturnya.

Ia kemudian menguraikan bentuk pemberdayaan yang dinilainya dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan dan digital marketing untuk masyarakat, pendampingan usaha kecil, membuka akses pasar, serta memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan ekonomi mereka,” ungkapnya.

Era Lolita melihat penguatan UMKM, keterampilan, akses pasar dan ekonomi kreatif sebagai ruang yang dapat mempertemukan potensi masyarakat dengan peluang ekonomi.

Harga Kebutuhan Pokok dan Kehadiran Pemerintah

Selain membuka peluang ekonomi, ia mengingatkan persoalan kebutuhan dasar yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

“Harga kebutuhan pokok harus menjadi perhatian,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerintah hadir hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir sampai tingkat kelurahan/desa,” tandasnya.

Menurut Era Lolita, kehadiran pemerintah di tingkat bawah memungkinkan persoalan masyarakat diketahui secara lebih dekat dan pelayanan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan nyata.

Tidak hanya ekonomi, ia turut mengingatkan pentingnya pembangunan manusia.

“Pendidikan dan kesehatan masyarakat harus juga diperhatikan,” imbuhnya.

Kemerdekaan dan Peran Generasi Muda.

Bagi Era Lolita, generasi muda memiliki posisi penting dalam mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan hari ini adalah kebebasan untuk berkarya, berkreasi dan memberi dampak positif,” jelasnya.

Ia pun mengajak anak muda menggunakan media sosial secara lebih produktif.

“Media sosial jangan hanya untuk eksis, tetapi juga untuk mengedukasi, mengangkat produk lokal dan menciptakan peluang,” paparnya.

Ia melihat media sosial bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi dapat menjadi instrumen edukasi, promosi produk lokal, pengembangan kreativitas, dan penciptaan peluang ekonomi.

Dari Seremoni Menuju Tindakan.

Era Lolita menilai perayaan kemerdekaan tetap penting sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Namun, ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak berhenti pada seremoni.

“Perayaan penting, tetapi semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, membantu sesama, mendukung UMKM, membuka peluang bagi anak muda, dan menghidupkan gotong royong,” tegasnya.

Dalam konteks kepedulian sosial, Era Lolita juga menjelaskan kegiatan berbagi es cincau kepada masyarakat yang dilakukannya dan itu merupakan inisiatif pribadinya dengan ikhlas kepada masyarakat.

“Schedule kalau untuk berbagi, saya selewatnya saja,” ujar Era Lolita.

Ketika ditanya mengenai keterlibatan Kadin, ia menjawab.

“Enggak ada. Saya personal,” jawabnya ketika ditanya mengenai keterlibatan Kadin

Sementara ketika ditanya apakah kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin, Era Lolita menyampaikan:

“Doain lancar,” pintanya.

Menutup penyampaiannya, Era Lolita mengajak masyarakat menjadikan persatuan dan gotong royong sebagai kekuatan dalam mengisi kemerdekaan.

Menutup rangkaian wawancara, pembahasan kemudian menyentuh pengalaman Era Lolita yang sebelumnya pernah maju dalam pemilihan legislatif, sekaligus alasan yang melatarbelakangi ketertarikannya masuk ke ruang politik.

Photo Dok.istimewa Era Lolita Suryana

Ketika ditanya apakah keinginannya maju berkaitan dengan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihannya yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, Era Lolita menjawab tegas bahwa kebutuhan tersebut memang menjadi salah satu perhatian.

“Ya, Dapil saya masih membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintahan terutama dalam hal lapangan pekerjaan, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi,” ungkapnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa politik yang ingin ia lihat bukanlah politik yang berhenti pada persoalan jabatan, melainkan politik yang memiliki orientasi manfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin politik bukan hanya tentang jabatan, tetapi menjadi jalan untuk memberikan manfaat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk hidup lebih baik,” tegas Era Lolita.

“Mari kita jaga persatuan, kepedulian dan gotong royong. Boleh berbeda pilihan dan latar belakang, tetapi kita tetap satu Indonesia. Mari isi kemerdekaan dengan karya dan tindakan nyata,” pesannya penuh semangat dan optimisme.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kemerdekaan, dalam pandangan Era Lolita, harus diterjemahkan melalui kebijakan dan tindakan yang benar-benar menyentuh masyarakat, mulai dari akurasi data, bantuan tepat sasaran, lapangan pekerjaan, penguatan UMKM, akses pasar, keterampilan, perhatian terhadap harga kebutuhan pokok, kehadiran pemerintah hingga kelurahan/desa, pendidikan, kesehatan, hingga ruang bagi generasi muda untuk berkarya.

Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan. Kemerdekaan harus dirasakan melalui kesempatan untuk bekerja, berusaha, berkarya, memperoleh pelayanan yang layak, dan tumbuh bersama dalam semangat gotong royong Indonesia Raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!