Jembatan Garuda Merah Putih Pangkas Jarak, Buka Akses dan Perkuat Ekonomi Warga, Deny Supriyatna: Pembangunan Harus Tepat Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bergerak Peduli Merawat Pertiwi” Belajar Menjabar Bersejajar – Satya Mahabhakti KA
KARAWANG — Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, memangkas jarak tempuh masyarakat dari sekitar 3 kilometer menjadi hanya 50 meter, sekaligus membuka akses yang lebih dekat bagi pejalan kaki, pedagang, petani dan anak sekolah. Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, keberadaan jembatan ini berpotensi memperlancar aktivitas ekonomi dan memperkuat hubungan sosial warga Desa Kalijati dan Desa Kamurang.

Bagi Deny Supriyatna, S.E., Kepala Desa Kalijati sekaligus Ketua PAPDESI Kabupaten Karawang, pembangunan infrastruktur tidak semestinya berhenti pada penyelesaian fisik. Infrastruktur harus tepat sasaran, menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih resmi diresmikan pada Senin, 10 Agustus 2026. Jembatan yang dibangun oleh Kodim 0604/Karawang tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 1,5 meter.

Jembatan yang berada di Dusun Karajan 3, Kampung Kalentemu, Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, menghubungkan Desa Kalijati dengan Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang.

Sebelum jembatan tersebut tersedia, masyarakat harus menempuh sekitar 3 kilometer. Kini, akses antarkedua wilayah dapat dipangkas menjadi sekitar 50 meter.

Pemangkasan jarak tersebut memberikan perubahan signifikan terhadap mobilitas warga. Akses yang lebih dekat dapat mempermudah aktivitas masyarakat sekaligus memberikan efisiensi waktu bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Bagi petani, akses tersebut dapat menunjang mobilitas menuju wilayah aktivitas pertanian. Bagi pedagang, konektivitas yang lebih mudah dapat mendukung pergerakan aktivitas ekonomi. Sementara bagi anak sekolah dan pejalan kaki, jembatan menyediakan jalur yang jauh lebih dekat.

Pembangunan Berlangsung Secara Berkesinambungan.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih berlangsung melalui proses yang berkesinambungan.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada masa kepemimpinan Dandim 0604/Karawang sebelumnya, Letkol Inf Naryanto, S.Kom., M.Han.

Pembangunan kemudian berlanjut hingga tahap peresmian pada masa kepemimpinan Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., bersama Bupati Karawang.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan kesinambungan proses dan dukungan berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Deny Supriyatna: Jembatan Menghubungkan Dua Desa dan Dua Kecamatan

Deny Supriyatna, S.E., Kepala Desa Kalijati sekaligus Ketua PAPDESI Kabupaten Karawang, saat diwawancarai secara daring pada Selasa, 11 Agustus 2026, menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.

Deny mengawali keterangannya dengan memberikan apresiasi kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto serta Panglima TNI beserta jajaran TNI Angkatan Darat atas program pembangunan jembatan tersebut.

“Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Bapak H. Prabowo Subianto dan Bapak Panglima beserta jajaran TNI AD atas program pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih,” kata Deny mengawali keterangannya.

Deny menegaskan, jembatan tersebut memiliki arti penting karena menghubungkan dua desa yang berada di dua kecamatan.

“Jembatan ini menghubungkan dua desa, dua kecamatan, yaitu Desa Kalijati, Jatisari dan Desa Kamurang, Tirtamulya,” tegasnya.

Deny kemudian memaparkan, lokasi pembangunan jembatan berada di Dusun Karajan 3, Kampung Kalentemu, Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Menurutnya, keberadaan jembatan memberikan jalur yang lebih dekat dan mudah bagi masyarakat dari kedua wilayah.

Apresiasi untuk Bupati dan Jajaran Forkopimda.

Selain menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI, Deny juga mengungkapkan penghargaan kepada pemerintah daerah dan unsur Forkopimda yang turut mendukung serta meresmikan jembatan tersebut.

“Terima kasih kepada Bupati Karawang Bapak H. Aep, Bapak Dandim, Kapolresta, Kajari dan seluruh jajaran yang telah meresmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih,” ungkap Deny mengucapkan.

Deny menilai, sinergi lintas institusi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia memandang pembangunan jembatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran infrastruktur pada wilayah yang membutuhkan akses lebih dekat.

Buka Akses dan Perkuat Aktivitas Ekonomi Warga

Lebih jauh, Deny menyoroti manfaat langsung jembatan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa akses tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilitas umum, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Jembatan ini sangat bermanfaat untuk akses pejalan kaki, pedagang, petani, anak sekolah serta lebih mempererat lagi silaturahmi antara warga Desa Kalijati, Jatisari dan Desa Kamurang, Tirtamulya,” jelasnya.

Deny menambahkan, perubahan jarak dari sekitar 3 kilometer menjadi 50 meter memberikan dampak yang cukup besar terhadap aktivitas masyarakat.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan lebih mudah,” tutur Deny.

Kemudahan tersebut menjadi penting bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi secara langsung. Petani dapat memperoleh akses yang lebih dekat menuju wilayah pertanian, sementara pedagang mendapatkan jalur yang lebih mudah untuk menunjang aktivitasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, konektivitas tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung pergerakan ekonomi masyarakat karena hambatan jarak dan waktu tempuh menjadi lebih kecil.

Deny juga menggarisbawahi dimensi sosial dari pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, terbukanya akses antara dua desa tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga semakin mempererat silaturahmi antara warga Desa Kalijati, Jatisari dan Desa Kamurang, Tirtamulya,” tuturnya.

Dengan demikian, jembatan memiliki fungsi yang lebih luas. Secara fisik menghubungkan wilayah, secara ekonomi mendukung mobilitas masyarakat, secara pendidikan mempermudah akses anak sekolah, dan secara sosial memperkuat interaksi warga.

Sebagai Kepala Desa Kalijati sekaligus Ketua PAPDESI Kabupaten Karawang, Deny menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Deny menggarisbawahi, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya konstruksi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu digunakan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Deny.

Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran adalah pembangunan yang mampu mengurangi hambatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam konteks Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, manfaat tersebut terlihat dari pemangkasan jarak, kemudahan akses, dukungan terhadap aktivitas petani dan pedagang, kemudahan bagi anak sekolah serta semakin eratnya hubungan sosial dua desa.

Menjaga Manfaat Menjadi Tanggung Jawab Bersama.

Setelah jembatan resmi digunakan, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

Deny mengingatkan bahwa keberadaan jembatan harus dijaga bersama oleh masyarakat, sehingga manfaat pembangunan tidak berhenti pada momentum peresmian.

“Harapan kami, jembatan ini bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dijaga bersama,” tutupnya menegaskan.

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih pada akhirnya tidak hanya menjadi konstruksi sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Kalijati dan Desa Kamurang.

Dari sekitar 3 kilometer menjadi 50 meter, jembatan tersebut telah mengubah karakter akses masyarakat dari jalur yang sebelumnya jauh menjadi konektivitas yang lebih dekat.

Perubahan itu membuka peluang bagi mobilitas yang lebih efisien, aktivitas ekonomi yang lebih mudah, akses pendidikan yang lebih dekat serta interaksi sosial yang semakin terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!