Update Terkini News Karawang | suaraindonesiatv.com. Nasional. | Menjelang libur panjang Natal 2025, arus kendaraan dari arah Cikampek menuju Johar, Karawang mengalami lonjakan tajam yang memicu kepadatan lalu lintas di titik lampu merah Johar.
Data terbaru menunjukkan jutaan kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek untuk perjalanan liburan, termasuk ribuan yang menuju jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang.
Pantauan jurnalis di lapangan mencatat ribuan kendaraan dari berbagai daerah melintas di kawasan tersebut. Tidak hanya kendaraan pribadi, puluhan truk besar dari luar daerah dengan plat D, Z, F, dan B ikut memadati arteri jalan, memperlambat mobilitas warga yang hendak melanjutkan perjalanan pulang atau berbelanja kebutuhan Natal.
Yang menjadi sorotan, tidak terlihat petugas kepolisian atau Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik kritis ini. Hal ini terlihat di jalur dari Johar menuju Lamaran (Jalan Baru), ke arah perlintasan kereta api Peruri, serta jalur alternatif menuju Telukjambe Timur.
“Kami sangat berharap ada pengaturan yang baik dari aparat terkait. Kalau nggak diatur dari awal, khawatir kecelakaan makin sering terjadi,” ujar salah satu pengendara roda dua yang enggan disebut namanya saat ditemui di lokasi.
Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan potensi kecelakaan yang lebih tinggi, apalagi beberapa waktu terakhir memang sempat terjadi kecelakaan di jalur menuju Johar dan perlintasan rel kereta api. Masyarakat berharap agar safety dan kenyamanan pengguna jalan, baik warga Karawang maupun dari luar daerah, diperhatikan secara serius oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“Saya dan banyak pengendara lain berharap kenyamanan dan keamanan saat berkendara bisa diperhatikan, terutama saat musim liburan seperti sekarang,” kata Muhammad Ali Faizal, salah satu pengendara yang menjadi saksi kepadatan arus.
Kepadatan di simpang Johar ini menjadi salah satu gambaran meningkatnya mobilitas menjelang Natal dan Tahun Baru.
Tingkatkan koordinasi petugas, pasang rambu pengaman, dan hadirkan pengaturan arus secara profesional menjadi tuntutan kuat dari masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama.
Sementara itu, menurut data yang dihimpun jurnalis antaranews, lonjakan kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek sejak H-7 hingga H-5 jelang Natal telah mencapai lebih dari 500 ribu unit, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode normal.
