Momentum Hari Perempuan Internasional 2026: Ara Rafenza Dorong Sprite Perempuan Indonesia Berani Bersuarakan Keadilan dan Perkuat Peran di Era Modern

Share

Kabar Update | Merah Putih | suaraindonesiatv.com | Nasional. 8 Maret 2026. Dalam perjalanan sejarah peradaban manusia, perempuan selalu hadir sebagai penjaga kehidupan.

Di balik kemajuan masyarakat, terdapat keteguhan hati perempuan yang merawat nilai-nilai kemanusiaan, menumbuhkan harapan, serta menjaga keberlangsungan generasi.

Perempuan bukan sekadar bagian dari perjalanan bangsa, melainkan fondasi yang menguatkan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Pada 8 Maret 2026, dunia kembali memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai momentum penting untuk merefleksikan perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan hak, keadilan sosial, serta pengakuan atas kontribusi mereka dalam berbagai bidang kehidupan.

Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengangkat tema “Rights, Justice, Action for All Women and Girls” atau “Hak, Keadilan, dan Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya komitmen global untuk memastikan perempuan dan anak perempuan memperoleh kesempatan yang setara dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta partisipasi dalam pembangunan.

Di Indonesia, berbagai instansi dan organisasi masyarakat turut menggaungkan semangat “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” sebagai pesan kampanye yang mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Selain menjadi momentum internasional, tanggal 8 Maret juga memiliki catatan penting dalam sejarah Indonesia, yakni Perjanjian Kalijati yang terjadi pada tahun 1942 di Subang, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menandai penyerahan tanpa syarat pemerintah kolonial Belanda kepada Jepang dan menjadi awal masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Momentum Hari Perempuan Internasional tahun ini juga semakin bermakna karena Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan (International Year of the Woman Farmer). Penetapan ini bertujuan untuk mengakui kontribusi besar perempuan dalam sistem pangan global, menjaga ketahanan pangan, serta melestarikan lingkungan melalui praktik pertanian yang berkelanjutan.

Menanggapi momentum tersebut, Ara Rafenza, Founder Hampers Kue sekaligus pemenang Miss Popular 2024, menyampaikan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional harus menjadi ruang refleksi sekaligus panggilan keberanian bagi perempuan untuk lebih percaya pada kekuatan dirinya.

Menurut Ara Rafenza, dalam realitas kehidupan sosial masih banyak perempuan yang menyimpan kesakitan dan ketidakadilan dalam diam.

“Perempuan sering kali tidak menyuarakan kesakitannya karena merasa takut tidak didengar. Padahal suara perempuan adalah bagian penting dari perubahan sosial,” ujar Ara Rafenza.

Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh perempuan, khususnya di Indonesia, agar berani meningkatkan potensi diri serta memperjuangkan keadilan yang mereka rasakan.

“Saya mengimbau kepada seluruh perempuan, khususnya di Indonesia, untuk lebih berani serta meningkatkan potensi diri agar terus menyuarakan apa yang menurut kita tidak adil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ara Rafenza menjelaskan bahwa penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan merupakan bagian dari upaya global untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian.

“Kenapa tahun ini disebut sebagai Tahun Petani Perempuan 2026? Karena momentum ini ditandai dengan berbagai inisiatif untuk mendukung peran perempuan dalam sektor pertanian,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penetapan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan peringatan Hari Perempuan Internasional.

“FAO dan PBB menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan. Karena itu, tanggal 8 Maret menjadi momen krusial untuk mengakui kontribusi besar perempuan petani dalam menjaga ketahanan pangan global,” tambah Ara Rafenza.

Di Indonesia, sejumlah organisasi masyarakat dan gerakan petani seperti Serikat Petani Indonesia juga memperingati 8 Maret sebagai Hari Perjuangan Perempuan Pekerja Internasional. Momentum tersebut sering digunakan untuk menyuarakan hak-hak perempuan pekerja, khususnya buruh tani dan petani perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem pangan nasional.

Seruan Kesetaraan Gender di Era Modern

Ara Rafenza juga menekankan bahwa di era modern saat ini kesetaraan gender menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, perempuan membutuhkan hak dan akses yang sama dalam menghadapi perkembangan dunia modern dan digitalisasi.

Menurutnya, dalam perjalanan bangsa, perempuan telah menjadi salah satu kekuatan perubahan yang mampu melawan sistem patriarki yang masih terjadi di berbagai ruang sosial.

“Perempuan harus aktif dalam sektor pendidikan dan ekonomi bangsa ini. Kita harus percaya bahwa karya dan kontribusi perempuan memiliki pengaruh besar bagi masa depan,” ujarnya.

Ara juga mengajak perempuan untuk menemukan komunitas yang dapat mendukung pengembangan keterampilan dan potensi diri.

“Temukan komunitas yang mendukung skill kamu, jadilah diri sendiri, dan yakinkan bahwa karya serta kontribusimu berpengaruh bagi masa depan,” katanya.

Ia menilai pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, termasuk keterlibatan dalam ekonomi dasar seperti sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Dari hal terkecil perempuan harus berkecimpung aktif dalam ekonomi dasar, seperti bergerak di bidang UMKM dan aktif di media sosial dalam bentuk edukasi,” jelasnya.

Dalam sektor pendidikan, Ara Rafenza juga menekankan pentingnya perempuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai isu kesetaraan gender, termasuk pemahaman mengenai sistem patriarki dan konsep feminisme.

Menurutnya, edukasi tersebut dapat dilakukan melalui bangku pendidikan maupun melalui media sosial yang kini menjadi ruang komunikasi luas bagi generasi muda.

Ara juga menegaskan bahwa dukungan negara terhadap perempuan pekerja menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan kesetaraan yang nyata.

“Dukungan negara kepada pekerja perempuan yang terpenting adalah memberikan jaminan hukum, fasilitas kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan berupa keamanan di lingkungan kerja serta perlindungan dari berbagai bentuk pelecehan terhadap perempuan.

Ia juga menyoroti pentingnya pembagian peran domestik yang lebih adil dalam hubungan rumah tangga agar perempuan tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkarier.

“Berbagi peran domestik dalam hubungan rumah tangga dan memberikan kesempatan berkarier dalam lingkungan kerja sangat penting, serta menjadikan perempuan sebagai rekan kerja yang adil,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Ara Rafenza mengajak perempuan Indonesia untuk terus semangat dan berani melawan ketertindasan, bahkan dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar.

“Untuk perempuan Indonesia kita harus semangat dan berani melawan ketertindasan dari hal-hal kecil di lingkungan kita. Mari kita raih hak-hak kita sebagai rahim peradaban, serta menghapus stigma bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tugas perempuan semata,” pungkasnya. Dalam sesi wawancaranya kepada awak media suaraindonesiatv.com, Minggu”8/3/2026).

Catatan Puitis Bangsa “media suaraindonesiatv.com”

Perjuangan perempuan sejatinya tidak berdiri sendiri. Ia selalu berjalan bersama generasi muda yang memiliki semangat perubahan.

Dalam setiap langkah bangsa, pemuda dan perempuan adalah dua kekuatan yang saling menguatkan dalam menjaga masa depan negeri.

Di atas pemuda akan selalu ada pemuda yang bergerak dan bergandengan tangan. Karena cinta dan perjuangan mereka lahir dari doa restu seorang ibu—ibu pertiwi negeri ini.

Semangat itulah yang menjadi harapan bahwa masa depan Indonesia akan terus dijaga oleh generasi yang berani, peduli, dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!