“Menghadirkan Senyum, Menumbuhkan Harapan: RSUD Anugerah Sehat Afiat Depok Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis dengan Pendampingan Komprehensif di HUT ke-27 Kota Depok”

Share

| Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com |
Daily Update Kota Depok — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tahun 2026 tidak sekadar dirayakan melalui seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mengusung tema “Bersama Depok Maju”, Pemerintah Kota Depok bersama berbagai mitra menghadirkan kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis.

Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok ini menargetkan 20 hingga 30 penerima manfaat, termasuk anak-anak dengan usia minimal 3 bulan. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik pasien, tetapi juga menghadirkan harapan baru, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun kembali kepercayaan diri, khususnya bagi anak-anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD ASA Kota Depok, drg. Indriati, Sp.B.M.M, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari rasa syukur atas perjalanan Kota Depok.

“Kami, RSUD Anugerah Sehat Afiat Kota Depok mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-27 untuk Kota Depok tercinta. Semoga terus tumbuh menjadi kota yang maju, inklusif, dan penuh kepedulian sosial.

Dengan penuh rasa syukur, kami turut merayakannya melalui kegiatan bakti sosial berupa operasi bibir sumbing sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

Kami berharap kegiatan ini dapat menghadirkan senyum baru, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan harapan bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.

Mari bersama kita wujudkan Depok yang lebih sehat, lebih peduli, dan lebih humanis. Bersama Depok Maju, Jabar Istimewa, bersama kita bisa,” ungkapnya. drg. Indriati, Sp.B.M.M, menyampaikan dan harapannya di rangkaian HUT ke-27 Kota Depok tahun 2026 dalam momentum nya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diawali dengan proses pendaftaran peserta melalui WhatsApp dengan melampirkan foto kondisi kelainan. Selanjutnya peserta dimasukkan ke dalam grup komunikasi untuk memperoleh informasi lanjutan secara terarah.

Pada 16 April 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dilakukan proses registrasi dan verifikasi identitas pasien menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), atau KTP bagi peserta dewasa.

Tahapan screening dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter umum dan pemeriksaan laboratorium. Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan, yakni oleh dokter spesialis anak untuk pasien anak dan dokter spesialis penyakit dalam untuk peserta usia di atas 18 tahun.

Peserta yang dinyatakan lolos akan dijadwalkan menjalani operasi pada 17 April 2026. Untuk peserta dari luar daerah yang mengalami kendala transportasi, RSUD ASA menyediakan fasilitas akomodasi sebagai bentuk dukungan layanan yang inklusif.

Dalam sesi wawancara, drg. Indriati menjelaskan bahwa keberhasilan operasi sangat bergantung pada peran tenaga medis yang bekerja secara terstruktur dan berkesinambungan.

Pada tahap pra-operatif, tenaga medis melakukan evaluasi menyeluruh meliputi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta tes penunjang seperti laboratorium dan radiologi bila diperlukan. Pasien dipastikan dalam kondisi optimal, di mana jika ditemukan kondisi seperti demam atau batuk pilek, maka operasi akan ditunda demi keselamatan.

Selain itu, tenaga medis juga memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait prosedur, risiko, serta persiapan sebelum operasi, seperti puasa dan pengaturan obat.

Pada tahap intra-operatif, tindakan dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari dokter bedah, dokter anestesi, perawat, dan tenaga pendukung. Dokter anestesi menjaga kestabilan kondisi vital pasien, sementara dokter bedah plastik rekonstruksi estetik melakukan tindakan dengan teknik yang tepat dan steril. Seluruh proses dilaksanakan dengan standar keselamatan ketat melalui penerapan surgical safety checklist.

Pada tahap pasca-operatif, pasien mendapatkan pemantauan intensif untuk mendeteksi dini kemungkinan komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau gangguan pernapasan. Selain itu, dilakukan manajemen nyeri, pemberian obat, serta perawatan luka, disertai edukasi lanjutan kepada keluarga.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kota Depok, DPRD Kota Depok, dan Dinas Kesehatan berperan dalam kebijakan dan fasilitasi kegiatan.

APKESMI turut mendukung dalam aspek promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Sementara itu, kemitraan dengan Smile Train memberikan dukungan pembiayaan, standar medis, serta jejaring tenaga profesional. Ngabila Care berperan dalam pendampingan sosial serta edukasi kepada pasien dan keluarga.

Sinergi lintas sektor ini memastikan kegiatan berjalan secara komprehensif, mulai dari tahap awal hingga pasca-operasi.

Meski berjalan dengan baik, kegiatan ini menghadapi sejumlah tantangan.

Dari sisi teknis, tantangan meliputi ketatnya proses screening, keterbatasan waktu dan tenaga medis, serta kesiapan fasilitas kesehatan.

Dari sisi non-teknis, tantangan meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan akses informasi, serta jarak geografis peserta yang berasal dari luar Kota Depok, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, wilayah DKI Jakarta, hingga Kabupaten Bandung.

Selain itu, faktor psikologis keluarga pasien yang masih merasa ragu atau takut terhadap tindakan operasi, termasuk kemungkinan tindakan lanjutan atau revisi, juga menjadi perhatian. Koordinasi lintas sektor pun membutuhkan perencanaan yang matang.

Target penerima manfaat dalam kegiatan ini sebanyak 20 hingga 30 peserta, disesuaikan dengan kapasitas tim medis dan fasilitas yang tersedia.

Dampak yang diharapkan tidak hanya pada perbaikan fungsi fisik seperti makan, berbicara, dan bernapas, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri serta kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.

Photo Dok. Peserta Di RSUD ASA Kota Depok”

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, pasien akan mendapatkan pendampingan pasca-operasi melalui pemantauan berkala, kontrol luka, terapi lanjutan jika diperlukan, serta edukasi kepada orang tua mengenai perawatan di rumah.

Tim medis juga membuka jalur komunikasi melalui grup WhatsApp agar keluarga dapat berkonsultasi jika muncul keluhan.

Sementara itu, dr. Ario menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang.

“Untuk kegiatan tanggal 16 April 2026 dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dilaksanakan proses screening kesehatan. Tahapan ini meliputi pemeriksaan dokter umum, laboratorium, dan pemeriksaan lanjutan.

Untuk anak diperiksa oleh dokter spesialis anak, sedangkan usia di atas 18 tahun oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Selanjutnya pada tanggal 17 April 2026 akan dilaksanakan operasi sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-27 Kota Depok,” jelasnya.

Pelaksanaan operasi dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai, menyesuaikan jumlah peserta yang telah lolos screening. Kegiatan ini juga direncanakan dihadiri oleh Wali Kota Depok, Kepala Dinas Kesehatan, serta para mitra terkait.

Menutup pernyataannya, drg. Indriati mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini.

“Kondisi bibir sumbing bukan hanya masalah estetika, tetapi juga berkaitan dengan fungsi dasar dan perkembangan anak.

Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan lingkungan, anak-anak memiliki peluang besar untuk tumbuh sehat dan percaya diri.

Mari hilangkan stigma, tingkatkan empati, dan bersama-sama mendukung akses layanan kesehatan yang merata bagi semua,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Depok berharap momentum HUT ke-27 dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat komitmen dalam membangun kota yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!