Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bakti Tanpa Henti” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG, JAWA BARAT — Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi ruang besar untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan keberpihakan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah tantangan sosial dan persoalan kesehatan masyarakat seperti stunting dan kekurangan asupan gizi, semangat qurban hadir sebagai jembatan kemanusiaan yang menghubungkan nilai ibadah dengan pengabdian sosial.
Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan program “Qurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa” yang diselenggarakan Baznas Kabupaten Karawang bersama ASN Kabupaten Karawang dalam momentum Idul Adha tahun 2026.

Kegiatan pemotongan hewan qurban dilaksanakan di lingkungan Islamic Center Kabupaten Karawang dan tersebar di berbagai wilayah kecamatan sebagai bagian dari gerakan sosial berbasis kepedulian dan pemerataan manfaat qurban kepada masyarakat.
Dalam sesi wawancara daring bertema “Qurban sebagai Jalan Kemanusiaan, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Menekan Stunting di Kabupaten Karawang”,
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang H. Asep Abdullah Syafei, A.Md. menjelaskan bahwa program qurban tahun ini merupakan bagian dari program prioritas tahunan BAZNAS yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa serta peningkatan kesehatan masyarakat rentan.
“Sebagaimana menjadi program prioritas tahunan, tahun ini program Qurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa,” ujarnya. Dalam wawancaranya seusai proses penyembelihan hewan qurban, Kamis 28/5/2026).
Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Karawang hadir bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membangun gerakan qurban yang memiliki dampak sosial nyata, terutama dalam membantu menambah asupan gizi bagi anak-anak stunting dan ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).
“BAZNAS Kabupaten Karawang hadir bersama ASN berbagi qurban, bersama-sama fokus menambah asupan gizi bagi anak stunting dan ibu hamil KEK,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 25 ekor sapi qurban amanah dari ASN Kabupaten Karawang disembelih di 25 titik kecamatan, termasuk di Kantor BAZNAS Kabupaten Karawang. Selain itu, sebanyak 32 ekor kambing juga disembelih langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Karawang.
Daging qurban tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, khususnya bagi anak stunting dan ibu hamil KEK.
“25 ekor sapi qurban amanah dari ASN Kabupaten Karawang dilaksanakan penyembelihan di 25 titik di 25 kecamatan termasuk hari ini di Kantor BAZNAS Kabupaten Karawang. Daging qurban didistribusikan kepada penerima sesuai data dari Dinas Kesehatan baik anak stunting ataupun ibu hamil KEK. Sedangkan 32 ekor kambing disembelih langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Karawang,” terangnya.
Secara keseluruhan, distribusi qurban melalui BAZNAS Kabupaten Karawang tahun ini menjangkau sekitar 5.218 jiwa penerima manfaat, yang terdiri dari:
Anak stunting sebanyak 2.229 jiwa
Ibu hamil KEK sebanyak 1.933 jiwa
Kaum dhuafa sebanyak 1.056 jiwa
Menurut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang, kelompok tersebut menjadi prioritas utama karena sejalan dengan program nasional BAZNAS dalam menjadikan distribusi daging qurban sebagai bagian dari ikhtiar menekan angka stunting di Indonesia.
“Sesuai dengan program utama BAZNAS secara nasional, penyaluran daging qurban melalui BAZNAS diprioritaskan untuk anak stunting,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa qurban dalam Islam bukan hanya sebatas perintah penyembelihan hewan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan ekonomi, tetapi juga mengandung nilai besar tentang empati sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kecil.
“Qurban bukan sebatas perintah bagi umat Islam yang diberikan kesempatan dan kelebihan kekayaan untuk mengadakan dan menyembelih hewan qurban.
Bahkan syariat qurban membangun kepedulian dan empati sosial, serta menjadi jembatan yang bisa menghubungkan yang kaya dengan yang miskin,” tuturnya.
Ia juga menilai bahwa program ASN Berbagi Qurban bersama BAZNAS tahun ini telah mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat di tingkat kecamatan, mulai dari unsur kecamatan, KUA, UPZ kecamatan, hingga PLKB desa dalam satu semangat gotong royong dan pelayanan sosial.
“Tahun ini BAZNAS Karawang bersama ASN Kabupaten Karawang melalui ASN Berbagi Qurban sudah mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat di tingkat kecamatan mulai unsur kecamatan, KUA, UPZ kecamatan, dan PLKB. Bersama-sama menyelesaikan penyembelihan hewan qurban dan bersama-sama mendistribusikan kepada penerima sesuai data Dinas Kesehatan, baik stunting maupun ibu hamil KEK. Saya melihat kekompakan inilah cerminan kuat ke depan untuk bersama-sama membangun Karawang lebih maju,” katanya.
Dalam mekanisme pendataan dan distribusi, BAZNAS Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui koordinasi bersama Sekretaris Daerah, BKPSDM, Dinas Kesehatan, DPPKB, serta Bagian Kesra untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran.
Distribusi juga melibatkan satgas dan PLKB di tingkat desa agar daging qurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Bahkan Dinas Kesehatan turut memberikan edukasi tentang pengolahan daging qurban agar memiliki nilai gizi optimal bagi penerima manfaat.
“Ketika pendistribusian menggandeng satker PLKB yang ada di desa-desa sehingga daging qurban sampai pada penerima. Bahkan Dinas Kesehatan memberikan edukasi bagaimana mengolah dan menyajikan daging qurban ini menjadi nilai gizi bagi penerima tersebut,” jelasnya.
Meski program tahun ini dinilai berhasil, BAZNAS Kabupaten Karawang tetap melakukan evaluasi untuk peningkatan pelayanan di masa mendatang. Salah satunya terkait peningkatan jumlah distribusi daging bagi penerima manfaat.
“Program ASN Berbagi Qurban bersama BAZNAS tahun ini awal pertama terselenggara, dan besaran serta berat daging yang diberikan bagi penerima manfaat baru 500 gram per penerima manfaat. Sehingga ke depan BAZNAS akan berupaya mengoptimalkan penerimaan titipan hewan qurban sehingga masing-masing penerima manfaat bisa minimal 800 gram sampai 1 kilogram,” ungkapnya.
Terkait persoalan stunting, BAZNAS Kabupaten Karawang menilai bahwa permasalahan tersebut memang tidak hanya dipengaruhi faktor asupan gizi semata. Namun momentum qurban menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu keluarga rentan memperoleh tambahan nutrisi yang baik.
“Kami melihat isu stunting yang menimpa anak-anak memang tidak hanya dilihat dari permasalahan asupan gizi, pasti ada faktor lain yang mempengaruhinya. Tetapi momentum pembagian daging qurban ini bukan hanya menjadi sedekah bagi kaum dhuafa, tetapi kami melihat pentingnya manfaat qurban ini sebagai upaya memberikan manfaat lebih di antaranya gizi bagi keluarga rentan terutama ibu hamil KEK, sehingga bisa menopang tumbuhnya bayi yang sehat dan bergizi,” paparnya.
Melihat keberhasilan program tahun ini, BAZNAS Kabupaten Karawang memastikan bahwa program qurban berbasis kesehatan masyarakat tersebut akan terus dilanjutkan dan menjadi prioritas pada tahun-tahun berikutnya.
“Melihat dari keberhasilan yang dilakukan tahun ini kami akan terus setiap tahun menyelenggarakan program qurban ini bahkan akan menjadi prioritas di tahun berikutnya,” tegasnya.
Dalam perspektif Islam, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang juga menegaskan bahwa qurban memiliki nilai besar dalam membangun empati, persatuan, dan kebersamaan masyarakat tanpa sekat sosial.
“Dengan manfaat qurban yang begitu besar yang bukan hanya bentuk perintah dalam syariat Islam bahkan menumbuhkan nilai-nilai empati dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW, daging qurban diperuntukkan bagi tiga kelompok, yakni shohibul qurban, kaum dhuafa, dan hadiah kepada sesama, bahkan termasuk non-Muslim.
“Artinya penting berqurban membangun kebersamaan,” ujarnya.
Melalui momentum tersebut, BAZNAS Kabupaten Karawang mengajak masyarakat untuk menyalurkan qurban melalui BAZNAS karena dinilai lebih mudah, aman, sehat, sesuai syariat, dan transparan dalam pendistribusiannya.
“Maka BAZNAS Kabupaten Karawang mengajak masyarakat Kabupaten Karawang ke depan mari titipkan qurbannya melalui BAZNAS. Kami menjamin dengan layanan qurban yang mudah, aman, sehat, dan sesuai syariat qurban, bahkan secara transparan dalam mendistribusikan kepada yang berhak,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan dokumen lengkap kepada shohibul qurban mulai dari dokumentasi penyembelihan, distribusi, hingga sertifikat qurban.
Menurutnya, semangat qurban juga mencerminkan nilai kepemimpinan sosial yang baik sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun keluarga yang penuh keimanan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
“Sangat mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang baik seperti dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun kepemimpinan rumah tangganya,” tuturnya.
Ia berharap para penerima manfaat, khususnya anak-anak stunting dan keluarga dhuafa, dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan memiliki nilai saling menghargai tanpa memandang perbedaan status sosial.
“Mereka akan tumbuh menjadi anak yang lebih sehat dan kuat, dan akan muncul nilai saling menghargai sehingga tidak ada sekat pembeda antara yang kaya dan yang miskin,” ungkapnya.
Menutup wawancara, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dalam momentum Idul Adha agar terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Karawang mewakili seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Karawang mengajak seluruh masyarakat Karawang mari jaga nilai-nilai kebersamaan yang mana sekarang kita bisa membuktikan dengan kegiatan qurban duduk bersama, kerja bersama, bahkan muncul nilai silaturahmi yang kuat,”
“Mari kita teruskan perilaku baik selama Hari Raya Qurban ini sepanjang masa. Jadikan makna dan nilai-nilai qurban sebagai bentuk pengorbanan untuk istiqomah dalam kebersamaan dan gotong royong sepanjang masa.” tutupnya di akhir wawancaranya.
Di balik tetesan darah qurban, tersimpan nilai keikhlasan, kepedulian, dan persaudaraan yang mengajarkan manusia untuk saling menguatkan tanpa memandang perbedaan.
Melalui semangat berbagi dan gotong royong yang dibangun BAZNAS Kabupaten Karawang bersama masyarakat dan ASN Kabupaten Karawang, Idul Adha bukan hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga jalan menghadirkan harapan bagi anak-anak, keluarga dhuafa, dan masa depan generasi bangsa yang lebih sehat, bermartabat, dan penuh keberkahan.
Semoga nilai-nilai qurban senantiasa hidup dalam hati manusia, menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan, kepedulian sebagai pengabdian, dan keikhlasan sebagai jalan menuju ridho Allah SWT.
