Kabar Negeri | Jabartimenews | suaraindonesiatv.com | Nasional. Karawang — Dalam kehidupan demokrasi, politik sejatinya bukan sekadar ruang perebutan kekuasaan, melainkan ikhtiar kenegaraan untuk menjaga amanat rakyat dan menghadirkan keadilan sosial. Politik yang berkeadaban lahir dari proses kaderisasi yang jujur, konsolidasi yang berintegritas, serta keberanian mendengar suara rakyat dari lapisan paling bawah. Berangkat dari kesadaran itulah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi sebagai langkah strategis memperkuat kaderisasi dan rekrutmen relawan berbasis kekuatan akar rumput.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Kantor Sekretariat DPD PAN Karawang, mulai pukul 14.30 WIB hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, serta seluruh jajaran Dewan Pengurus DPD PAN Karawang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAN, sebagai peneguhan komitmen kebangsaan, persatuan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai perjuangan partai. Forum kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan diskusi terbuka yang berlangsung dinamis, dialogis, dan konstruktif.
Dalam sambutannya, Sekretaris DPD PAN Karawang menegaskan bahwa penguatan kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap partai.
“Kaderisasi bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi tanggung jawab moral. Target keterwakilan legislatif di setiap daerah pemilihan harus dibarengi dengan integritas seluruh pengurus agar perjuangan politik PAN benar-benar berpihak pada rakyat,” ujarnya. Dalam sambutannya, melalui rilis tertulis kepada media, Sabtu”7/2/2026).
Ia menambahkan bahwa konsolidasi organisasi harus dimaknai sebagai proses pembinaan karakter politik yang jujur, konsisten, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Karawang menyampaikan amanat dan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN terkait penguatan relawan hingga ke tingkat paling dasar.
“Instruksi DPP PAN jelas, kekuatan partai harus dibangun dari bawah. Setiap RT ditargetkan memiliki minimal dua relawan yang disiapkan sebagai relawan sekaligus saksi. Ini merupakan kewajiban struktural seluruh jajaran pengurus,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa konsistensi dalam menjalankan instruksi tersebut menjadi kunci membangun kekuatan PAN yang solid, terorganisir, dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, Asep Mahdum Rowi, S.E., menyampaikan pentingnya pemetaan wilayah sebagai dasar strategi politik dan pemenangan pemilu.
“Pemetaan kantong suara harus dilakukan secara matang dan berkelanjutan. Pendekatan kekeluargaan melalui sosialisasi dan silaturahmi perlu diperkuat, termasuk kaderisasi lintas generasi dari pemilih senior hingga pemilih pemula Pemilu 2029,” ungkapnya.
Ia juga mengusulkan penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang dengan pendekatan planning, organizing, dan controlling, serta pembentukan tim pada sektor strategis seperti pertanian, perikanan, dan peternakan guna menopang kemandirian ekonomi kader dan relawan.
Masukan lainnya disampaikan oleh Bung Habibi, yang menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan keterampilan kader serta relawan, khususnya generasi muda.
“Sebagian pemuda telah mengikuti pelatihan keterampilan melalui BBPVP dan memperoleh sertifikasi profesi BNSP. Ini harus dikembangkan lebih luas. Selain itu, kami mengusulkan pembentukan kelompok tani di setiap daerah pemilihan dengan penerapan sistem smart farming,” ujarnya.
Sementara itu, Kang Sulis menekankan perlunya strategi pendekatan yang tepat dalam pembentukan relawan di tingkat RT.
“Relawan perlu didorong dengan program pemantik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi warga yang belum menerima bantuan,” katanya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua DPD PAN Karawang menyampaikan bahwa seluruh usulan akan dihimpun dan disusun ke dalam rencana kerja yang terstruktur untuk segera ditindaklanjuti.
“Langkah awal akan dimulai dengan penyusunan modul program yang jelas, kemudian ditetapkan melalui keputusan organisasi agar pelaksanaannya terarah dan terukur,” jelasnya.
Terkait relawan, ia menegaskan akan dibentuk bank data relawan yang selanjutnya akan diberikan Surat Keputusan (SK) langsung dari pusat. Seluruh pengurus juga berkomitmen untuk aktif melakukan kaderisasi dan merekrut minimal dua relawan di setiap RT sesuai domisili masing-masing.
Menutup pembahasan, Sekretaris DPD PAN Karawang menjelaskan bahwa pengajuan Program Indonesia Pintar (PIP) dapat dilakukan melalui sekretariat sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga menyampaikan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) pengurus sedang dalam proses, sementara KTA relawan akan disiapkan pada tahap berikutnya.
Rapat koordinasi ditutup dengan pembacaan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual agar setiap langkah, program, dan perjuangan DPD PAN Karawang senantiasa diberi kelancaran, keberkahan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Melalui rapat koordinasi ini, DPD PAN Karawang menegaskan komitmennya untuk membangun kekuatan politik yang berakar pada rakyat, menjunjung tinggi integritas, serta menghadirkan kerja nyata sebagai wujud politik amanat rakyat dalam bingkai demokrasi dan kenegaraan.
