“Reses fraksi Gerindra Menggetarkan Nurani: Keselamatan Santri Di Madrasah Darus Salam Jadi Perhatian Kang HES”

Share

Kabar Negeri | Reses II DPRD | suaraindonesiatv.com.Jabartimenews.
Karawang – Dalam sunyi malam yang berselimut doa, ketika embun dini hari masih setia menyapa bumi Purwasari, sebuah kisah memprihatinkan mengalir dari sudut hati rakyat. Di tengah agenda Reses II Tahun Sidang 2025–2026, Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., hadir bukan sekadar sebagai pejabat publik, melainkan sebagai wakil nurani masyarakat yang berjalan menyapa, mendengar, dan merasakan langsung denyut kebutuhan rakyatnya.

Langkah kakinya yang menapaki di suatu Desa Purwasari pada Kamis dini hari (12/2/2026) bukan hanya agenda formal, tetapi perjalanan batin, menyaksikan secara langsung kondisi sebuah lembaga pendidikan yang telah puluhan tahun menjadi lentera keimanan di tengah masyarakat.

Di situlah nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan kepedulian bertemu dalam satu momen reflektif.

Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Madrasah Darus Salam yang berlokasi di Kampung Warung Kebon RT 002/RW 004, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Madrasah yang telah berdiri sejak tahun 1982 tersebut merupakan pusat pendidikan agama Islam (Madrasah Diniyah) bagi anak-anak dan warga sekitar Purwasari.

Selama lebih dari empat dekade, lembaga ini telah berkontribusi membina generasi dalam pemahaman dasar keagamaan serta membentuk karakter islami masyarakat setempat.

Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, yang akrab disapa luas Kang HES, menjelaskan saat diwawancarai pada Jumat pagi (13/2/2026), bahwa dirinya sengaja meninjau langsung kondisi tersebut karena lokasi madrasah berada dekat dengan titik kegiatan resesnya di Desa Purwasari.

“Saya bergerak untuk rakyat, dari arah sudut hati rakyat. Kebetulan saya sedang reses di wilayah dekat lokasi tersebut, tentu ingin melihat langsung kondisinya,” ujarnya.

Peristiwa tersebut dipicu oleh kabel listrik yang terpasang di atas bangunan madrasah yang putus akibat gesekan angin kencang saat hujan deras. Kondisi tersebut sangat membahayakan, karena air hujan dapat menjadi penghantar listrik (ground), sehingga dinding dan area sekitar berpotensi memiliki tegangan listrik yang membahayakan, terutama bagi anak-anak DTA yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Anak-anak belum memasuki ruangan saat insiden terjadi, dan permasalahan berhasil segera diatasi.

“Allah Maha Baik, semua selamat. Anak-anak belum masuk ruangan dan masalah sudah teratasi. Alhamdulillah,” ungkapnya penuh rasa syukur pada waktu itu direses pelosok wilayah salah satu desa.

Terkait tindak lanjut, Endang menjelaskan bahwa secara aturan, program pembangunan harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas.

Pengajuan kegiatan pada tahun ini akan dibahas untuk pelaksanaan tahun berikutnya.

Sejalan dengan kebijakan Bupati Karawang, fasilitasi tetap memungkinkan dilakukan melalui mekanisme pengajuan yang tepat pada bulan ini, dengan harapan dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang. Program yang dapat diajukan antara lain renovasi majelis ta’lim dan sarana keagamaan lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam konteks tertentu, ranah kewenangan vertikal seperti Kementerian Agama turut memiliki peran dalam pembinaan dan pengawasan lembaga pendidikan keagamaan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting, terutama saat musim penghujan tiba. Instalasi listrik di pesantren dan madrasah harus mendapat perhatian serius guna menghindari potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan para santri dan siswa.

Ke depan, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat dapat semakin kuat, agar lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti Madrasah Darus Salam tetap kokoh menjadi pilar pembinaan akhlak dan keimanan generasi penerus bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!