Berita Update | Kabar Bangsa | Nasional | suaraindonesiatv.com. Jakarta —
Ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga mencerminkan kesiapan negara dalam melayani jutaan warganya. Menjawab tantangan tingginya biaya, keterbatasan fasilitas, serta kebutuhan jemaah akan pelayanan yang layak, Pemerintah Republik Indonesia menyiapkan langkah strategis melalui pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah, Arab Saudi.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan kenyamanan, efisiensi, dan peningkatan kualitas ibadah bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
Target Pembangunan Kampung Haji Indonesia
Berdasarkan analisis data yang dicatat pemerintah, Kampung Haji Indonesia ditargetkan menjadi kawasan terpadu di Makkah dengan fasilitas lengkap, meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan kesehatan.
Proyek ini berlokasi di kawasan Jabal Umar, dekat Masjidil Haram, dan direncanakan mulai beroperasi secara bertahap pada 2026 hingga 2028. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, pembangunan Kampung Haji Indonesia juga diarahkan untuk menekan biaya haji dan umrah melalui sistem manajemen terpusat, serta menjadi solusi jangka panjang bagi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Tujuan Utama Pembangunan
Pembangunan Kampung Haji Indonesia memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:
Kenyamanan dan keselamatan jemaah, melalui penyediaan penginapan layak dan fasilitas terpadu agar jemaah dapat lebih fokus beribadah dan mengurangi risiko kesehatan.
Efisiensi biaya, dengan mengonsolidasikan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi secara terintegrasi.
Solusi jangka panjang, sebagai aset strategis Indonesia di Tanah Suci yang melayani jemaah haji dan umrah secara berkelanjutan.
Pelayanan terpadu (one-stop service), dengan menghadirkan seluruh kebutuhan jemaah dalam satu kawasan.
Lokasi Strategis dan Fasilitas Lengkap
Kampung Haji Indonesia akan dibangun di atas lahan konsesi Kerajaan Arab Saudi seluas sekitar 50 hektare di kawasan Jabal Umar, Makkah, dengan jarak sekitar 400 meter dari Masjidil Haram.
Fasilitas yang disiapkan meliputi:
Hotel dan penginapan jemaah
Pusat konsumsi dan layanan logistik
Layanan kesehatan terpadu
Transportasi terintegrasi
Area komersial penunjang
Kawasan ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 23.000 jemaah.
Presiden Prabowo Terima Laporan Progres
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025.
Berdasarkan rilis resmi Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, termasuk progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi serta program hunian bagi warga terdampak bencana di Sumatra.
Presiden Prabowo secara khusus meminta laporan terkait titik lokasi menara, luas kawasan, serta tahapan pelaksanaan pembangunan Kampung Haji di Kota Makkah.
Dukungan Penuh Pemerintah Arab Saudi
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rosan melaporkan bahwa pembangunan Kampung Haji Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi, hasil dari inisiatif dan diplomasi langsung Presiden Prabowo.
“Dukungan tersebut semakin kuat setelah komunikasi langsung Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman melalui sambungan telepon pada 8 Desember lalu,” ujar Seskab Teddy.
Hingga saat ini, pembahasan Kampung Haji Indonesia telah dilakukan secara berkelanjutan melalui empat kali pertemuan intensif dengan pihak Pemerintah Arab Saudi.
Visi Presiden: Jemaah Indonesia Punya Fasilitas Sendiri
Presiden Prabowo menegaskan visinya agar seluruh jemaah haji Indonesia memiliki tempat dan fasilitas penginapan yang nyaman, layak, dan berlokasi dekat dengan Masjidil Haram.
“Presiden menginginkan jemaah haji Indonesia memiliki penginapan tersendiri yang nyaman dan manusiawi saat menjalankan ibadah haji,” ungkap Seskab Teddy.
Perhatian pada Pemulihan di Dalam Negeri
Selain membahas Kampung Haji Indonesia, Presiden Prabowo juga meminta laporan perkembangan pembangunan 15.000 unit hunian bagi warga terdampak bencana di Sumatra yang dibangun oleh BPI Danantara.
Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa 500 unit hunian akan siap pada minggu ini, sementara pembangunan hunian lainnya terus dilaksanakan bersama BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perumahan.
Penegasan Komitmen Negara
Langkah ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam memastikan pemulihan yang cepat, terukur, dan berkeadilan bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam melayani warganya, baik di dalam negeri maupun di Tanah Suci.
Pembangunan Kampung Haji Indonesia menjadi wujud nyata peran negara dalam memberikan pelayanan ibadah yang lebih baik, berkelanjutan, dan bermartabat bagi jemaah Indonesia.
