Muskab ke-8 Kadin Karawang: Dukungan MR.Foundationkar Pengurus Bidang 3 HIPMI Jabar, Menyatukan Generasi, Menata Sistem, Membangun masa depan besar dengan pondasi kuat dari akar daerah.”

Share

| Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com |
Daily Update Karawang – Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-8 Kadin Karawang menjadi momentum penting dalam menyatukan kekuatan lintas generasi, menata sistem organisasi yang lebih berkelanjutan, serta menyalakan harapan baru bagi lahirnya pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, regenerasi tidak lagi dipandang sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah proses transformasi menyeluruh yang berbasis sistem, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Dukungan terhadap calon ketua juga datang dari kalangan pengusaha muda. Muhamad Rizki, S.H., M.H., yakni Pengurus Bidang 3 HIPMI Jawa Barat sekaligus pendiri Muhamad Rizki Foundationkar, mengungkapkan bahwa sosok Rafiudin Firdaus merepresentasikan kaum muda di dunia usaha.

“Kang Rafiudin Firdaus merepresentasikan kaum muda di dunia usaha., Kehadirannya penting untuk mendetailkan tujuan Kadin, terutama dalam mendorong regenerasi pengusaha dan membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM serta wirausaha muda Karawang,” ujar Rizki. Menjelaskan Calon Ketua Pengurus Kadin Karawang (Cakebarkadinkar).

Dalam penyampaiannya, ditegaskan bahwa keberhasilan regenerasi harus diukur melalui indikator yang konkret dan terstruktur.

“Minimal 30% pengurus Kadin diisi oleh pengusaha berusia di bawah 40 tahun dengan posisi strategis, bukan sekadar simbolik.

Kaderisasi harus mampu melahirkan lebih dari 50 wirausaha baru setiap tahun, serta mendorong 20% pelaku usaha mikro naik kelas dalam dua tahun. Program organisasi juga harus berjalan berbasis sistem dan lintas generasi, tidak bergantung pada figur ketua.

Selain itu, perlu tercipta lebih dari 100 kolaborasi bisnis konkret antara pengusaha senior dan junior dalam satu periode kepengurusan,” disampaikan dalam dialog Kang MR. Rabu, 15/4/2026).

Lebih lanjut, kepemimpinan dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani kepentingan pengusaha senior dan generasi muda.

“Kepemimpinan harus mampu menjadi penerjemah antara pengalaman dan jejaring pengusaha senior dengan kebutuhan generasi muda, khususnya dalam sektor digital, ekspor, dan ekonomi kreatif.

Diperlukan pola dua arah melalui mentoring dan reverse mentoring. Senior membuka akses peluang, sementara generasi muda menghadirkan inovasi. Regenerasi bukan sekadar mengganti orang, tetapi membangun sistem yang adil dan transparan,” tegasnya.

Karawang sebagai kawasan industri strategis nasional memiliki peluang besar bagi wirausaha muda untuk tumbuh dan berkembang.

“Rantai pasok industri membuka peluang menjadi vendor di sektor otomotif, elektronik, dan FMCG. Selain itu, agribisnis dan pangan olahan, ekonomi digital, hingga ekonomi hijau seperti pengolahan limbah industri dan energi terbarukan menjadi sektor yang sangat potensial,” ungkapnya.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, strategi diarahkan pada penguatan ekosistem secara menyeluruh.

“Kadin perlu membentuk Trading House untuk mengkurasi dan mengonsolidasikan produk UMKM agar mampu bersaing di pasar industri.

Akses pembiayaan diperluas melalui perbankan, LPDB, dan fintech dengan skema invoice financing. Sertifikasi seperti Halal, BPOM, SNI, dan ISO harus dipermudah.

Digitalisasi menjadi keharusan dengan memastikan UMKM masuk marketplace dan memiliki katalog digital,” jelasnya berpendapat dalam sesion wawancaranya kang MR.

Kolaborasi antara organisasi dan pengusaha muda juga diarahkan pada model kemitraan strategis yang setara.

“Pengusaha muda harus dilibatkan dalam perumusan program melalui co-creation.

Kadin juga perlu menjadi laboratorium bisnis yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi generasi muda.

Selain itu, perlu dibangun platform bursa proyek dan talenta yang menghubungkan pengusaha senior dengan generasi muda dan lulusan vokasi.

Advokasi kebijakan juga harus berbasis data agar lebih kuat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam 100 hari kerja pertama, perubahan nyata diharapkan segera dirasakan oleh pelaku usaha muda.

“Peluncuran Kadin Karawang Business Hub menjadi langkah awal sebagai pusat aktivitas bisnis.

Transparansi peluang usaha diwujudkan melalui satu kanal digital yang memuat informasi tender, CSR, dan program pemerintah.

Program ‘Ngopi Bareng CEO’ akan mempercepat jejaring pengusaha muda dengan pelaku industri besar. Selain itu, birokrasi internal harus dipangkas dengan layanan digital maksimal tiga hari kerja tanpa jalur khusus,” pungkasnya.

Muskab ke-8 Kadin Karawang diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun organisasi yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memastikan regenerasi berjalan sebagai gerakan nyata untuk melahirkan pengusaha muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!