Kabar Update | Merah Putih | suaraindonesiatv.com | Nasional. Karawang, 14 Februari 2026 — Karrasi 19, pelaku UMKM berbasis produk ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang, terus memperkuat langkahnya untuk menembus pasar internasional.
Mengusung prinsip ekonomi sirkular dengan konsep Zero Waste, Reduce, Reuse, Recycle, dan Sustainable, Karrasi 19 menghadirkan gerakan “Leftovers Go Premium” dan “Leftovers Go Global”, mengubah sisa material menjadi produk kreatif bernilai tinggi.
Dari tanah lumbung padi nasional yang sarat sejarah dari nilai perjuangan bangsa Indonesia, lahir semangat baru serta kemandirian ekonomi rakyat.
Melalui gerakan Go in the World Karawang, Karrasi 19 menegaskan komitmennya membawa karya lokal menembus pasar global dengan pijakan nilai, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.
Mengusung prinsip ekonomi sirkular berbasis Zero Waste, Reduce, Reuse, Recycle, dan Sustainable, Karrasi 19 menghadirkan gerakan “Leftovers Go Premium” dan “Leftovers Go Global”.
Sisa material diolah menjadi produk kreatif bernilai tinggi, membuktikan bahwa inovasi dan kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai binaan EKRAF dan DEKRANASDA, Karrasi 19 terus memperkuat posisinya sebagai bagian dari ekosistem industri kreatif yang memberdayakan masyarakat serta mendorong keberlanjutan.
Momentum strategis terjadi pada Sabtu siang, 14 Februari 2026, saat Karrasi 19 menerima kunjungan entrepreneur sekaligus mitra perjuangan, Bachtiar (Exportir), bersama Mr. Sean, Importir Craft dari Irlandia.
Pertemuan yang berlangsung di Perumahan Gading Elok 2 Blok A5 No.03 RT 28 RW 01, Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, menjadi langkah awal penjajakan kerja sama menuju pasar Irlandia dan Eropa.
Dalam wawancaranya saat ditemui jurnalis, CEO (Chief Executive Officer) Karrasi 19, Mas Supriadi, menyampaikan bahwa kunjungan buyer dari Irlandia merupakan peluang besar bagi UMKM Karawang untuk memasuki pasar internasional.
“Kunjungan ini membuktikan bahwa produk UMKM Karawang memiliki daya saing global. Ini momentum untuk menunjukkan bahwa karya lokal mampu berdiri sejajar di pasar Eropa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat Eropa terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan menjadi peluang strategis bagi produk sustainable berbasis reduce, reuse, recycle, dan zero waste.
“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan besar dunia industri yang lebih bertanggung jawab. Produk kami bukan hanya barang, tetapi membawa nilai, kepedulian, dan identitas bangsa,” tegasnya CEO Karrasi19 Karawang. Saat itu menjelaskan.
Untuk itu, Karrasi 19 terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta memastikan standar mutu sesuai regulasi internasional. Standar tersebut mencakup kualitas barang, packaging, pelabelan, hingga sertifikasi yang memenuhi regulasi Eropa, termasuk aspek HAKI dan ketentuan ekspor.
Karrasi 19 menjaga nilai produk melalui konsistensi kualitas, transparansi harga, serta komunikasi profesional dengan buyer. Kebijakan sampel dan transaksi diterapkan secara jelas dan transparan guna membangun kepercayaan jangka panjang.
“Harapan kami adalah terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan serta meningkatnya penjualan produk Karrasi 19 di pasar internasional,” tambah Mas Supriadi penuh harapannya itu.
Lebih dari capaian bisnis, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tenaga kerja lokal melalui pertumbuhan pendapatan dan pembukaan lapangan kerja baru.
Budaya Perubahan dan Dampak Sosial.
Di internal perusahaan, Mas Supriadi senantiasa menanamkan nilai perubahan kepada seluruh jajaran karyawan Karrasi 19.
Baginya, keberhasilan global harus dimulai dari kesadaran diri dan komitmen hari ini.
“Jadilah perubahan, dimulai dari sekarang. Apa yang kita lakukan harus berdampak bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Karawang ini. Teruslah berbuat untuk menjadi lebih baik ke depannya,” pesannya Mas Supriadi yang di sapa akrabnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran jangka panjang dalam setiap langkah usaha.
“Sadar menanam perubahan dalam diri, dan sadar menanam benih masa depan.
Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi Regeneratif dan regenerasi mendatang.”
Pesan tersebut menjadi fondasi budaya kerja Karrasi 19, budaya yang menempatkan integritas, kualitas, dan kepedulian sosial sebagai inti dari setiap proses produksi.
Pesan untuk UMKM Indonesia.
Sebagai penutup, Mas Supriadi mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas produk, memahami pasar, serta berani berinovasi dan beradaptasi.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai karya dan menjaga nilainya. Dari Karawang, kita buktikan Indonesia mampu melangkah ke dunia.” tutupnya.
Gerakan Go in the World Karawang bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata bahwa perubahan dimulai hari ini, ditanam dengan kesadaran, dirawat dengan kerja keras, dan dipersembahkan untuk kesejahteraan masyarakat serta martabat bangsa di panggung global.

