Pemkot Tasikmalaya Jalin Kerja Sama Internasional, Delegasi Belgia Bahas Proyek Transportasi dan Aset Strategis

Share

Kabar Jabar — suaraindonesiatv.com | Nasional

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama lintas negara guna mempercepat pembangunan daerah. Salah satu langkah nyata tersebut terlihat dalam kunjungan resmi delegasi Belgia dari PA International Foundation, yang disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, di Hotel Santika, Rabu (11/6/2025).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang sinergi, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi, hingga pengelolaan aset lintas wilayah. Delegasi Belgia yang dipimpin oleh tokoh bernama Pak Rio, disebut telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dengan Pemkot Tasikmalaya.

“Alhamdulillah hari ini bertemu dengan Pak Rio, tapi bukan motor Vario ya,” canda khas Wakil Wali Kota, Kang Diky Chandra, mencairkan suasana. Ia mengungkapkan bahwa Pak Rio sedang mengupayakan pembangunan pelabuhan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, hal tersebut juga akan memberikan dampak signifikan bagi Kota Tasikmalaya, terutama dalam peranannya sebagai Pengelola Kawasan Perkotaan (PKWP).

Selain pelabuhan, sektor transportasi lain juga menjadi sorotan. Diky mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan Komandan Lanud Adisutjipto (Danlanud) untuk membahas kemungkinan reaktivasi sektor penerbangan di Tasikmalaya. Kolaborasi dengan PT KAI juga tengah dijajaki sebagai bagian dari rencana besar pengembangan moda transportasi darat.

“Kami ingin Kota Tasikmalaya memiliki akses transportasi yang lengkap, yakni udara, darat, dan laut. Namun, yang terpenting adalah kesiapan kota dalam menyediakan infrastruktur pendukung seperti terminal agro, fasilitas jasa pariwisata, dan desain tata ruang kota yang mendukung,” ujar kang Diky Chandra.

Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga membahas rencana strategis pemanfaatan aset milik Kabupaten yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya, termasuk pendopo dan kawasan perkantoran eks-Setda. Pemkot mengusulkan agar area tersebut bisa dimanfaatkan untuk museum, sekolah internasional, atau bahkan sebagai solusi untuk masalah perparkiran saat kegiatan besar.

“Saya sampaikan, kalau saya pribadi lebih ingin dijadikan lahan parkir untuk mendukung mobilitas dan memecah kepadatan saat ada hajatan besar. Tapi prinsipnya, kita terbuka. Asal ada manfaat ekonomi untuk warga kota, kenapa tidak?” katanya.

Diky juga menyampaikan harapan agar koordinasi antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya semakin erat, terlebih hubungan baik antara Wali Kota dan Bupati saat ini bisa membuka jalan untuk percepatan realisasi berbagai rencana tersebut.

Tak ketinggalan, dalam diskusi juga mencuat harapan dari pihak Belgia agar kerja sama internasional ini tidak hanya berhenti pada aspek pembangunan fisik, namun juga menjangkau bidang pendidikan. Rencana pendirian sekolah internasional yang bisa berlokasi di Kota Tasikmalaya menjadi salah satu gagasan strategis yang akan ditindaklanjuti.

“Yang penting adalah hasilnya. Jika kerja sama ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan SDM warga, maka itu patut kita perjuangkan bersama,” tutup kang Diky Chandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!