PositifArt Persembahkan “Warung Madura”: Ziarah Ekonomi Rakyat dalam Nada, Meneguhkan Ketangguhan dari Akar Kehidupan

Share

| Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com |
Daily Update Jakarta, 17 April 2026 —
Di tengah arus industri musik yang kerap didominasi tema populer, PositifArt menghadirkan sebuah karya yang menawarkan sudut pandang berbeda,lebih dekat dengan realitas, lebih jujur, dan sarat makna.

Lagu “Warung Madura” hadir sebagai representasi kuat kehidupan ekonomi rakyat kecil, sekaligus simbol ketangguhan sektor informal yang selama ini menjadi fondasi utama masyarakat Indonesia.

Warung Madura, yang tersebar di berbagai penjuru negeri, selama ini kerap dipandang sederhana.

Namun di balik etalase kaca dan keterbatasan ruangnya, tersimpan kekuatan ekonomi yang nyata, fleksibel, adaptif, dan mampu bertahan di tengah berbagai tekanan zaman. Dari ruang-ruang kecil itulah denyut ekonomi rakyat terus hidup dan mengalir.

Fenomena sosial tersebut kemudian diangkat menjadi karya musikal melalui kolaborasi kreatif antara Aldi Taher, Gus Sintink, dan Syarif MA sebagai pencipta lagu, dengan aransemen musik oleh Dowenk, serta diproduksi oleh PositifArt.

CEO PositifArt, “OMJANATOP” yang juga founder Band Wali, dirinya menyampaikan bahwa karya ini lahir dari keberanian untuk memadukan nilai hiburan dengan pesan sosial yang kuat.

“Kolaborasi ini adalah sebuah simfoni kontradiksi yang harmonis. Ada energi eksplosif dari Aldi Taher S,E, kedalaman spiritual dari Gus Sintink, dan sentuhan vokal Syarif MA yang menyatukan semuanya.

Kesan pertama saya adalah keberanian,berani memadukan hiburan dengan pesan moral yang kuat tanpa terasa menggurui. Ini bukan sekadar lagu, tetapi sebuah pernyataan seni yang segar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa inti pesan yang ingin disampaikan adalah tentang nilai ketangguhan lokal yang sering kali luput dari perhatian.

“Warung Madura adalah simbol kemandirian ekonomi yang luar biasa. Di balik kesederhanaannya, terdapat semangat juang yang tidak pernah padam. Lagu ini adalah bentuk penghormatan bagi mereka yang tetap berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, pesan dalam lagu ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah gempuran ritel modern dan ketidakpastian ekonomi global, Warung Madura adalah pengingat akan pentingnya ekonomi kerakyatan. Lagu ini mengajak kita untuk kembali melihat sekitar, menghargai, dan mendukung usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, OMJANA menyebut bahwa karya ini merupakan bagian dari komitmen PositifArt dalam menghadirkan musik yang memiliki kedalaman makna.

“Musik adalah medium yang sangat kuat untuk menyampaikan realitas sosial. Kami ingin menunjukkan bahwa musik populer tidak harus selalu berbicara tentang asmara, tetapi juga bisa menjadi ruang refleksi sosial yang relevan dan bermakna,” tambahnya.

Secara personal, ia memaknai lagu ini sebagai perjalanan batin dalam
memahami kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya, lagu ini adalah sebuah ‘ziarah ekonomi’. Sebuah perjalanan untuk menemukan makna di balik rutinitas yang sering kita abaikan.

Warung Madura adalah manifestasi dari doa dan kerja keras yang tidak pernah berhenti. Di sana ada kejujuran, bahwa rezeki yang berkah sering lahir dari kesederhanaan dan ketulusan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor informal yang selama ini menjadi penopang ekonomi rakyat.

“Selama ini, Warung Madura sering dipandang sebelah mata. Padahal, sektor informal ini adalah pilar ekonomi tradisional yang sangat tangguh. Melalui karya ini, kami ingin mengangkatnya menjadi bagian dari kesadaran kolektif,” katanya. OMJANA menyebut bahwa karya ini merupakan bagian penting ekonomi.

Sebagai penegasan akhir, ia menyampaikan bahwa lagu ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi masyarakat dalam membangun kehidupan dari bawah.

“Melalui lirik dan nada, lagu ini adalah penghormatan bagi kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah yang hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui lagu “Warung Madura”, PositifArt berharap karya ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai dasar yang menopang kehidupan bangsa.

Di tengah derasnya modernisasi dan ekspansi ekonomi besar, ketangguhan sejati justru lahir dari kesederhanaan yang konsisten, dari kerja keras yang jujur, serta dari warung-warung kecil yang tetap menyala di sudut-sudut kehidupan masyarakat Indonesia.

PositifArt adalah entitas kreatif yang berfokus pada produksi musik dan karya seni dengan pendekatan yang menggabungkan nilai hiburan dan pesan sosial.

Melalui semangat kolaborasi lintas karakter, PositifArt menghadirkan karya yang autentik, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

PositifArt percaya bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium refleksi yang mampu menyuarakan realitas sosial dan membangun kesadaran kolektif secara luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!