Berita Update Kabar Karawang, suaraindonesiatv.com | Nasional
Karawang — Di tengah semarak kegiatan Gebyar Paten Kecamatan Telukjambe Timur, terdapat kisah mengharukan dari seorang pedagang kecil bernama Namin, warga Dusun Sukamulya RT 05 RW 02, Desa Pinayungan.
Setiap harinya, Namin berjualan mainan anak-anak dan menyewakan pasir serbuk mainan di bawah rindangnya pohon di sekitar area kegiatan.
Di usianya yang sudah 73 tahun, semangatnya untuk mencari nafkah tak pernah padam, meski sang istri kini tengah menjalani pengecekan kesehatan di RSUD Karawang.
“Waktu istri masih sehat mah sering bantu jualan juga, tapi sekarang lagi sakit jadi bapak suruh istirahat saja. Walaupun sudah tua, bapak gak akan menyerah selama yang Maha Kuasa masih kasih jalan hidup,” ucapnya sambil tersenyum lemah saat berbincang dengan jurnalis suaraindonesiatv.com.
Ketika ditanya siapa pemimpin Indonesia yang ia kagumi, air matanya jatuh perlahan.
“Bapak tahu namanya Jenderal Prabowo Subianto. Menurut bapak, beliau itu sosok pemimpin yang mengabdi bagi negeri dan rakyatnya. Bapak sering nonton di TV dan gak mau ketinggalan kalau ada berita tentang bapak Presiden Prabowo,” ujarnya dengan suara bergetar. Di lapangan bola Pinayungan, Selasa 11/11/2025).
Ia menambahkan,“Beliau orang baik dan tulus mencintai rakyatnya. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan terus memimpin bangsa ini agar masyarakatnya gak ada yang kelaparan.”
Tak lama berselang, Namin menyampaikan kalimat yang begitu membekas kepada jurnalis suaraindonesiatv.com yang mewawancarainya dengan penuh empati.
“Terima kasih pak atas kepeduliannya terhadap bapak yang sudah tua ini, dan sambil bersendagurau walaupun bapak tak bisa memberikan apa-apa. Kamu anak baik, insyaallah akan mendapat balasan dari Sang Pencipta Alam. Rumah bapak terbuka untuk kamu,” ucap Namin dengan mata berkaca-kaca.
Sang jurnalis pun menjawab dengan kerendahan hati, “Haturnuhun bapak, saya hanya menjalankan tugas sebagai penyampai kepada tokoh-tokoh pemerintahan. Semoga saya bisa belajar seperti bapak, yang terus berjuang demi istri yang sedang menjalani kontrol pengobatan setiap minggu.”
Dengan penuh hormat, sang jurnalis mencium tangan Namin dan saat itu pula ia menggenggam erat tangan seorang jurnalis entah kenapa saat berpamitan kepada sang bapak pejuang hidup keluarga itu.
Momen sederhana di bawah pohon itu menjadi saksi betapa ketulusan, doa, dan perjuangan seorang rakyat kecil yang masih menjadi denyut nyata kehidupan bangsa di Republik Indonesia.
