Kaliwungu, Karawang – Kabar Jabar | SuaraIndonesiaTV.com
Langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional kini digelorakan dari jantung Jawa Barat. Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKAPMII) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perkumpulan Kelompok Tani Hutan Mandiri Teluk Jambe Bersatu (PKTHMTB) melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU), Senin, 7 Juli 2025.
Tak hanya seremoni biasa, penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari kick-off penanaman sorgum perdana di kawasan wisata Kaliwungu, Karawang sebuah langkah inovatif yang memadukan semangat pertanian modern dengan kekuatan kolaborasi lintas sektor.

Tokoh-Tokoh Kunci Hadir, Semangat Gotong Royong Menggema
Hadir dalam acara penuh semangat ini antara lain pemilik Wisata Kaliwungu H. Wardi, Ketua PCNU Karawang H. Deden Permana, S.Pd., Ketua PB IKAPMII Drs. Fathan Subchi, MAP, CIISA, ChFA, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., Ketua PB IKAPMII, Hery Haryanto Azumi, serta para pengurus PMII Karawang, tokoh masyarakat, dan para petani lokal.
Sorak semangat gotong royong menggema di seluruh area kegiatan. Semua pihak memberikan apresiasi tinggi atas sinergi ini, yang juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Dari 20 Hektare Menuju 200 Hektare: Sorgum Jadi Simbol Harapan Baru
Ketua PB IKAPMII, Hery Haryanto Azumi menyampaikan bahwa penanaman sorgum ini adalah bagian dari uji coba (pilot project) yang telah menyiapkan sekitar 20 hektare lahan aktif, sebagai langkah awal sebelum dikembangkan hingga 200 hektare.

“Kawasan ini memiliki potensi luar biasa. Total ada 105 hektare areal lahan pertanian yang bisa kita garap bertahap. Hari ini kita mulai dari 20 hektare sebagai trail, dan ini akan jadi lompatan awal menuju pemanfaatan penuh lahan,” ujar Hery Haryanto Azumi saat memberikan keterangan pers seusai penanaman sorgum.
H. Rahmat Hidayat Djati, Anggota DPRD Jabar yang juga hadir, menambahkan bahwa program ini akan terus mendapat dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, akses, hingga kolaborasi antarpetani
“Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak dan kualitas lahan yang terus diperbaiki, hasil panen bisa mencapai 60 ton. Kalau tanahnya makin bagus, percepatan panen juga bisa makin cepat,” tegasnya.
Sorgum: Solusi Pangan Masa Depan
Sorgum dipilih bukan tanpa alasan. Selain tahan iklim kering, tanaman ini kaya gizi dan fleksibel diolah sebagai pangan alternatif. Tak heran jika sorgum kini disebut sebagai “emas hijau” masa depan yang bisa menjawab tantangan krisis pangan global.
Melalui MoU ini, PB IKAPMII dan PKTHMTB telah menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadirkan solusi konkret untuk negeri. Dari Karawang untuk Indonesia, inisiatif ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dengan semangat, strategi, dan sinergi nyata.
