Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | Transformasi Membangun masa depan besar dengan Pondasi kuat dari akar daerah | Untuk Indonesia | KARAWANG 25 April 2026 – Ketahanan sebuah bangsa tidak lahir dari ketergantungan, melainkan dari kemampuan rakyatnya untuk berdiri mandiri di atas potensi sendiri.
Dalam lanskap global yang terus bergejolak, upaya membangun kemandirian pangan, energi, dan ekonomi kreatif menjadi jalan strategis untuk memastikan Indonesia tetap kokoh.
Momentum Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi penegasan bahwa kekuatan bangsa berakar dari rakyat yang berdaya.
Peringatan Milad ke-24 PKS tahun 2026 yang mengusung tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia” dengan sub-tema Milad Berdaya, menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun ketahanan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Karawang, Apt. Mumun Maemunah, dalam wawancara nya menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat sebagai fondasi utama.
“Untuk mencapai ketahanan pangan Indonesia, kita perlu pondasi dan dukungan yang kuat dari masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat sangat penting dilakukan, dengan menggali skill dan potensi yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah konkret telah dilakukan, salah satunya melalui program pasar tani yang melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Program ini menjadi sarana promosi sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu pemasaran produk, tetapi juga mendorong semangat masyarakat untuk meningkatkan produksi dan kualitas usaha mereka.
Selain itu, pembinaan dan pelatihan di sektor pertanian serta UMKM terus dilakukan agar masyarakat mampu menciptakan kemandirian ekonomi berbasis rumah tangga.
“Ketahanan pangan keluarga bisa dimulai dari rumah. Masyarakat bisa menanam atau memproduksi sendiri kebutuhan sehari-hari. Jika ini dilakukan secara luas, maka akan menjadi kekuatan besar bagi ketahanan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mumun menyoroti pentingnya kemandirian energi di tengah dinamika global.
Ia mencontohkan konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga BBM dan berimbas pada harga bahan pokok.
“Kita harus mulai memikirkan bagaimana menciptakan energi alternatif agar tidak bergantung dari luar. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi daerah seperti Karawang,” ungkapnya.
Karawang sendiri memiliki potensi energi yang terus dikembangkan, seperti keberadaan PLTGU dan Petrogas, serta peluang energi terbarukan seperti tenaga surya yang dapat dimanfaatkan ke depan.
Di sektor ekonomi, ia menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
Dengan mengandalkan kreativitas, masyarakat dapat menciptakan peluang ekonomi tanpa ketergantungan pada sektor formal.
“Ekonomi kreatif tidak dibatasi ruang dan waktu. Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.
Fraksi PKS DPRD Karawang, lanjutnya, terus mendorong kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, khususnya penguatan UMKM dan sektor pertanian. Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan dalam implementasi di lapangan.
“Tantangan yang sering terjadi adalah pada pelaksanaan. Pelatihan dan pembinaan sudah dilakukan, tetapi belum semua berjalan optimal, salah satunya karena keterbatasan permodalan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi lintas sektor, seperti pemanfaatan energi tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan, pengembangan pertanian hidroponik dan pertanian inovatif untuk menjawab tantangan ketahanan pangan, serta pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
“Pengelolaan sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang. Dengan pendekatan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi, seperti bata ramah lingkungan dan Refuse Derived Fuel (RDF),” ujarnya.
“Untuk memastikan kebijakan berpihak kepada rakyat kecil, kita harus turun langsung ke masyarakatnya dan berdialog dengan mereka apa sajah yang bisa dikembangkan kedepan nya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan reflektif agar perubahan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga yang berdaya.
“Mari kita mulai dari keluarga sendiri untuk menciptakan lingkungan yang produktif,berkebun, beternak, bertani, atau aktivitas lain yang sangat bermanfaat. Dari situ, akan lahir gerakan-gerakan yang lebih luas dalam membangun ketahanan bangsa,” demikian ia menegaskan di akhir wawancaranya”.
Milad ke-24 PKS menjadi lebih dari sekadar peringatan usia. Ia menjelma sebagai panggilan moral dan gerakan kolektif untuk membangun kemandirian bangsa dari bawah.
“Membangun masa depan besar dengan pondasi kuat dari akar daerah”,
adalah tentang menanam harapan di tanah yang paling dekat dengan kehidupan.
Di sana, akar-akar kecil bekerja dalam diam, mengikat makna, menguatkan pijakan, meski tak selalu terlihat, namun tak pernah berhenti memberi kehidupan.
Ia mengajarkan bahwa yang besar tak pernah lahir seketika, melainkan tumbuh dari kesetiaan merawat yang sederhana.
Dari desa yang sunyi, dari keringat yang jujur, dari tangan-tangan yang tak lelah membangun hari esok, di situlah masa depan disusun, perlahan namun pasti.
Sebab ketika akar menguat di setiap daerah,bangsa tak lagi mudah goyah oleh zaman,ia berdiri bukan hanya karena tinggi,tetapi karena dalam, pijakan yang tak tergoyahkan.
Dari keluarga yang produktif, masyarakat yang berdaya, hingga kebijakan yang berpihak, semua berpadu dalam satu tujuan besar, menghadirkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.
