“Dari Semangat Piala Dunia Menuju Kedaulatan Ekonomi Rakyat: Ketua Kadin Karawang Aris Susanto Tegaskan Sinergi Investasi, Dunia Usaha, dan UMKM sebagai Fondasi Karawang yang Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bakti Tanpa Henti” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG – Ketua Kadin Karawang, Aris Susanto, menegaskan bahwa semangat Piala Dunia FIFA 2026 tidak boleh berhenti sebagai euforia olahraga semata, tetapi harus menjadi energi kolektif untuk membangun kedaulatan ekonomi rakyat melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, media, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ketika ruang publik mampu menyatukan semangat kebersamaan dengan aktivitas ekonomi, maka setiap momentum yang tercipta akan melahirkan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan “NOBAR JUARA” (Nonton Bareng Jajan Produk UMKM Karawang) di Lapangan Karang Pawitan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi dari imbauan Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 sebagai media komunikasi publik yang mampu menghadirkan hiburan bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat aktivitas UMKM, serta menciptakan ruang kebersamaan yang produktif.

Melalui Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ, pemerintah daerah didorong memfasilitasi penyelenggaraan nonton bareng di ruang-ruang publik sekaligus melibatkan UMKM sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal.

Di Kabupaten Karawang, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang, Kadin Kabupaten Karawang, Bank BJB, PLN, dan PT Telkom Indonesia.

Dalam wawancara eksklusif usai menghadiri pembukaan kegiatan tersebut, Aris Susanto menegaskan bahwa Kadin Kabupaten Karawang sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut baik program tersebut karena selaras dengan misi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM.

“Kami menyambut baik program Pemerintah Kabupaten Karawang untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin memiliki tanggung jawab membangun sinergi antara dunia usaha dengan masyarakat agar manfaat pembangunan ekonomi benar-benar dirasakan secara luas,” ujarnya.

Menurut Aris, kehadiran Kadin Karawang dalam pembukaan seremonial Nobar Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjembatani dunia hiburan dengan pembangunan ekonomi daerah.

“Kehadiran kami bukan seremonial semata, tetapi bentuk komitmen menjembatani hiburan dan ekonomi. Nobar menjadi ruang yang membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat maupun daerah,” katanya tegas.

Aris menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif harus menjadi peluang bagi Karawang untuk terus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I Tahun 2026 mencapai 5,61 persen, sementara konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen.

“Pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga yang positif membuka peluang besar. Kegiatan seperti nobar mampu meningkatkan permintaan barang dan jasa sehingga perputaran uang mengalir langsung kepada pelaku usaha lokal,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang memberikan arah bagi pemerintah daerah agar menjadikan setiap kegiatan publik sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat mendukung kebijakan tersebut. Ini menjadi arahan sekaligus payung yang jelas agar setiap kegiatan publik dapat dijadikan sarana memberdayakan UMKM secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut arahan Kadin Indonesia, Aris mengatakan bahwa Kadin Karawang telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga memfasilitasi kemitraan antara UMKM dengan dunia usaha melalui berbagai program, termasuk optimalisasi Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami siap menjalankannya. Program pendampingan, pengembangan mutu produk, serta kemitraan antara UMKM dan dunia usaha, termasuk penyaluran program CSR, terus kami dorong agar mampu memperkuat daya saing pelaku usaha lokal,” ujarnya menyakini hal tersebut.

Menurutnya, kegiatan nonton bareng memberikan dampak ekonomi yang nyata karena meningkatnya jumlah pengunjung secara langsung berdampak terhadap kenaikan omzet para pelaku UMKM.

“Nobar mendatangkan banyak pengunjung sehingga omzet UMKM meningkat. Selain itu, kegiatan ini menjadi media promosi yang luas untuk membuka peluang pasar baru sekaligus menciptakan pelanggan tetap bagi produk-produk lokal Karawang,” katanya.

Lebih jauh, Aris menilai hubungan antara industri besar dan UMKM harus dibangun melalui pola kemitraan yang saling menguatkan.

“Kami terus mendorong kemitraan yang saling menguntungkan. Industri besar dapat melibatkan UMKM sebagai pemasok maupun mitra jasa, sementara UMKM terus didorong meningkatkan kualitas agar mampu memenuhi standar kebutuhan industri yang ada,” ungkapnya penuh optimisme.

Untuk memastikan manfaat ekonomi berlangsung secara berkelanjutan, Kadin Karawang akan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah sejak tahap perencanaan hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan.

“Kami akan memastikan tersedianya ruang usaha yang terjangkau bagi UMKM, melakukan evaluasi hasil kegiatan, sekaligus membangun jaringan pemasaran agar manfaat ekonomi terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” jelasnya yang akan merangkum kan dan mengevaluasi dari kegiatan tersebut selesai.

Dalam aspek tanggung jawab sosial perusahaan, Aris mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Karawang untuk lebih mengoptimalkan program CSR sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Perusahaan dapat menyalurkan CSR melalui pendampingan usaha, pelatihan, peningkatan kapasitas SDM, hingga memprioritaskan penggunaan produk-produk UMKM lokal. Kadin akan terus menjadi penghubung agar program-program tersebut lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” katanya.

Menghadapi dinamika ekonomi global, Aris menegaskan bahwa komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat guna menciptakan iklim investasi yang sehat, kepastian regulasi, dan kesempatan usaha yang adil bagi seluruh pelaku usaha.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang agar tercipta iklim usaha yang kondusif, aturan yang jelas, serta ruang kolaborasi yang mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Saat kembali ditanya mengenai catatan motivasi mantan Ketua Kadin Kabupaten Karawang, Kang Emay Ahmad Maehi, yang pernah menyampaikan bahwa keberhasilan Kadin akan tercapai apabila mampu menjaga stabilitas investasi sekaligus membawa organisasi semakin dekat dengan kehidupan rakyat, Aris menilai bahwa gagasan tersebut tetap relevan sebagai arah pembangunan ekonomi Karawang menuju 2027–2028.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk ke daerah, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, kemitraan usaha yang sehat, serta pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Menurut saya, Kadin Karawang harus mampu menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kadin harus menjadi penghubung antara dunia usaha, pemerintah, dan UMKM sehingga tercipta lapangan kerja, kemitraan usaha, serta pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan begitu, Kadin akan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Itulah arah yang harus kita bangun bersama menuju Karawang 2027–2028, di mana investasi tidak hanya tumbuh dalam angka, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi rakyat,” tegasnya.

Mengakhiri wawancara eksklusif tersebut, Aris Susanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah.

“Semangat Piala Dunia mengajarkan arti kerja sama, disiplin, sportivitas, dan ketekunan. Mari kita nikmati pertandingan sekaligus mendukung produk-produk UMKM lokal. Kepada para pelaku UMKM, teruslah berinovasi. Kepada dunia usaha, bukalah ruang kemitraan yang lebih luas.

Apabila pemerintah, dunia usaha, UMKM, media, dan masyarakat terus berjalan bersama, saya optimistis Karawang akan menjadi daerah yang tidak hanya unggul dalam investasi, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pertumbuhan ekonomi mampu berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan rakyat. Bersama kita bangun Karawang yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutupnya Ketua Kadin Karawang Kang Aris Susanto dalam sesi wawancaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!