Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | KARAWANG, Mei 2026 — Dalam suasana penuh makna di Hari Buruh Nasional, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menyampaikan pesan yang merajut doa, perjuangan, dan harapan kaum buruh menjadi satu kesatuan yang utuh. Dari Karawang, ia menegaskan bahwa perjuangan pekerja bukan sekadar rutinitas ekonomi, melainkan jalan panjang menjaga martabat manusia yang bekerja dengan keringat dan pengabdian.
Dengan penuh khidmat, ia membuka pernyataannya melalui salam lintas iman sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi Kita Semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Sampurasun.”
Melalui unggahan resminya di akun Instagram @kang_hes, ia menyampaikan rasa bahagia dan penghormatan mendalam kepada seluruh buruh.
“Saya Endang Sodikin, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, menyampaikan turut berbahagia. Selamat Hari Buruh. Perjuangan saudara-saudaraku kaum buruh untuk mendapatkan kesejahteraan adalah bagian dari denyut nadi pembangunan bangsa,” tulisnya.
Dalam pernyataan lanjutannya, ia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi kaum buruh, di mana negara mulai menghadirkan jawaban nyata atas aspirasi panjang para pekerja.
“Selamat, ini kado terindah dari Bapak Presiden untuk saudara-saudaraku, khususnya di wilayah Kabupaten Karawang. Termasuk bagi pekerja rumah tangga dan nelayan sebagaimana hasil Konvensi ILO di tingkat nasional,” ungkapnya dengan penuh semangat dan keyakinan.
Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan sejumlah kebijakan strategis sebagai bentuk keberpihakan terhadap buruh. Di antaranya Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh, yang bertujuan melindungi pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 mengatur jaminan sosial dan perlindungan bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online dan kurir. Perpres Nomor 25 Tahun 2026 juga meratifikasi Konvensi ILO 188 guna memberikan perlindungan kepada awak kapal perikanan dan nelayan.
Tak kalah penting, disahkannya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) menjadi tonggak sejarah dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja domestik, serta regulasi pembatasan outsourcing yang menjamin kepastian kerja dan perlindungan hak-hak buruh.
H. Endang Sodikin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen buruh dan serikat pekerja di Karawang.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudara-saudaraku para kaum buruh, para serikat pekerja, khususnya KPPP Plus di Kabupaten Karawang, yang telah banyak berkontribusi dalam melahirkan kebijakan serta mendorong pembangunan dan pendapatan daerah,” tegasnya
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergitas antara pemerintah dan buruh sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Sinergitas ini akan terus kita bina. Kami seragam dengan pemerintahan dan siap untuk terus bersinergi bersama saudara-saudaraku di bumi pangkal perjuangan Kabupaten Karawang tercinta ini,” lanjutnya menegaskan, 3/5/).
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar bagi masa depan industrialisasi Karawang agar mampu melahirkan kesejahteraan yang merata.
“Selamat dan sukses. Semoga dapat mewujudkan industrialisasi yang maju, sehingga dapat melahirkan para pekerja yang sejahtera.”
Dengan penuh semangat dan simbol perjuangan, ia mengakhiri pesannya dengan kepalan tangan.
“Hidup buruh! Hidup buruh! Terima kasih. Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Sampurasun untuk wargi Karawang.”
Dan pada akhirnya, di antara riuh mesin dan sunyi doa yang tak selalu terdengar, ada kisah-kisah kecil yang membangun negeri ini, tentang tangan-tangan lelah yang tetap setia bekerja, tentang harapan yang tak pernah padam meski hari kerap terasa berat.
Dari Kabupaten Karawang, mengalir keyakinan yang lirih namun dalam, bahwa setiap peluh adalah doa yang jatuh ke bumi, setiap langkah adalah ikhtiar yang dititipkan pada waktu.
Dan ketika negara benar-benar hadir memeluk perjuangan itu, maka bukan hanya kesejahteraan yang lahir, melainkan keadilan yang terasa, dan kemanusiaan yang kembali menemukan rumahnya di hati bangsa ini yang tak pernah berhenti memberi kehidupan bagi seluruh rakyat Indonesia Raya.
