Breakthenewstandang | Sapa Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “BergerakMahaBhakti KA-KARAWANG — Keberhasilan perguruan tinggi tidak berhenti pada kelulusan mahasiswa, tetapi berlanjut pada kemampuan alumninya menembus dunia kerja, memperoleh penerimaan di tengah masyarakat, dan berkontribusi melalui kompetensi yang dimiliki. Prinsip tersebut ditegaskan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, M.Sc., dalam kegiatan Job Talk dan Walk-in Interview yang diselenggarakan Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNSIKA, Selasa (13/10/2026), di Aula Syehquro dan Auditorium FKIP UNSIKA.
Mengusung tema “Strategi Menentukan Arah Karier dan Membangun Kesiapan Menghadapi Dunia Kerja”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSIKA dalam memperkuat jembatan antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha. Pada penyelenggaraan Job Fair jilid III, partisipasi industri meningkat menjadi 12 perusahaan, sedangkan jumlah pendaftar menembus 2.000 pelamar. Setelah melalui proses verifikasi berdasarkan ketentuan UPA PKK, sebanyak 1.125 peserta dinyatakan lolos tahap awal.
Dalam sambutannya, Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, M.Sc., menempatkan keberhasilan alumni sebagai salah satu cerminan penting kualitas institusi pendidikan. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari proses akademik yang berlangsung di dalam kampus, tetapi juga dari bagaimana para lulusannya memperoleh penerimaan dan mampu menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Keberhasilan universitas sangat ditentukan oleh lulusan atau alumninya. Semakin alumni UNSIKA diterima di masyarakat, semakin baik kualitas lembaga, yaitu UNSIKA,” ungkap Ade Maman Suherman dalam sambutannya, menegaskan keterkaitan antara kualitas institusi pendidikan dan kiprah para lulusannya setelah menyelesaikan studi.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa tanggung jawab perguruan tinggi tidak semata-mata berakhir ketika mahasiswa dinyatakan lulus. Dukungan terhadap alumni dan penguatan hubungan dengan dunia kerja menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dapat menemukan ruang penerapan di tengah kebutuhan masyarakat.
Atas dasar itu, Ade Maman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung alumni melalui program yang mempertemukan lulusan dengan peluang kerja. Ia menempatkan UPA PKK sebagai salah satu unsur penting dalam membangun kesinambungan antara dunia pendidikan dan dunia profesional.
“Saya terus memberikan dukungan kepada alumni sebagai jembatan antara alumni dan dunia kerja,” tegasnya, meneguhkan arah kebijakan pengembangan karier yang menempatkan alumni sebagai bagian penting dari keberlanjutan tanggung jawab institusi pendidikan.
Lebih lanjut, Rektor UNSIKA meminta UPA PKK agar terus mengupayakan penyelenggaraan Job Fair secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi pelaksanaan program yang telah memasuki penyelenggaraan jilid ketiga sebagai bagian dari upaya memperluas akses alumni terhadap dunia kerja.

“Saya meminta UPA PKK terus mengupayakan penyelenggaraan Job Fair. Alhamdulillah, setiap tahun bisa dilaksanakan, artinya sudah jilid ketiga,” tuturnya, menggarisbawahi pentingnya konsistensi program dalam memperkuat hubungan antara alumni dan dunia usaha.
Komitmen pimpinan universitas tersebut diterjemahkan melalui program tahunan yang dijalankan UPA PKK. Sekretaris UPA PKK UNSIKA, Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Job Talk dan Walk-in Interview merupakan bagian dari agenda rutin yang diselenggarakan atas amanat Rektor UNSIKA sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi bagi lulusan dan masyarakat Karawang.
“Acara Job Talk dan Walk-in Interview ini merupakan bagian dari program UPA PKK yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun atas amanat dari Rektor UNSIKA. Ini bentuk kontribusi nyata kami bagi lulusan UNSIKA dan masyarakat Karawang,” ungkap Ardawi, mengartikulasikan peran UPA PKK dalam memperluas akses informasi karier dan mempertemukan pencari kerja dengan peluang yang tersedia.

Ardawi kemudian memaparkan perkembangan partisipasi industri dalam penyelenggaraan Job Fair UNSIKA. Pada pelaksanaan pertama, terdapat tujuh industri yang berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi delapan industri pada pelaksanaan kedua, hingga mencapai 12 industri pada penyelenggaraan jilid ketiga.
“Partisipasi industri pada job fair pertama ada tujuh industri, kedua delapan industri, dan pada jilid ketiga ini berkembang menjadi 12 industri,” paparnya, menegaskan perkembangan keterlibatan sektor industri dalam program pengembangan karier yang dijalankan UNSIKA.

Peningkatan partisipasi industri tersebut berjalan beriringan dengan bertambahnya jumlah pencari kerja yang mendaftarkan diri. Ardawi mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar yang sebelumnya berkisar antara 400 hingga 600 orang kini menembus angka 2.000 pelamar.
Lonjakan tersebut memperlihatkan tingginya minat pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia melalui program Job Fair. Namun, tingginya jumlah pendaftar juga menuntut proses administrasi dan verifikasi yang jelas agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
UPA PKK selanjutnya melakukan verifikasi terhadap para pendaftar berdasarkan persyaratan program. Dari keseluruhan pendaftar tersebut, sebanyak 1.125 peserta dinyatakan lolos tahap awal.
“Selanjutnya kami verifikasi berdasarkan ketentuan, dan didapatkan jumlah akhir sebanyak 1.125 orang peserta yang lolos tahap awal,” jelas Ardawi, menekankan bahwa penetapan peserta dilakukan melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam keterangannya, Ardawi juga memperjelas batasan jenjang pendidikan yang menjadi sasaran program Job Fair UNSIKA. Berdasarkan ketentuan UPA PKK yang disampaikannya, kegiatan tersebut diperuntukkan bagi lulusan diploma tiga (D3), sarjana (S1), dan jenjang pendidikan tinggi yang setara, bukan bagi lulusan SMA/SMK.
“Berdasarkan aturan UPA PKK kami, program ini khusus untuk D3, S1, dan jenjang setara lainnya. Kami tidak menerima lulusan SMA/SMK,” tegasnya Bang Arda yang lebih akrabnya dalam sapaannya, memberikan penjelasan mengenai ruang lingkup peserta yang dapat mengikuti program tersebut.
Penegasan mengenai persyaratan peserta menjadi bagian penting dalam memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Dengan mengetahui sasaran program sejak awal, calon peserta dapat menyesuaikan kualifikasi pendidikan dengan ketentuan yang berlaku, sementara penyelenggara dapat menjalankan proses rekrutmen secara lebih terarah.
Di sisi lain, peningkatan jumlah industri yang berpartisipasi menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati dalam pelaksanaan program pengembangan karier di lingkungan perguruan tinggi. Keterlibatan dunia usaha dapat membuka ruang pertemuan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi lulusan, meskipun keberhasilan penempatan kerja tetap bergantung pada proses seleksi, persyaratan perusahaan, serta kesesuaian kualifikasi masing-masing pelamar.
Karena itu, Job Talk dan Walk-in Interview BKK UPA Unsika tidak hanya relevan sebagai sarana mempertemukan pencari kerja (PENCAKER) dengan sejumlah perusahaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kesiapan yang matang oleh seluruh lulusan dalam menentukan arah karier yang lebih gemilang.
Pemahaman mengenai kebutuhan industri, kemampuan menunjukkan kompetensi, serta kesiapan diri menghadapi proses seleksi merupakan bagian penting dalam langkah awal perjalanan lulusan memasuki dunia profesionalitas yang menjunjung tinggi terus belajar dan belajar.
Komitmen Rektor UNSIKA dalam mendukung alumni, konsistensi UPA PKK menyelenggarakan Job Fair, serta meningkatnya keterlibatan industri menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pengembangan karier yang berkelanjutan.
Perguruan tinggi, dunia usaha, dan para lulusan memiliki peran masing-masing dalam memperkuat hubungan antara pendidikan, kompetensi, dan kesempatan kerja.
