Kabar Update | Merah Putih | suaraindonesiatv.com | Nasional.– Keberanian sejati tidak selalu lahir dari kemenangan, tetapi dari keputusan untuk bangkit setelah terjatuh. Semangat itulah yang kini ditunjukkan oleh Ara Rafenza, petarung perempuan Gen Z yang kembali naik ring dengan tekad baru.
Tidak hanya dikenal sebagai fighter, Ara Rafenza juga merupakan Founder bisnis hampers kue yang ia bangun secara mandiri di tengah kesibukannya.

Komitmen tersebut akan diwujudkan dalam ajang Asahan Fight yang digelar di Kisaran, Kabupaten Asahan.
Laga ini menjadi momentum comeback Ara setelah sebelumnya mengalami kekalahan KO, sekaligus pembuktian bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan.
Asahan Fight diselenggarakan oleh Frans Hutajulu, CEO sekaligus profesional boxing yang telah lama berkecimpung di dunia tinju nasional.
Mengusung tema “Ara Rafenza – Siap Fight Lagi?”, pertandingan ini menjadi sorotan publik karena memadukan semangat sportivitas, mental juang, dan kisah inspiratif generasi muda.
Menjelang rencana pertarungan berikutnya, Ara Rafenza menyampaikan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan baik dan penuh semangat.
“Alhamdulillah kondisi saya baik dan happy banget bisa fight lagi. Saya ingin melatih mental saya lagi, karena di pertandingan sebelumnya saya sempat kalah KO.
Dari situ saya ingin membuktikan ke netizen bahwa saya bukan orang yang gampang nyerah,” ujar Ara Rafenza. Saat ditanyai kabarnya. Senin,”16/2/2026). Dalam wawancaranya oleh jurnalis suaraindonesiatv.com.
Ara mengungkapkan bahwa pertandingan sebelumnya memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang pentingnya mental yang kuat serta penguasaan teknik boxing.

“Banyak banget pelajaran yang saya ambil, terutama soal mental dan teknik boxing. Pengalaman sebelumnya itu sangat berpengaruh ke mental saya sekarang,” katanya Ara.
Ia juga menilai fight kali ini sebagai kesempatan untuk menjawab tantangan dan menunjukkan perkembangan dirinya di atas ring.
Terkait persiapan, Ara menjelaskan bahwa latihan intens belum dimulai karena akan memasuki bulan Ramadan.
Namun ia memastikan persiapan akan dilakukan secara bertahap pada pertengahan puasa.
“Untuk sekarang belum ada persiapan khusus karena sudah mau masuk Ramadan. Tapi insyaallah di pertengahan puasa saya mulai prepare,” jelasnya Ara Rafenza.
Selain berlatih boxing di waktu senggang seperti akhir pekan, Ara juga tetap menjalankan aktivitas usahanya sebagai Founder hampers kue.
Menurutnya, mengelola bisnis menjadi salah satu cara menjaga keseimbangan mental di tengah tekanan sebagai petarung dan public figure.
Ara menegaskan bahwa kekuatan mental merupakan faktor utama dalam pertandingan.
Tekanan komentar publik di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi setiap petarung.
“Tantangan terberat itu mental, karena omongan orang di media sosial kadang jahat banget kalau kita kalah,” ungkapnya.
Dukungan keluarga dan teman dekat disebut sebagai sumber kekuatan terbesar yang mendorongnya untuk kembali bertarung.
“Yang paling mendukung saya itu keluarga dan teman-teman,” ujarnya.
Ara Rafenza menargetkan hasil maksimal pada laga mendatang.
“Target saya ingin bikin KO lawan di ronde kedua dan membuktikan kalau saya benar-benar comeback setelah KO di pertandingan sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, Frans Hutajulu menyampaikan bahwa Asahan Fight dihadirkan sebagai ajang positif bagi perkembangan olahraga boxing.
“Asahan Fight kami selenggarakan sebagai wadah bagi para petarung untuk menunjukkan kemampuan dan mental bertanding.
Ara Rafenza menjadi salah satu fighter yang menarik perhatian karena semangat comeback dan konsistensinya,” kata Frans Hutajulu.
Melalui Asahan Fight, Ara Rafenza berharap dapat menunjukkan perkembangan dirinya sekaligus menginspirasi generasi muda bahwa keberanian untuk bangkit, baik di ring maupun dalam kehidupan, adalah kemenangan yang sesungguhnya.
