Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bergerak Peduli Merawat Pertiwi” Belajar Menjabar Bersejajar – Satya Mahabhakti KA
KARAWANG – Dinas PRKP Karawang mengubah makna Rutilahu, dari sekadar program memperbaiki rumah tidak layak menjadi langkah pembangunan yang membuka arah baru menuju hunian produktif, ketahanan pangan, dan kesejahteraan rakyat. Perspektif tersebut tercermin dalam peninjauan progres pembangunan Rutilahu di Kecamatan Kotabaru, ketika Wakil Bupati Karawang H. Maslani, yang hadir mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, bersama jajaran Dinas PRKP dan perangkat daerah terkait melihat langsung kondisi serta perkembangan rumah penerima manfaat.
Peninjauan berlangsung dalam rangkaian Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Rabu (5/8/2026). H. Maslani didampingi jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta OPD terkait.
Di balik progres konstruksi, terdapat persoalan sosial yang menjadi alasan mengapa program perumahan rakyat harus terus dikawal. Rumah yang tidak layak bukan hanya persoalan fisik, tetapi menyangkut rasa aman, kesehatan, martabat, dan kualitas kehidupan keluarga.
Progres Pembangunan Rutilahu Dipantau Langsung
Saat meninjau lokasi rumah penerima manfaat, Wakil Bupati Karawang H. Maslani berdialog dengan H. Aup Aulia Setia, S.H., M.Si., untuk mengetahui perkembangan pekerjaan.
“Pak Aup, tahap pengerjaannya berapa lama ya, kurang lebih?” tanya H. Maslani kepada H. Aup.
Menanggapi pertanyaan tersebut, H. Aup Aulia Setia, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan.
“Kurang lebih sekitar 14 harian, Pak,” jawab H. Aup.
Mendengar penjelasan itu, H. Maslani memberikan respons singkat.
“Siap, Pak Aup,” jawab H. Maslani.
Dalam perkembangan pekerjaan, H. Aup kemudian menyampaikan bahwa progres pembangunan telah semakin mendekati penyelesaian.
“Paling lima hari lagi juga selesai, Pak Wabup,” kata H. Aup kepada H. Maslani.
“Ya, bismillah ya,” respons H. Maslani.
Keterangan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan yang diperkirakan berlangsung sekitar 14 hari telah memasuki tahapan akhir.
Ketika Rumah Layak Menjadi Harapan
Di tengah peninjauan, suasana berubah haru ketika penerima manfaat berada di dalam rumah yang sedang dalam tahap pengerjaan.
Warga tersebut tiba-tiba meneteskan air mata dan menceritakan kondisi rumahnya sebelum memperoleh bantuan.
“Terima kasih, Bapak. Sewaktu rumah ini belum dibangun, sering kali atap-atap bocor karena hujan,” ungkap penerima manfaat kepada H. Maslani.
Mendengar cerita tersebut, H. Maslani kemudian memeluk penerima manfaat sebagai bentuk empati.
“Iya, tapi ucapkan terima kasihnya ke Pak Bupati sama Dinas PRKP, ya,” ujar H. Maslani.
Momen tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan dari pembangunan Rutilahu. Bagi pemerintah, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan perumahan. Namun bagi masyarakat penerima, rumah layak memiliki arti langsung terhadap rasa aman dan kualitas kehidupan keluarga.
Bingkisan dari Bupati Karawang
Dalam kesempatan yang sama, H. Maslani menyampaikan bingkisan dari Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh kepada penerima manfaat.
“Ini ada bingkisan, dari pak bupati, mudah-mudahan berkah, ya,” tutur H. Maslani.
Penerima manfaat kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih banyak, Pak Bupati, atas bantuan rumahnya. Saya berterima kasih banyak, sudah sampai segini,” ungkapnya.
Ucapan tersebut menjadi gambaran bagaimana bantuan pemerintah diterima sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Asep Hazar: Rumah Layak sebagai Bagian Pengentasan Kemiskinan
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Asep Hazar, menegaskan bahwa penyediaan rumah layak memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.
“Bukti keberpihakan Bupati Karawang pada upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak,” tegas H. Asep Hazar, dalam wawancara nya, ” (8/8/2026).
Menurut Asep Hazar, penyediaan rumah layak merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pembangunan perumahan sebagai salah satu instrumen kebijakan untuk membantu masyarakat keluar dari kondisi hunian yang tidak layak.
Pendataan Masyarakat melalui Si Imah
Dalam sesi dialog di lokasi, H. Maslani juga memberikan perhatian terhadap warga yang belum masuk dalam pendataan program.
Arahan tersebut disampaikan kepada pihak kelurahan.
“Pak Lurah, kalau belum masuk, dimasukkan saja ke aplikasi Si Imah,” ujar H. Maslani.
Arahan tersebut menegaskan bahwa pendataan menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran program agar masyarakat yang membutuhkan dapat teridentifikasi dengan baik.
Ketepatan data menjadi salah satu faktor penting agar program perumahan dapat berjalan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
Dari Rutilahu Menuju Si Imah Produktif
Pembahasan mengenai Rutilahu kemudian berkembang pada gagasan yang lebih luas mengenai rumah lansia yang dibangun dari lahan Bupati Karawang.
Muncul gagasan agar, apabila memungkinkan, rumah tersebut dapat dikembangkan menjadi Home Produktif Pangan Berkelanjutan atau Si Imah Produktif berbasis ketahanan pangan keluarga.
Konsep tersebut mengarahkan fungsi rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang produktif yang dapat dimanfaatkan keluarga.
Tanaman hortikultura dan kolam ikan menjadi contoh pemanfaatan lingkungan rumah untuk mendukung kebutuhan pangan.
Asep Hazar: Hortikultura dan Kolam Ikan Sudah Ada
Menanggapi gagasan mengenai hunian produktif tersebut, Asep Hazar menyampaikan bahwa unsur produktivitas pangan telah tersedia.
“Udah, A… taman tanaman hortikultura sama kolam ikan,” jawab nya singkat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan hunian melalui tanaman hortikultura dan kolam ikan telah menjadi bagian dari pengembangan rumah produktif.
Konsep tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan hunian.
Gagasan Perumahan Produktif untuk Masa Depan
Gagasan Si Imah Produktif juga membuka perspektif lebih luas mengenai pembangunan perumahan di Kabupaten Karawang.
Ke depan, apabila memungkinkan secara teknis dan sesuai ketentuan yang berlaku, kawasan perumahan dapat mempertimbangkan keberadaan ruang atau lahan produktif bagi masyarakat.
Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, budidaya ikan, maupun kegiatan pangan keluarga lainnya.
Dengan demikian, perumahan tidak hanya dipandang sebagai kumpulan unit bangunan, tetapi sebagai lingkungan kehidupan yang memiliki fungsi sosial, ekologis, dan produktif.
Tentunya, penerapan gagasan tersebut harus menyesuaikan kondisi lahan, tata ruang, ketentuan teknis, serta karakteristik masing-masing kawasan.
