| ApakabarJabar | suaraindonesiatv.com | Merawat Negeri Hari Kartini | KARAWANG — Momentum Hari Kartini 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan yang bermakna.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, suara perempuan hari ini semakin tegas,tidak hanya menuntut ruang, tetapi juga memastikan keadilan, perlindungan, dan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat.
Dalam dialog bertajuk RA. Kartini Djojo Adhiningrat, “Sosok Perempuan Hebat”,
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Apt. Mumun Maemunah, S.Si., M.Farm., menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan sebagai fondasi perjuangan perempuan masa kini.
“Selamat Hari Kartini. Habis gelap terbitlah terang. Semangat ini harus terus kita jaga dan wujudkan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa hingga saat ini, perempuan masih dihadapkan pada persoalan serius seperti pelecehan seksual, diskriminasi, dan perdagangan orang (trafficking) yang masih terjadi di berbagai daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut hadirnya regulasi yang lebih kuat serta pengawasan yang konsisten dan tegas dari pemerintah.
“Perlindungan terhadap perempuan tidak boleh setengah-setengah. Harus ada keberpihakan yang nyata melalui aturan dan pengawasan yang berjalan efektif,” tegasnya.
Dalam konteks politik, ia menilai bahwa kehadiran perempuan di ruang publik kini bukan lagi hal yang luar biasa, melainkan keniscayaan zaman. Namun demikian, tantangan tetap ada pada bagaimana perempuan mampu bertahan, beradaptasi, dan terus meningkatkan kapasitas diri.
“Perempuan berpolitik hari ini adalah sesuatu yang biasa. Tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan kesiapan dan kemauan untuk terus belajar. Pada akhirnya, masyarakat yang akan menilai,” ungkapnya ketua fraksi PKS DPRD Karawang.
Lebih jauh, ia memaknai perempuan berdaya sebagai sosok yang mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.
“Perempuan berdaya adalah mereka yang mampu menggerakkan orang di sekitarnya menuju kemajuan. Ia hadir tidak hanya untuk dirinya, tetapi memberi manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian, yakni rendahnya kepercayaan terhadap kapasitas perempuan dalam posisi strategis.
“Masih banyak perempuan yang belum diberi ruang untuk menunjukkan kemampuannya. Padahal, jika diberikan kesempatan, potensi mereka bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Dalam aspek pelayanan publik, Mumun menekankan pentingnya implementasi Peraturan Daerah tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) secara optimal. Menurutnya, kebijakan ini menjadi instrumen penting dalam memastikan pembangunan yang adil dan setara.
“Perda PUG harus benar-benar dijalankan, karena mampu mengintegrasikan perspektif gender dalam seluruh proses pembangunan. Dengan begitu, laki-laki dan perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara,” jelasnya.
Ia juga menyoroti karakter kepemimpinan perempuan yang identik dengan empati, namun tetap harus diimbangi dengan ketegasan dalam pengambilan keputusan.
“Empati adalah kekuatan perempuan, tetapi tidak boleh menghalangi ketegasan. Kebenaran harus menjadi dasar dalam setiap keputusan,” tegasnya.
Sebagai anggota legislatif, ia menegaskan komitmennya dalam mengawal implementasi kebijakan di lapangan.
“Kami di DPRD harus memahami regulasi dan memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik. Jika ada yang tidak sesuai, tentu harus ditegur dan diperbaiki,” katanya.
Dalam sektor ekonomi daerah, ia juga mendorong agar industri memberikan ruang lebih besar bagi perempuan, khususnya tenaga kerja lokal. Selain itu, pembinaan terhadap pelaku UMKM perempuan dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi.
“Jika belum terserap di industri, perempuan harus didorong melalui UMKM agar bisa berinovasi dan berkembang tanpa terikat sistem kerja yang kaku,” paparnya.
Ia menambahkan, salah satu kebutuhan mendasar perempuan saat ini adalah jaminan perlindungan hukum yang kuat dan berkelanjutan.
“Dengan adanya perlindungan dan pendampingan hukum, perempuan akan merasa aman dan percaya diri untuk bergerak dan berkarya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan optimisme terhadap masa depan perempuan Indonesia.
“Perempuan Indonesia akan maju jika mau terus belajar, menggali potensi, dan memberikan manfaat bagi lingkungannya. Perempuan kuat, Indonesia hebat,” tutupnya di akhir dialog wawancaranya kepada jurnalis suaraindonesiatv.com, Selasa, 21/4/2026).
Di atas segala capaian dan tantangan zaman, perempuan bukan sekadar bagian dari pembangunan, melainkan jiwa yang menghidupinya. Dari keteguhan langkahnya lahir harapan, dari kelembutan nuraninya tumbuh keadilan.
Ketika perempuan diberi ruang, dijaga martabatnya, dan dipercaya kemampuannya, maka bangsa ini tidak hanya bergerak maju, tetapi juga melangkah dengan arah yang benar, bermakna, dan berkeadaban.
