Berita Update News Negeri |suaraindonesiatv.com. — Nasional — 6 Desember 2025 | “Di tengah banjir Sumatera, sebuah aksi yang tampak sederhana menjadi panggung kontroversi.
Video Zita Anjani mengepel viral, menuai cibiran publik, dan membuka perdebatan soal kualitas pejabat pemerintah.
Dari Lampung, Putri Maya Rumanti menyerukan perubahan tegas, kompetensi harus mengalahkan status sosial, dan masa depan bangsa bergantung pada keberanian mengambil keputusan.”
Video yang menampilkan Zita Anjani mengepel di lokasi banjir viral di media sosial sejak 4 Desember 2025. Banyak warganet menilai aksi tersebut canggung dan terkesan sangat pencitraan dan tidak dengan penuh rasa cinta tanah air, terutama terlihat dari cara Zita memegang alat pel.
Sejumlah komentar pedas pun bermunculan:
“Udah? Cuma 1 meter doang nyeroknya? Itu pun lumpurnya lo pepetin lagi ke tembok, nggak bikin bersih juga lantai,” tulis seorang pengguna media sosial.
Komentar lain menyinggung keberadaan kamera dan orang-orang di sekitar lokasi:
“Tolong itu artisnya diberi ruang sedikit. Jadi kurang lepas aktingnya gara-gara figuran mondar-mandir,” tambah warganet lain.
Putri Maya Rumanti: Tegas Minta Reshuffle Pejabat Tak Kompeten
Menanggapi viralnya video, Putri Maya Rumanti S.H., M.H., Tokoh perempuan asal Lampung, memberikan pernyataan tegas kepada pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa masih banyak pejabat dan utusan khusus yang tidak mampu menjalankan tugas secara profesional.
“Pak Prabowo, mohon maaf. Masih banyak orang Indonesia yang pintar dan cerdas. Ambil saja dari kampung-kampung, dari mahasiswa yang mampu. Tidak perlu anak-anak pejabat, karena itu tidak menjamin mereka mengerti kebijakan.
Apalagi utusan khusus presiden yang mantan DPRD, ngomong saja blepotan. Jangan bikin malu pemerintahan Bapak. Saatnya melakukan reshuffle untuk orang-orang yang tidak penting,” tegas Putri Maya.
Ia menekankan bahwa kompetensi jauh lebih penting daripada status sosial atau jabatan keluarga.
“Masih banyak putra-putri bangsa yang lebih mampu, meski anak petani, tukang ojek, montir, atau yatim-piatu. Ini bukan soal siapa mereka atau status sosial mereka. Jika tidak mampu, untuk apa dipertahankan?”
Putri Maya menambahkan bahwa fokus pemerintah harus pada kepentingan rakyat dan masa depan bangsa, bukan sekadar mempertahankan pejabat yang tidak kompeten.
“Ini tentang kehidupan dan masa depan rakyat Indonesia. Jangan tutup mata terhadap kehancuran yang terjadi seolah tidak tahu penyebabnya,” pungkasnya Putri Maya Rumanti, melihat kondisi situasi saat ini.
Publik Menunggu Langkah Pemerintah
Viralnya video Zita Anjani dan kritik tegas dari Putri Maya Rumanti menimbulkan perdebatan publik tentang kompetensi pejabat dan transparansi pemerintahan. Masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah, termasuk kemungkinan reshuffle pejabat yang tidak mampu dan pemberian ruang bagi generasi muda berprestasi untuk berperan aktif dalam pemerintahan.
Sorotan publik menegaskan bahwa kualitas pejabat dan tindakan pemerintah di lapangan tetap menjadi perhatian utama, terutama di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
