HARI KEMERDEKAAN: MERDEKA DARI PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR” Praktisi Ngabila Salama Menjelaskan Beberpaa Poin Tentang Kesehatan

Share

JAKARTA_- suaraindonesiatv.com.
Praktisi Kesehatan RSUD Taman sari DKI Jakarta, Dr.ngabila Salama Di hari Perayaan 7 Kebangkitan HUT RI yang ke 79thn, Ngabila memaparkan prihal merdeka Dari penyakit menular dan Tidak menular, dalam keterangan nya pada hari sabtu”17/8/2024).

Menurutnya, Sehat tidak hanya fisik, tapi juga mental. Sehat fisik adalah mencegah dari penyakit menular dan tidak menular.

Lindungi diri kita, dari penyakit yang mungkin  berdampak pada penularan terhadap tubuh Manusia, dan dengan cara memastikan nya, Hanya cukup dengan memberikan 15 imunisasi GRATIS pemerintah, dari bayi yang baru lahir sampai dewasa, dengan cara memastikan cakupan imunisasi tinggi, merata, bermutu.” Kata Ngabila.

Kesehatan tersebut bisa di Dapatkan di Setiap posyandu, puskesmas, pos vaksinasi, dan fasilitas kesehatan secara GRATIS. Semua merk vaksin aman, halal, bermanfaat, berkualitas. Karena sistem penyimpanannya juga sudah diatur dengan sangat baik” terangnya praktisi kesehatan Ngabila.

“Menjaga kesehatan fisik dari penyakit tidak menular dengan membiasakan pola hidup sehat CERDIK setiap hari, sedari kecil.

C: cek kesehatan rutin (6-12 bulan sekali) GRATIS di puskesmas berupa gula darah, tekanan darah, indeks massa tubuh, faktor risiko kanker dan rokok, dll

E: enyahkan asap rokok (baik perokok aktif dan pasif sama-sama membahayakan kesehatan pertumbuhan termasuk anemia dan stunting, perkembangan, mental emosional, dan kognitif)

R: rajin aktivitas fisik 20-30 menit dalam sehari, 5 kali dalam seminggu

D: diet / makanan seimbang dengan konsumi sayur dan buah 3-5 porsi sehari dan batasi konsumsi gula, garam, lemak (GGL) karena berbahaya bisa menyebabkan obesitas dan penyakit kronis (silent killer / mother of disease darah tinggi dan kencing manis).

Konsumsi gula maksimal 5 SDM, garam 1 SDT, lemak 5 SDM dalam sehari sudah termasuk cemilan dan makan wajib.

I: istirahat / tidur cukup 7-8 jam per hari

K: kelola stress dengan baik dengan menyalurkan hobi, family time, beribadah

Menjaga kesehatan mental dengan memberi pola asuh/nurturing care /pembelajaran terbaik pada anak sedini mungkin.

Orang tua yang bahagia akan menciptakan keluarga dan anak yang bahagia” ujarnya.
………..
KDRT tidak hanya dalam bentuk fisik tapi atau juga non fisik/verbal.

Red flag awal adalah ketika sudah terjadi kekerasan verbal / menyinggung perasaan. Sebaiknya dilakukan mediasi internal keluarga /meminta pertolongan keluarga utamanya yang lebih tua bahkan ke psikolog dan psikiater” ucapnya.

“Psikolog klinis di puskesmas kecamatan jakarta GRATIS, dapat memberikan konseling pernikahan juga untuk korban / pelaku / keduanya. Sebaiknya keduanya.

Pada kasus cut nabila ada bbrp red flag:

1. Sesudah persalinan, masih dalam kurun waktu 14-28 hari pascapersalinan ada pengaruh hormon sehingga lebih sensitif, depresi, cemas yang disebut baby blues syndrome

2. Sudah memberi kode isyarat di medsos beberapa kali yang seharusnya ditangkap oleh kerabat untuk memberi pertolongan

3. Keluarga sudah mengetahui dan sayangnya mengabaikan masalah ini, seharusnya bisa membantu mencari solusi terbaik bersama

Jangan takut dan malu untuk mencari pertolongan ahli jika sudah dijumpai red flag awal berupa kekerasan verbal /perkataan. Agar tidak terjadi pengulangan yang membuat lebih kompleks, berat, dengan kerusakan/damage lebih besar efeknya” ungkapnya.

Sehat itu tidak hanya fisik, tapi juga mental. Ibu yang bahagia tentu akan menciptakan anak yg cerdas dan bahagia” pungkasnya.

Ulasan mengenai : 
•HARI KEMERDEKAAN SAATNYA MERDEKA DARI PERUNDUNGAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS

“Tindakan perundungan di dunia kedokteran dan kesehatan kerap terjadi.
Harus dihapuskan secara tegas dengan memastikan regulasi dan kanal pengaduan yang aman/whistle blowing system berjalan optimal. Kanal ini harus dievaluasi real time dan ditindaklanjuti / investigasi cepat.

Terhadap prodi anestesi ini di rsup kariadi sudah ditutup cepat oleh Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan investigasi dan rencana tindak lanjut.

Regulasi UU kesehatan no. 17 tahun 2023 dan instruksi menteri kesehatan tahun 2023 sudah jelas memberantas bullying agar setiap peserta didik melaporkan ke kanal pengaduan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI dan segera ditindaklanjuti dan hasil investigasi bisa ada hukuman kepada senior PPDS / dosen / universitas / rumah sakit pendidikan baik staf maupun pimpinan” tegasnya ngabila.

Pesan untuk para senior PPDS untuk sama-smaa berjuang memutus praktik bullying sekecil apa pun, baik itu segi verbal, fisik, finansial, akademis (materil dan non materil).

Komunikasikan dengan baik segala hal yang berat dari jam kerja dll, kepada manajemen rumah sakit, kepala program studi, dosen, dll agar dipecahkan masalah sebaik mungkin dan manusiawi.

Jika senior juga korban bullying sebelumnya, kultur ini perlu dihentikan dan diubah menjadi manusiawi.

Korban bullying juga harus dijamin aman (fisik, paikis, keberlanjutan pendidikan kedepan), dan tidak takut melapor ke kanal pengaduan, agar terus diberantas bullying ini oleh kemenkes melalui regulasi2 yang sudah ada” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!