BELAJAR DARI PRAKTIK BAIK KUNINGAN, DPRKP KARAWANG PERKUAT KEBIJAKAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN: BUKAN SOAL SIAPA TERBAIK, TETAPI BAGAIMANA MANFAATNYA LEBIH BESAR BAGI MASYARAKAT

Share

Breakthenewstandang | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “BergerakMahaBhakti KA” KARAWANG — Penguatan kebijakan perumahan dan kawasan permukiman membutuhkan ruang pembelajaran yang terbuka antardaerah, agar setiap pengalaman, strategi, dan praktik baik dapat menjadi referensi dalam menghadirkan kebijakan yang semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja DPRKP Kabupaten Karawang ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kuningan pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ruang pertukaran informasi dan pembelajaran mengenai kebijakan, strategi, inovasi, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai faktor pendukung keberhasilan program perumahan dan kawasan permukiman.

Dalam wawancaranya kepada media, Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut tidak sekadar menjadi agenda pertukaran informasi antarpemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang untuk saling belajar sekaligus melihat praktik-praktik baik dalam penyelenggaraan program perumahan dan kawasan permukiman.

“Kunjungan kerja ini bukan sekadar bertukar informasi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan melihat praktik-praktik baik dalam penyelenggaraan program perumahan terlebih Kabupaten Kuningan meraih peringkat kedua tingkat regional Jawa-Bali dalam implementasi Program 3 Juta Rumah,” ungkap Asep Hazar dalam responsnya kepada media, menempatkan pengalaman Kabupaten Kuningan sebagai salah satu referensi dalam memperkuat penyelenggaraan program perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Karawang.

Menurut Asep Hazar, capaian Kabupaten Kuningan tersebut menjadi pengalaman yang dapat dipelajari dalam melihat bagaimana kebijakan dan strategi program perumahan dijalankan di daerah lain. Namun, pembelajaran tersebut tetap harus mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.

Setiap daerah memiliki karakteristik, kebutuhan masyarakat, potensi, serta tantangan yang berbeda. Karena itu, pengalaman suatu daerah tidak dapat serta-merta diterapkan tanpa melihat kesesuaiannya dengan kondisi daerah yang akan mengadopsinya.

Dalam konteks tersebut, pengalaman Kabupaten Kuningan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kabupaten Karawang untuk memperkuat kebijakan, strategi, dan inovasi dalam penyelenggaraan program perumahan dan kawasan permukiman.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pengalaman Kabupaten Kuningan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Karawang dalam memperkuat kebijakan, strategi, serta inovasi program perumahan dan kawasan permukiman,” tutur Asep Hazar, menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antardaerah perlu diterjemahkan secara adaptif sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Menurutnya, pertukaran informasi tersebut menjadi bagian dari proses untuk memperkaya perspektif pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program perumahan dan kawasan permukiman.

Informasi mengenai kebijakan, strategi, inovasi, serta mekanisme pelaksanaan dapat menjadi bahan untuk melihat berbagai praktik yang telah berjalan, sekaligus menjadi ruang evaluasi dalam menentukan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Karawang.

Penguatan perumahan dan kawasan permukiman pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut bagaimana kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan, serta inovasi yang tepat.

Karena itu, proses pembelajaran antardaerah menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebagai informasi, tetapi dapat dikaji dan diadaptasi menjadi kebijakan yang relevan.

Asep Hazar menempatkan manfaat masyarakat sebagai tujuan utama dari seluruh proses pembelajaran tersebut. Baginya, capaian suatu daerah bukan semata-mata untuk dibandingkan dengan daerah lain, melainkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang memberikan manfaat apabila mampu diadaptasi sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

“Pada akhirnya, yang terpenting bukan siapa yang lebih baik, tetapi bagaimana setiap pembelajaran dapat kita adaptasi menjadi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Asep Hazar, menempatkan ketepatan sasaran dan besarnya manfaat bagi masyarakat sebagai orientasi utama dalam memperkuat kebijakan perumahan dan kawasan permukiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!