Breakthenewsbangsa | Sapa Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bhakti Melangkah Tumbuh Berkarya Penuh”
KARAWANG, — Pelestarian budaya, penguatan persatuan, pengawasan kebijakan, dan perjuangan kesejahteraan masyarakat menjadi empat pesan penting yang mengemuka dalam rangkaian kegiatan Kang Pipik Taufik Ismail di Kabupaten Karawang.
Melalui kegiatan Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Babakan Sananga, Kelurahan Adiarsa, peringatan HUT ke-22 LSM Kaliber Indonesia Bersatu, serta silaturahmi HUT ke-6 Perjuangan Ojek Online Karawang (POK), Kang Pipik menegaskan pentingnya menjaga identitas daerah, memperkuat peran organisasi kemasyarakatan, dan mengawal kepentingan masyarakat melalui pengabdian yang berkelanjutan.
Ketiga kegiatan tersebut menghadirkan ruang pengabdian yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang saling berkaitan. Pelestarian budaya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, organisasi kemasyarakatan berperan dalam memperkuat persatuan dan menjalankan kontrol sosial, sedangkan perjuangan komunitas pengemudi ojek daring mencerminkan pentingnya memperjuangkan hak serta kesejahteraan pekerja dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.
Rangkaian kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan keteguhan identitas budaya, partisipasi masyarakat, dan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi warga.
Dalam kegiatan Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Babakan Sananga, Kelurahan Adiarsa, Sabtu (24/10/2026), Kang Pipik menghadirkan pesan mengenai pentingnya merawat kebudayaan Sunda sebagai bagian dari identitas masyarakat Karawang.
Kegiatan yang bertepatan dengan tradisi Hajat Bumi tersebut melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, dan pelaku budaya. Berbagai kesenian tradisional turut memeriahkan acara, mulai dari bodoran Sunda, topeng, gamelan Sunda, wayang golek, wayang kulit, hingga debus. Penampilan Dalang Gober dan pengenalan legenda Ijem Karawang juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Dalam keterangannya kepada media, Kang Pipik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk menyapa masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang bagi kebudayaan agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
“Bagaimana kita sebagai dewan provinsi menyapa masyarakat, tetapi kita juga menghadirkan unsur-unsur budaya yang ada di Karawang, khususnya budaya Sunda,” ungkap Kang Pipik saat mengartikulasikan keterkaitan antara kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat dan tanggung jawab melestarikan kebudayaan daerah.
Ia juga menyoroti Adiarsa sebagai salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah Karawang. Menurutnya, pengenalan sejarah lokal perlu terus dilakukan agar generasi muda memahami asal-usul daerah serta menghargai peninggalan para leluhur.
“Adiarsa itu salah satu cikal bakal Karawang. Banyak sekali perjalanan sejarah Karawang, dan nama Adiarsa juga ada di dalam perjalanan itu,” tuturnya, menegaskan pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari identitas dan ingatan kolektif masyarakat.
Kang Pipik kemudian menguraikan beragam kesenian yang ditampilkan sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali perhatian masyarakat terhadap warisan budaya yang mungkin mulai kurang dikenal oleh generasi sekarang.
“Budaya-budaya yang saya hadirkan di situ juga ada bodoran Sunda, topeng, gamelan Sunda, wayang golek, wayang kulit. Dalangnya Dalang Gober. Kemudian, ada juga turunan-turunan Ijem Karawang, karena Ijem itu salah satu legenda Karawang. Kita tampilkan juga debus,” paparnya, menggarisbawahi pentingnya menghadirkan kesenian tradisional dan legenda daerah di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan kebudayaan membutuhkan keterlibatan generasi muda. Warisan leluhur, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi perlu dikenalkan kembali melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Paling tidak, Dewan Menyapa Budaya itu juga untuk menyadarkan kaum muda Karawang bahwa kita harus memahami sejarah-sejarah Karawang. Kita juga harus mengetahui nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur, karena kadang-kadang generasi sekarang mungkin tidak menyadarinya. Nah, itu juga kita bangkitkan kembali,” tegasnya, menitipkan pesan agar generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaan daerahnya.
Pernyataan tersebut menempatkan pelestarian budaya bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kesinambungan identitas daerah. Keterlibatan generasi muda menjadi penting agar kesenian, sejarah, dan nilai-nilai leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Budaya dirawat agar sejarah tidak terputus, identitas daerah tetap terjaga, dan generasi penerus mengenali akar yang membentuk Karawang.
Semangat pengabdian kepada masyarakat berlanjut dalam kehadiran Kang Pipik pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 LSM Kaliber Indonesia Bersatu, Minggu (25/10/2026). Dalam organisasi tersebut, Kang Pipik mengemban peran sebagai Dewan Pembina.
Ia memandang perjalanan panjang Kaliber sebagai bagian dari dinamika perkembangan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Karawang. Konsistensi organisasi dalam mempertahankan eksistensi dan solidaritas selama 22 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap kehidupan sosial.
“Kaliber ini adalah salah satu fondasi cikal bakal organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Karawang. Selama 22 tahun mereka tetap eksis, tetap solid, bahkan sampai hadir dari beberapa provinsi yang ada di Indonesia,” ungkapnya, memberikan apresiasi terhadap perjalanan dan konsistensi organisasi.
Namun, bagi Kang Pipik, usia organisasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan tanggung jawab sosial. Keberadaan lembaga swadaya masyarakat tidak cukup hanya diukur dari lamanya berdiri atau luasnya jaringan, tetapi juga dari kemampuannya memperjuangkan aspirasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mempertahankan fungsi kontrol sosial dalam mengawal dinamika politik dan kebijakan publik.
“Saya menekankan kepada LSM Kaliber untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terus mengabdikan diri untuk masyarakat, menjadi kontrol sosial, dan tetap menjaga keseimbangan antara masyarakat, politik, serta kebijakan-kebijakan yang ada,” tegas Kang Pipik, menggarisbawahi peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keseimbangan antara aspirasi warga dan penyelenggaraan kebijakan.
Artikulasi tersebut meneguhkan pesan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka bagi aspirasi masyarakat. Fungsi kontrol sosial dapat dijalankan melalui pengawasan yang objektif, kritik yang bertanggung jawab, serta dorongan terhadap transparansi dan akuntabilitas kebijakan.
Dalam konteks tersebut, organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga dapat berperan sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan perhatian para pemangku kepentingan.
Kang Pipik turut mendorong agar Kaliber terus mengembangkan kegiatan positif, termasuk pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu ruang pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dorongan tersebut mempertegas bahwa kontribusi organisasi kemasyarakatan memiliki cakupan luas, mulai dari menjaga persatuan, mengawal kebijakan, menyuarakan aspirasi, hingga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Perjalanan 22 tahun Kaliber pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi terhadap masyarakat. Soliditas internal perlu disertai konsistensi dalam menjalankan fungsi sosial agar keberadaan organisasi memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Persatuan diperkuat agar masyarakat tetap kokoh, kontrol sosial dijalankan agar kebijakan memperoleh pengawasan, dan pemberdayaan ekonomi didorong agar manfaat pengabdian semakin dirasakan warga.
Perhatian terhadap kepentingan masyarakat juga tercermin dalam kehadiran Kang Pipik pada kegiatan silaturahmi dan peringatan HUT ke-6 Perjuangan Ojek Online Karawang (POK). Dalam organisasi tersebut, ia mengemban peran sebagai Dewan Kehormatan.
Kang Pipik mengenang bahwa dirinya turut mengikuti perjalanan perjuangan POK melalui diskusi bersama para pengemudi sekitar 2020, setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, gerakan tersebut tumbuh dari kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi sesama pengemudi, terutama mengenai hak, kesejahteraan, dan kebijakan kemitraan dengan perusahaan penyedia aplikasi.
“Saya ikut hadir silaturahmi bersama Perjuangan Ojek Online Karawang atau POK. Di hari jadinya yang keenam ini, saya juga sebagai Dewan Kehormatan bagi mereka. Dalam tonggak sejarah perjuangannya, saya juga ikut duduk bersama mereka, berdiskusi sekitar tahun 2020-an, setelah COVID-19,” ungkapnya, merefleksikan keterlibatannya dalam diskusi pada masa awal perjuangan organisasi.
Ia menyoroti upaya para pengemudi dalam menyampaikan aspirasi kepada perusahaan penyedia aplikasi, khususnya terkait pembagian pendapatan dan peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, komunikasi antara pengemudi dan perusahaan menjadi bagian penting dalam membahas berbagai persoalan yang muncul dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.
“Teman-teman dari Perjuangan Ojek Online Karawang memperjuangkan hak-hak para driver ojek online yang dikomunikasikan dengan para aplikator. Mereka terus berjuang bagaimana kesejahteraan para driver, termasuk kebijakan aplikator mengenai bagi hasil dan lain-lain,” paparnya, menegaskan pentingnya ruang dialog untuk memperjuangkan aspirasi serta kesejahteraan pengemudi.
Pernyataan tersebut menyoroti persoalan yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi para pengemudi dan keluarga mereka. Karena itu, pembahasan mengenai kebijakan, pembagian pendapatan, serta mekanisme penyampaian keluhan perlu menjadi bagian dari komunikasi yang berkelanjutan antara pengemudi dan perusahaan penyedia aplikasi.
Kang Pipik juga mengapresiasi perkembangan POK selama enam tahun perjalanan. Ia menilai organisasi tersebut telah menunjukkan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi pengemudi, bahkan menjangkau perhatian di tingkat nasional hingga internasional.
“Setelah enam tahun perjuangan mereka, perkembangannya sangat luar biasa, bahkan sampai tingkat nasional dan internasional. Saya salut dengan perjuangan ojek online Karawang yang namanya diperhitungkan di kancah nasional, bahkan internasional,” tegasnya, memberikan apresiasi atas perjalanan dan solidaritas POK dalam mengawal kepentingan pengemudi.
Lebih jauh, ia menempatkan kepedulian terhadap sesama pengemudi sebagai salah satu fondasi penting dalam perjalanan organisasi tersebut.
“Orang-orang yang mendirikan Perjuangan Ojek Online Karawang ini adalah orang-orang yang benar-benar peduli terhadap sesama mereka, para driver online di Karawang khususnya, dan umumnya juga di Indonesia,” tuturnya, menempatkan solidaritas sebagai kekuatan yang perlu dijaga dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
Menutup pernyataannya, Kang Pipik menyampaikan dukungan bagi keberlanjutan perjuangan organisasi tersebut.
“Selamat dan sukses terus buat Perjuangan Ojek Online Karawang,” ucapnya, menyampaikan harapan agar POK terus memperkuat solidaritas dan mengawal aspirasi kesejahteraan para pengemudi.
