Breakthenewshukum | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | Apakabaribukota | JAKARTA, 22 Juli 2026 – Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-66 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Korps Adhyaksa dalam menegakkan supremasi hukum serta menghadirkan keadilan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Mengusung tema “Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan Hukum dan Keadilan”, peringatan tahun ini menegaskan komitmen Kejaksaan untuk terus memperkuat kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang objektif, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Praktisi hukum Naufal Rodiyatul Maula menyampaikan bahwa Hari Bhakti Adhyaksa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang evaluasi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Menurutnya, di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap transparansi, kepastian hukum, dan rasa keadilan, aparat penegak hukum dituntut untuk terus melakukan pembenahan, memperkuat profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan penegakan hukum yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan penegakan hukum yang tegas, tetapi juga penegakan hukum yang dapat dipercaya. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kepastian hukum, tetapi juga keadilan yang benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme harus menjadi standar dalam setiap pelaksanaan tugas. Integritas harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan, sedangkan nilai-nilai humanis harus menjadi jiwa dalam setiap proses penegakan hukum.
Menurutnya, setiap kewenangan yang dimiliki aparat penegak hukum merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap perkara harus ditangani secara objektif, independen, dan berdasarkan hukum, fakta, serta hati nurani yang bersih.
“Kewenangan adalah amanah, hukum adalah pedoman, integritas adalah kehormatan, dan keadilan adalah tujuan,” tegas Naufal.
Lebih lanjut, Naufal menjelaskan bahwa penegakan hukum yang humanis bukan berarti mengurangi ketegasan terhadap setiap pelanggaran hukum. Sebaliknya, pendekatan humanis merupakan kemampuan aparat penegak hukum untuk tetap menghormati martabat manusia, memahami persoalan secara menyeluruh, serta memastikan bahwa tujuan utama hukum adalah menghadirkan keadilan yang bermartabat.
Ia menambahkan bahwa keadilan yang sejati tidak hanya diukur dari putusan hukum semata, tetapi juga dari hadirnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, keteladanan, serta keberanian dalam menegakkan kebenaran harus terus menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pada momentum Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 ini, Naufal mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan tema “Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan Hukum dan Keadilan” sebagai komitmen bersama dalam memperkuat supremasi hukum di Indonesia.
“Hukum harus berdiri tegak, tetapi tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaan. Kepercayaan masyarakat tidak lahir hanya dari kewenangan, melainkan dari keteladanan, konsistensi, transparansi, dan keberanian untuk menegakkan kebenaran,” kata Naufal menegaskan.
Momentum Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian Korps Adhyaksa dalam mewujudkan sistem penegakan hukum yang profesional, bersih, berintegritas, dan humanis, sehingga mampu memberikan kepastian hukum, kemanfaatan, serta rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“22 Juli 2026″ Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66”
“Profesional dalam menjalankan tugas.
Berintegritas dalam setiap pengabdian.
Humanis dalam menghadirkan keadilan.”
