Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bergerak Bhakti KA” KARAWANG — Geliat ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 melalui Bazar UMKM dan Industri Motekar Preneur yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 September 2026 tersebut menghadirkan 123 stan yang diisi pelaku UMKM dan industri. Kehadiran para pelaku usaha itu menjadi ruang bagi produk lokal untuk tampil, dikenal masyarakat, sekaligus membuka peluang pemasaran dan jejaring usaha.
Motekar Preneur tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi Karawang ke-393, tetapi juga membawa pesan bahwa ekonomi masyarakat perlu terus diberi ruang untuk bergerak dan berkembang.
Dalam momentum tersebut, keterlibatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang turut menjadi perhatian. Saat dikonfirmasi media mengenai pembukaan kegiatan, Wakil Ketua Umum Kadin Kabupaten Karawang, Mas Azis, memastikan bahwa jajaran Kadin turut hadir dalam pembukaan Motekar Preneur.
“Walaikum salam buka kebetulan ketua skrg LG ngebuka,” ungkap Mas Azis dalam respons wawancaranya kepada jurnalis, memastikan keterlibatan Kadin dalam pembukaan kegiatan sekaligus menunjukkan dukungan dunia usaha terhadap geliat UMKM pada momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan ekosistem dunia usaha yang lebih luas. Bagi Karawang, penguatan UMKM memiliki arti penting karena keberadaan usaha masyarakat perlu berjalan beriringan dengan perkembangan industri yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Tidak hanya hadir dalam kegiatan UMKM, Kadin juga membawa agenda strategis untuk mendorong usaha masyarakat agar dapat berkembang dan memiliki akses lebih luas terhadap rantai ekonomi.
“Sesuai dengan mandat Keppres No. 18/2022, Kadin merumuskan program kerja yang berfokus pada upaya menjalankan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional, Terutama dikota karawang, Membantu jutaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas, terhubung dengan rantai global,” tegas Mas Azis dalam keterangannya kepada media, menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari agenda strategis Kadin agar usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai ekonomi yang lebih luas.
Mas Azis menilai penguatan UMKM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi Karawang. Pelaku usaha membutuhkan ruang untuk berkembang, akses pasar, jejaring, peningkatan kapasitas serta peluang agar produk lokal dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Di tengah karakter Karawang sebagai kawasan industri, keterhubungan antara UMKM dan industri menjadi salah satu peluang yang perlu terus dibangun. Pertumbuhan industri diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat membuka ruang bagi usaha masyarakat untuk ikut tumbuh.
Selain mendorong UMKM, Kadin Kabupaten Karawang juga mengambil bagian dalam proses perumusan arah pembangunan industri daerah melalui Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK).
Mas Azis mengungkapkan bahwa Kadin bersama Pansus DPRD dan akademisi dari Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) tengah merumuskan Peraturan Daerah mengenai RPIK.
“Dan kebetulan kadin juga bersama dengan Pansus DPRD akademisi dari unsika sedang merumuskan perda tentang RPIK (rencana pembangunan industri kabupaten ) semoga hasilnya bisa membantu dan bermanfaat buat masyarakat karwang mohon doa nya dari masyarakat dan para pemuda pemudi Karawang kita gelorakan Karawang untuk Negeri tercinta kita ini,” ungkap Mas Azis dalam penyampaian pandangannya kepada jurnalis, menegaskan adanya ikhtiar bersama antara dunia usaha, legislatif dan akademisi untuk menata arah pembangunan industri Karawang agar kebijakan yang dirumuskan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan dukungan dari masyarakat dan generasi muda Karawang. Sebab, pembangunan industri dan ekonomi daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun dunia usaha, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari kekuatan pembangunan.
Ajakan untuk menggelorakan Karawang untuk negeri menjadi pesan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah. Generasi muda diharapkan mampu mengambil peran dalam menciptakan gagasan, usaha, inovasi dan kontribusi bagi masa depan Karawang.
Rangkaian langkah tersebut kemudian diletakkan dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Bagi Kadin, usia daerah bukan sekadar angka perayaan, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat kembali potensi sekaligus arah yang harus diperkuat pada masa mendatang.
“Selamat Ulang Tahun ke-393 Kota karawang Semoga terus maju, inklusif, berbudaya, dan siap melangkah menuju Indonesia emas sebagai kota industri penyangga utama Ibu Kota Negara (Jakarta) yang memiliki peran sangat strategis dalam menopang perekonomian nasional,” sampaikan Mas Azis dalam pesan Hari Jadi Karawang ke-393, menitipkan harapan agar kemajuan ekonomi dan industri tetap berjalan bersama nilai inklusivitas serta budaya, sekaligus memperkuat peran strategis Karawang dalam menopang perekonomian nasional.
Ucapan tersebut menjadi pesan sekaligus harapan agar Karawang terus berkembang tanpa kehilangan karakter dan akar budayanya. Kemajuan industri diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas.
Motekar Preneur dengan 123 stan menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana masyarakat terus menghidupkan roda ekonomi. Di balik setiap stan terdapat pelaku usaha, kreativitas, produk lokal dan perjuangan masyarakat untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan sumber penghidupan.
Sementara itu, proses perumusan RPIK menjadi bagian dari upaya menyiapkan arah pembangunan industri agar perkembangan sektor industri Karawang memiliki landasan kebijakan yang lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan daerah di masa mendatang.
Dari dua ruang tersebut, terlihat satu pesan yang sama bahwa masa depan ekonomi Karawang membutuhkan keseimbangan antara kekuatan UMKM dan industri, antara aktivitas ekonomi dan kebijakan, serta antara pembangunan hari ini dan kepentingan generasi yang akan datang.
Rangkaian pandangan Mas Azis juga memperlihatkan bahwa Kadin ingin menempatkan dunia usaha bukan hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi sebagai bagian dari mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi daerah.
Di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, semangat tersebut menjadi semakin bermakna.
UMKM bergerak melalui Motekar Preneur, dunia usaha mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, sementara Kadin bersama Pansus DPRD dan akademisi UNSIKA mengambil bagian dalam menata arah industri melalui RPIK.
