Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bakti Tanpa Henti” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Karawang menegaskan bahwa penataan sementara stand UMKM di kawasan Lapangan Karang Pawitan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dan keberlangsungan ekonomi kerakyatan.
Di satu sisi, kawasan tersebut dipersiapkan untuk mendukung rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara, sementara di sisi lain pemerintah memastikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM tetap berjalan melalui program “Nobar Juara (Nonton Bareng Piala Dunia, Jajan Produk UMKM Karawang)”.
Program Nobar Juara (Nonton Bareng Piala Dunia, Jajan Produk UMKM Karawang) berlangsung mulai 27 Juni hingga 20 Juli 2026 di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Program tersebut menjadi wadah kebersamaan masyarakat dalam menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 sekaligus mendorong peningkatan transaksi ekonomi melalui promosi dan penjualan produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Karawang.
Namun, menjelang pelaksanaan kegiatan Hari Bhayangkara, dilakukan penataan sementara kawasan dengan membongkar stand UMKM. Kondisi tersebut sempat menimbulkan pertanyaan dari masyarakat yang datang ke Lapangan Karang Pawitan untuk berbelanja.
Menanggapi hal tersebut, H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M., dari Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan hanya untuk sementara waktu sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Hari Bhayangkara.
“Dibongkar karena besok ada kegiatan Hari Bhayangkara, nanti tanggal 3 dipasang kembali,” terangnya saat memberikan keterangan pers, (30/6/2026).
Ia menegaskan bahwa setelah seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara selesai dilaksanakan, stand UMKM akan kembali dipasang sehingga para pelaku usaha dapat melanjutkan aktivitas usahanya seperti biasa dan masyarakat kembali dapat menikmati produk-produk unggulan UMKM Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapan agar produk-produk UMKM yang dipasarkan ke depan semakin beragam sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi para pengunjung.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan bahwa informasi mengenai pengembangan produk akan disampaikan setelah proses pendataan selesai dilakukan.
“Besok saja ya, datanya di Bu Leoni ya,” jelasnya singkat.
Lebih lanjut, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses penataan berlangsung.
“Kepada warga-wargi Karawang mohon maaf untuk satu hari ke depan stand UMKM-nya dibongkar dulu,” imbuhnya.
Menurutnya, penataan kawasan tersebut tidak mengurangi komitmen Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Justru melalui kegiatan seperti Nobar Juara, pemerintah ingin menghadirkan ruang publik yang produktif, di mana masyarakat dapat menikmati kebersamaan menyaksikan Piala Dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada para pelaku UMKM lokal.
Program Nobar Juara menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang memadukan olahraga, hiburan, dan promosi produk lokal dalam satu ruang publik.
Kehadiran masyarakat selama kegiatan berlangsung diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkenalkan produk-produk unggulan Karawang kepada masyarakat yang lebih luas.
Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang memastikan bahwa pembongkaran stand UMKM hanya bersifat sementara.
Mulai 3 Juli 2026, stand akan kembali dipasang dan aktivitas Nobar Juara (Nonton Bareng Piala Dunia, Jajan Produk UMKM Karawang) akan kembali berjalan sebagaimana mestinya hingga berakhir pada 20 Juli 2026.
Melalui sinergi antara penataan kawasan, dukungan terhadap agenda nasional, dan penguatan sektor UMKM, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat yang mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
