BAZNAS Karawang Menyalakan Cahaya Muharram: Dari Mustahik Menuju Muzaki, Menguatkan Kemandirian Ekonomi Umat dan Memuliakan 1.000 Anak Yatim Dhuafa

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bakti Tanpa Henti” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG – Ketika cahaya Muharram menyinari perjalanan umat, hadir pula harapan baru yang tumbuh dari semangat berbagi, kepedulian, dan pemberdayaan. Di bulan yang dimuliakan Allah SWT ini, BAZNAS Kabupaten Karawang meneguhkan ikhtiarnya dalam menyalakan cahaya kebaikan yang tidak hanya menerangi kehidupan anak-anak yatim dhuafa, tetapi juga membangun jalan kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab hakikat zakat bukan sekadar memberi untuk hari ini, melainkan menghadirkan perubahan untuk masa depan, mengangkat mustahik menuju muzaki, mengubah keterbatasan menjadi kesempatan, serta menumbuhkan kesejahteraan yang berakar pada nilai-nilai keadilan, kebermanfaatan, dan kepedulian sosial.

Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan peringatan 10 Muharram menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta membangun kesadaran bahwa keberkahan harta tidak hanya terletak pada apa yang dimiliki, tetapi juga pada apa yang dibagikan kepada sesama.

Dalam semangat itulah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial yang bertujuan menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.

Pada pertengahan tahun 2026, BAZNAS RI meluncurkan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada penguatan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Program tersebut meliputi Santripreneur Klaster Fesyen 2026, pengembangan jaringan Zmart, serta program sosial nasional Lebaran Anak Yatim 2026 yang menjadi bagian dari gerakan besar pemberdayaan dan perlindungan sosial berbasis zakat.

Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026 dirancang sebagai wadah pembinaan kewirausahaan bagi generasi muda pesantren agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan produktif.

Sementara itu, program Zmart terus diperluas sebagai bentuk penguatan usaha mikro masyarakat agar memiliki daya saing dan kemampuan berkembang secara berkelanjutan.

Di Kabupaten Karawang, semangat pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui program unggulan Z-Mart, Z-Auto, dan Balai Ternak yang selama ini menjadi instrumen utama pendistribusian dan pendayagunaan zakat produktif.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Karawang, H. Asep Abdullah Syafe’i, A.Md., menjelaskan bahwa seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata di tengah masyarakat.

“Program unggulan BAZNAS Karawang seperti Z-Mart, Z-Auto, dan Balai Ternak merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi keumatan. Tujuan besar yang ingin diwujudkan adalah mengubah kehidupan mustahik menjadi muzaki atau munfik. Dari yang semula menerima bantuan menjadi pribadi yang mampu mandiri, berkembang, memiliki usaha, dan pada akhirnya mampu berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana dana tersebut mampu mengubah kualitas hidup masyarakat penerima manfaat. Ketika mustahik mampu bangkit dan menjadi pihak yang memberi manfaat kepada orang lain, maka zakat telah menjalankan fungsi peradabannya secara utuh.

Selain memperkuat pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kabupaten Karawang juga terus menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian utama pada bulan Muharram tahun ini adalah pelaksanaan Santunan 1.000 Anak Yatim Dhuafa dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tersebut dihadiri oleh Bupati Karawang, Wakil Bupati Karawang, Ketua BAZNAS Kabupaten Karawang beserta para Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Karawang, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan anak yatim dhuafa dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang.

Dalam keterangan persnya, Muhammad Aslih, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam memuliakan anak-anak yatim dhuafa.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, BAZNAS Kabupaten Karawang turut menghadiri kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim Dhuafa dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah. Momentum 10 Muharram menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dhuafa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak yatim bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang harus terus dijaga bersama.

“Semoga santunan yang diberikan dapat menjadi penyemangat, membawa kebahagiaan, serta keberkahan bagi para penerima manfaat,” katanya.

Muhammad Aslih juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki, munfik, dan para dermawan yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Karawang.

“Terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para dermawan yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Karawang. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.

Momentum 10 Muharram atau Hari Asyura menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga turut membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

BAZNAS Kabupaten Karawang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat.

“Semoga semangat Tahun Baru Islam dan keberkahan 10 Muharram menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Karawang yang maju, sejahtera, religius, dan berkeadilan. Dari zakat lahir harapan, dari kepedulian tumbuh kemandirian, dan dari kebersamaan terbangun masa depan umat yang lebih bermartabat,” pungkas H. Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!