Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bakti Tanpa Henti” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG, JAWA BARAT — Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi momentum spiritual yang sarat makna bagi umat Islam. Tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, Idul Adha juga menjadi pengingat tentang pentingnya keikhlasan, pengorbanan, rasa syukur, serta kepedulian sosial terhadap sesama manusia.
Ditengah suasana penuh keberkahan tersebut, sosok Lia Aulia atau Voliawati Prihantari, perempuan asal Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, turut menyampaikan pesan mendalam mengenai makna Idul Adha melalui aktivitas sosial dan unggahannya yang terpantau media suaraindonesiatv.com.
Dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan berbagi kepada sesama, Lia Aulia memandang bahwa Idul Adha merupakan bentuk ibadah yang telah menjadi ketetapan Allah SWT bagi umat Muslim untuk dijalankan dengan penuh ketulusan dan rasa syukur.

Dalam percakapan penuh kehangatan pada momentum Hari Raya Idul Adha, ucapan penuh doa dan silaturahmi disampaikan kepadanya:
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Teteh Lia Aulia. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Idul Adha ini membawa keberkahan, kedamaian, serta mempererat tali silaturahmi dan kepedulian kepada sesama.”
Dengan penuh keramahan dan kesederhanaan, Lia Aulia pun menjawab hangat:
“Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatu kang, mohon maaf lahir dan batin juga. Selamat Hari Raya Idul Adha semoga kita semua selalu diberikan keberkahan dan kesehatan oleh Allah SWT.”
Tak hanya itu, melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (27/5/2026), Lia Aulia juga menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sehingga dirinya masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan melalui ibadah kurban.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, mohon maaf lahir batin. Alhamdulillah tahun ini masih bisa berbagi kebahagiaan yang diberikan rezeki oleh Allah SWT untuk berqurban. Terimakasih semua karena Allah dan Barakallah agar semua amal ibadah jadi pahala dan diterima-Nya,” tulisnya.
Ia pun menutup unggahannya dengan doa dan harapan spiritual:
“Bismillah tahun depan bisa menunaikan ibadah haji, amin Allahuma amin.”
Dalam keterangannya saat wawancara daringnya pada Kamis (28/5/2026), Lia Aulia menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar tentang perayaan besar, melainkan momentum ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
“Sesungguhnya tidak ada harapan yang terlalu signifikan selain memang ini adalah ibadah yang sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT bagi kita sebagai umat Muslim untuk merayakan Hari Raya Idul Adha,” ungkapnya.
Menurut Lia Aulia, sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan menjalankan Puasa Arafah dan memperbanyak doa kepada Allah SWT, terutama ketika para jamaah haji sedang menjalankan wukuf di Padang Arafah.
“Sebelum lebaran kita menjalankan Puasa Arafah dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya agar dikabulkan oleh Allah SWT, karena pada saat itu para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Idul Adha menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama melalui ibadah kurban.

“Lalu keesokan harinya kita berkumpul bersama keluarga, saling bermaafan, dan jika mampu berqurban maka kita berbagi kebahagiaan dengan sesama,” lanjutnya.
Bagi Lia Aulia, makna terbesar Idul Adha adalah menjaga rasa syukur atas seluruh rezeki yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus berharap pahala dan keberkahan dari setiap ibadah yang dijalankan.
“Dengan memaknai Idul Adha, semoga kita senantiasa bersyukur atas segala rezeki yang diberikan Allah SWT dan mendapatkan pahala dari ibadah yang kita laksanakan, agar hidup kita selalu dilindungi, diberikan keberkahan, keridhoan, serta kebahagiaan oleh Allah SWT, baik di dunia hingga akhirat nanti. Aamin Ya Rabbal ‘Alamin,” pungkasnya.
Dalam ajaran Islam, Idul Adha memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois, keserakahan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Kurban menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, serta kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya terletak pada apa yang dimiliki manusia, tetapi pada seberapa besar manfaat dan cinta kasih yang mampu diberikan kepada sesama.
Dari Kabupaten Karawang, semangat berbagi dan nilai ukhuwah Islamiyah itu kembali dihidupkan melalui pesan sederhana namun penuh makna yang disampaikan Lia Aulia. Bahwa dalam setiap rezeki terdapat hak orang lain, dalam setiap ibadah terdapat jalan menuju keberkahan, dan dalam setiap keikhlasan terdapat ketenangan yang Allah SWT janjikan bagi hamba-hamba-Nya.
Semoga Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menghadirkan keberkahan dan keridhoan Allah SWT bagi seluruh umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamin Ya Rabbal ‘Alamin.
