Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | Transformasi Perbaikan Dari Daerah | Untuk Indonesia | KARAWANG, 23 April 2026 — Di setiap jalan yang dibangun, sesungguhnya tersimpan arah peradaban yang sedang ditata. Ia bukan sekadar lintasan aspal yang menghubungkan ruang, melainkan jembatan harapan yang mengikat kehidupan,antara kerja dan penghidupan, antara akses dan kesempatan, antara hari ini dan masa depan.
Dalam kesadaran itulah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang mempertegas perannya sebagai garda teknis pembangunan, menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga bernilai bagi keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut tampak nyata saat Bupati Aep Syaepuloh turun langsung meninjau pengerjaan jalan dari Lampu Merah Johar menuju arah Polres Karawang sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang dalam pelaksanaannya didampingi langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang, H. Rusman Kusnadi, bersama jajaran teknis di lapangan.
Pekerjaan ini mencakup total panjang penanganan 4.279 meter untuk dua jalur, dengan lebar masing-masing 7,0.meter.
Ruas jalan tersebut menjadi salah satu titik strategis dengan intensitas lalu lintas yang tinggi, sehingga perbaikan yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Karawang menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPUPR yang dinilai solid dan konsisten dalam memastikan kualitas pekerjaan di lapangan.
Hal itu juga disampaikan melalui unggahan di kanal Instagram pribadinya, di mana ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dinas, termasuk para kepala bidang yang aktif memantau langsung bersama Kepala Dinas, di tengah terik sinar matahari di siang hari.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang, H. Rusman Kusnadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan elemen krusial dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Iya bahwa pembangunan infrastruktur merupakan prasarana yang sangat vital dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu ke depan menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara arah kebijakan pimpinan daerah dan implementasi teknis di lapangan.
“Iya pastinya harus sinergi antara kebijakan pimpinan dengan implementasi di lapangan. Dan kami terus berupaya bagaimana mengaktualisasikan kebijakan pimpinan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas dan kuantitas serta percepatan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Terkait pertimbangan teknis pembangunan jalan, Rusman menyampaikan bahwa fokus utama adalah pelayanan optimal bagi masyarakat, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan.
“Pertimbangannya agar dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan, karena pada ruas jalan tersebut lalu lintasnya sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait pelebaran jalan. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan bukanlah pelebaran, melainkan pengembalian lebar jalan sesuai standar.
“Sebenarnya tidak ada pelebaran dalam pekerjaan ini, hanya saja di lapangan ada beberapa oprit jalan masuk yang menggunakan perkerasan jalan, sehingga pada saat ini kita kembalikan ke semula sehingga lebar jalan memenuhi lebar standar yaitu 7 meter dari yang semestinya,” tegasnya membenarkan.
Dalam menjaga keselamatan selama proses pengerjaan, DPUPR telah melakukan langkah antisipatif melalui pengaturan lalu lintas.
“Ya tentunya dengan memasang rambu-rambu peringatan dan pengaturan lalu lintas, sehingga lalu lintas tetap berjalan dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanannya,” katanya.
Rusman juga menyoroti pentingnya budaya kerja yang harmonis dan bertanggung jawab di lingkungan DPUPR.
“Ya tentunya kita harus saling menjaga dan menghormati satu sama lain sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kita juga harus menyamakan persepsi tujuan dari organisasi lembaga ini, yaitu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dalam bidang ke-PU-an,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap personel harus menjalankan tugasnya sesuai regulasi.
“Disamping itu personil atau pejabat harus bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing sesuai dengan regulasi yang ada,” lanjutnya.
Dalam hal keterbukaan, DPUPR Karawang menyatakan siap menerima berbagai masukan dari masyarakat.
“Tentunya kami sangat terbuka menerima kritikan tapi dengan berbasis data yang valid Dan Kritikisasme Kontrukstif, ataupun informasi maupun usulan terkait dengan kegiatan yang menjadi tupoksi Dinas PUPR,” katanya tegas.
Terkait partisipasi masyarakat, pihaknya tetap mengacu pada aturan yang berlaku, namun juga menghadirkan program inovatif.
“Terkait dengan partisipasi pekerjaan tentunya kami mengacu kepada aturan atau regulasi yang berlaku. Tetapi saat ini kami punya program Asih Salira yang mana melibatkan masyarakat secara langsung dalam rangka pemberesihan saluran-saluran air atau drainase yang macet,” jelasnya.
Dari sisi dampak, pembangunan jalan ini dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tentu saja kontribusinya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena dapat memperlancar arus mobilisasi barang dan orang sehingga biaya operasional menjadi lebih murah dan akan mempermudah aktivitas masyarakat baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosialnya,” ungkapnya.
Namun demikian, Rusman mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada aspek pemeliharaan infrastruktur.
“Ya memang betul kadang-kadang kita bisa membangun tapi tidak sanggup untuk memelihara. Ternyata biaya pemeliharaan ini memang sangat-sangat memerlukan biaya cukup besar,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, DPUPR telah menyiapkan sistem pemeliharaan yang berkelanjutan.
“Oleh karena itu untuk mengeliminir biaya pemeliharaan ini, kami sudah mempunyai 4 Tim Satgas Jalan yang disiapkan memelihara jalan setiap saat dan kami pun menyiapkan material hotmix yang bisa diambil setiap kali dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada sistem drainase sebagai faktor penting dalam menjaga ketahanan jalan.
“Disamping itu juga kami melaksanakan program-program kegiatan pembuatan dan pemeliharaan drainase jalan dalam rangka mengurangi percepatan kerusakan jalan. Karena kita tahu musuh jalan itu adalah air,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa DPUPR juga memiliki tim khusus untuk penanganan drainase.
“Untuk pemeliharaan drainase jalan kami juga punya 5 Tim Biru yang setiap saat bisa memelihara saluran drainase yang mampet atau memang mengalami pendangkalan,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Rusman Kusnadi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Ya, saya berpesan kepada masyarakat marilah kita jaga infrastruktur-infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah ini untuk keberlangsungan kepentingan masyarakat juga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bersama.
“Tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase yang menyebabkan mampetnya saluran tersebut, tidak mendirikan bangunan di atas saluran drainase yang dapat mengakibatkan terganggunya aliran saluran, dan bagi para pengguna jalan muatannya tidak melebihi yang diizinkan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna:
“Intinya marilah kita gunakan infrastruktur tersebut sesuai fungsinya dan kapasitasnya.”
Pembangunan infrastruktur di Karawang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan dan peradaban.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, setiap ruas jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dalam manfaat bagi kehidupan bersama.
