“Menyalakan Keteladanan, Menggerakkan Nurani: Jabar Bergerak Karawang Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah Daerah”

Share

Kabar Negeri | Jabartimenews | suaraindonesiatv.com | Nasional. Karawang — Di tengah zaman yang bergerak cepat dan kerap mengukur pengabdian melalui angka serta capaian, kepemimpinan sejati justru diuji pada hal yang paling mendasar, keteladanan.

Bukan pada seberapa lantang arahan disampaikan, melainkan pada seberapa jujur nilai dijalani. Dari kesadaran inilah Jabar Bergerak Kabupaten Karawang meneguhkan kembali jati dirinya, bahwa melayani manusia adalah panggilan nurani, bukan sekadar rutinitas organisasi.

Pelantikan Pengurus Jabar Bergerak Kabupaten Karawang Periode 2026–2031 menjadi momentum penting untuk menegaskan arah gerakan kemanusiaan yang berakar pada nilai, keberpihakan, dan tanggung jawab moral. Momentum ini tidak hanya menandai pergantian struktur kepengurusan, tetapi juga pembaruan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian yang tulus.

Dalam sesi wawancara daring, dr. Evie Ratna Dewi, S.A., S.H., MARS menyampaikan pandangannya mengenai makna kepemimpinan, filosofi bergerak, serta nilai humanisme yang harus dijaga agar gerakan sosial tetap hidup, relevan, dan bermakna.

Menurut dr. Evie, hakikat kepemimpinan tidak terletak pada kekuatan instruksi, melainkan pada kekuatan teladan. Masyarakat yang haus akan panutan membutuhkan pemimpin yang berani berjalan lebih dulu, membiarkan jejak langkahnya menjadi bahasa yang paling dapat dipercaya.

“Arahan bisa dipatuhi karena takut, tetapi teladan diikuti karena kepercayaan. Karena itu saya memilih memberi contoh nyata terlebih dahulu agar dapat diikuti oleh seluruh pengurus Jabar Bergerak Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Lebih jauh, dr. Evie memaknai nama Jabar Bergerak sebagai seruan moral. Bagi dirinya, kata bergerak bukan sekadar menunjuk pada aktivitas fisik atau deretan program kerja, melainkan sebuah sikap hidup dan panggilan pengabdian. Bergerak berarti tidak membiarkan kepedulian berhenti pada niat, serta tidak membiarkan empati tinggal dalam wacana.

“Bergerak adalah keberanian untuk melangkah, meski pelan dan meski lelah, demi memberi makna bagi sesama. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa Jabar Bergerak harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Dalam menjalankan kerja-kerja sosial, dr. Evie juga menekankan pentingnya menjaga nilai humanisme agar gerakan tidak kehilangan jiwanya. Menurutnya, masyarakat tidak boleh direduksi menjadi angka, target, atau laporan administratif semata.

Photo Dok.istimewa Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Karawang

“Di balik setiap data ada wajah, di balik setiap capaian ada cerita hidup dan martabat yang harus dijaga. Gerakan yang humanis selalu dimulai dari mendengar, bukan merasa paling tahu,” ungkapnya. Program boleh terukur dan target boleh dikejar, namun empati dan penghormatan terhadap martabat manusia harus tetap menjadi fondasi utama.

Menatap periode kepengurusan 2026–2031, dr. Evie menyampaikan nilai-nilai yang harus dijaga agar Jabar Bergerak tetap relevan dan berdampak. Nilai tersebut meliputi ketulusan dalam pengabdian, keberpihakan kepada masyarakat yang paling membutuhkan, integritas dan konsistensi dalam menjalankan amanah, serta semangat kolaborasi dan kerendahan hati.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti pada satu periode. Ia harus menanam nilai, kapasitas, dan harapan yang terus hidup, bahkan ketika kepengurusan berganti,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Karawang menyampaikan komitmen organisasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Jabar Bergerak Kabupaten Karawang akan bersinergi secara aktif dengan Jabar Bergerak Pusat serta Pemerintah Daerah dalam membantu masyarakat melalui program-program kemanusiaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Jabar Bergerak tidak berjalan sendiri. Kami membangun sinergi dengan Jabar Bergerak Pusat dan Pemerintah Daerah agar gerakan sosial ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil membawa manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat program-program unggulan Jabar Bergerak Kabupaten Karawang akan segera diluncurkan.

“Program unggulan tersebut dirancang untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya adalah menghadirkan kebermanfaatan bersama yang berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan gerakan sosial tidak diukur dari seberapa besar gaungnya, melainkan dari seberapa dalam dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

“Kami ingin Jabar Bergerak menjadi gerakan yang setia pada nilai kemanusiaan, konsisten dalam pengabdian, dan rendah hati dalam kolaborasi. Bergerak dengan teladan, mengabdi dengan nurani,” pungkasnya.

Pelantikan Pengurus Jabar Bergerak Kabupaten Karawang Periode 2026–2031 pun menjadi penanda awal perjalanan pengabdian yang diharapkan tidak hanya tercatat dalam laporan, tetapi terpatri dalam kehidupan masyarakat.

Teruslah Bergerak Meski Jantung Tak Lagi Berdetak — Salam Kolaborasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!