Kabar Negeri | Berita Karawang | suaraindonesiatv.com | Nasional. Karawang.
— Di saat alam menguji keteguhan manusia, nurani kebangsaan menemukan maknanya yang paling jujur, saling menguatkan dan menjaga kehidupan bersama. Banjir yang melanda Kabupaten Karawang bukan semata peristiwa alam, melainkan panggilan kemanusiaan yang menuntut kehadiran, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Di tengah derasnya air dan keterbatasan, harapan tetap tumbuh dari tangan-tangan yang rela berbagi dan hati yang tak lelah menolong.
Menurut catatan data BPBD Kabupaten Karawang dan dinas sosial Kabupaten Karawang, banjir telah merendam 20 kecamatan dan sekitar 58 desa, dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 2 meter, bahkan di wilayah tertentu seperti Desa Karangligar sempat mencapai lebih dari 3 meter. Kondisi ini menyebabkan lebih dari 9.650 rumah terendam, sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait bersama pemerintah desa terdampak telah menyiapkan posko pengungsian dan dapur umum guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat.
Wilayah dengan kondisi paling kritis dilaporkan berada di Kecamatan Telukjambe Barat, khususnya Desa Karangligar, serta Kecamatan Telukjambe Timur, terutama Desa Sukamakmur. Sementara itu, jalur arteri di Kecamatan Klari juga sempat terendam air hingga 70 sentimeter, mengakibatkan terganggunya mobilitas dan aktivitas warga.
Di tengah ujian tersebut, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Karawang hadir sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan.
Pelaksana kegiatan Wakil Ketua KORMI Kabupaten Karawang, Supriatno, menyampaikan bahwa membantu sesama merupakan kewajiban moral seluruh warga Karawang.
“Sebagai bagian dari masyarakat Karawang, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah banjir. Ketua KORMI Kabupaten Karawang, Ibu Olih Liliawati Ananda Hidayat, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus dan perwakilan INORGA, turut bergerak langsung menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak,” ucapnya semangat.
Pada bantuan logistik gelombang pertama, KORMI Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan langsung ke tiga titik terdampak, yakni Dusun Kapek Desa Karangligar, Gang Lotus Gempol Rawa, dan Poponcol. Bantuan tersebut berupa 400 paket nasi siap makan lengkap dengan lauk-pauk, roti, makanan ringan, serta air mineral, yang telah diterima oleh perwakilan relawan di posko masing-masing wilayah.
Supriatno menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan ini akan terus berlanjut hingga kondisi kembali normal.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak. Mudah-mudahan banjir segera surut dan masyarakat Karawang dapat kembali beraktivitas secara normal,” tutupnya ibu Olih Liliawati Ananda Hidayat SH.MH Ketua KORMI Kabupaten Karawang. Saat memberikan keterangan pers seusai kegiatan tersebut, minggu ” 25/1/2026).
Di tengah derasnya air yang menguji, Karawang kembali meneguhkan jati dirinya sebagai tanah yang kokoh dalam persaudaraan, kuat dalam kepedulian, dan teguh menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Ketua KORMI Kabupaten Karawang ibu Olih Liliawati Ananda Hidayat SH.MH Memperkenalkan Jajaran Pengurus yang terlibat di kegiatan pelayanan kemanusiaan, Terdiri berbagai bidang:

- Supriatno Wakil 2 KORMI
- Susanto Wakil 3 KORMI
- Jamalullael Al Amhari – Sekum KORMI
- Agus Kosasih – Wasekum
- Ema Maesaroh – Bendahara
- Lilis Heriyani – Wakil Bendahara
- Popon Umayanti – Kabid Organisasi
- Rully Ahmad Nurgojali – Bid Organisasi
- Ayu Darmawan – Humas
- Rudi Gembor – Humas
- Hani Agustiani – Humas
- Hari Sarianto – Komisi OPT
- Sofie – Komisi OKK
Dengan struktur pengurus yang lengkap ini, KORMI Kabupaten Karawang menegaskan komitmen mereka dalam menyalurkan bantuan, menggerakkan solidaritas masyarakat, dan memperkuat gotong royong di tengah bencana Karawang.
