Breakthenewstandang | Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “BergerakBhaktiBatik” KARAWANG — Batik Karawang didorong untuk semakin kuat sebagai ikon budaya dan karya kreatif daerah melalui perluasan ruang promosi, penyelenggaraan event yang lebih luas, serta kolaborasi dengan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, industri, perusahaan, pariwisata hingga perhotelan.
Dalam wawancaranya kepada media usai menghadiri kegiatan Hari Batik Nasional yang diselenggarakan oleh KPI Foundation, Kang Pipik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan pameran UMKM sekaligus talkshow yang membahas sejarah Batik Karawang dan berbagai hal terkait pengembangannya.
Kang Pipik mengawali keterangannya dengan menyampaikan salam kepada masyarakat dari berbagai latar belakang sebelum menjelaskan kehadirannya dalam kegiatan tersebut.
“Rahajeng wengi, Om Swastiastu, salam rahayu ring iraga sami. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan. Sampurasun,” demikian salam sapa kang Pipik Taufik Ismail.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya hadir dalam kegiatan Hari Batik Nasional tersebut sebagai pembicara dalam talkshow yang mengangkat sejarah Batik Karawang.
“Saya menghadiri acara Hari Batik Nasional yang diselenggarakan oleh KPI Foundation, di situ ada pameran UMKM terus juga talkshow tentang Batik Karawang. Saya mengisi acara talkshow tentang sejarah Batik Karawang dan yang lainnya,” jelasnya, menerangkan rangkaian kegiatan yang diikutinya.
Dari momentum tersebut, Kang Pipik menyampaikan harapan agar Batik Karawang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi dapat berkembang dan dikenal lebih luas hingga tingkat internasional.
“Di mana kita juga berharap bahwa Batik Karawang bisa mendunia,” ungkapnya, menyampaikan harapan agar karya batik yang tumbuh dari Karawang mampu menjangkau ruang yang lebih luas.
Kang Pipik melihat harapan tersebut memiliki dukungan dari keberadaan talenta-talenta muda yang membawa karya dengan inspirasi Karawang ke tingkat yang lebih luas.
Ia menyebut Akeyla Naraya Alyandina sebagai salah satu desainer muda yang menurutnya telah memiliki pengalaman internasional dan baru kembali dari Kirgistan (Kyrgyzstan).
“Apalagi kita juga punya talenta muda yang namanya Akeyla Naraya Alyandina, katanya itu dari desainer yang sudah go international bahkan baru pulang dari negara Kirgistan (Kyrgyzstan), dan membawa suatu karya-karya Indonesia khususnya karya-karya yang terinspirasi dari Karawang,” paparnya, menggarisbawahi peran talenta muda dalam membawa inspirasi Karawang melalui karya kreatif.
Menurut Kang Pipik, keberadaan potensi tersebut perlu diperkuat dengan dukungan yang lebih nyata agar Batik Karawang dapat memiliki posisi sebagai salah satu identitas daerah.
“Nah, Batik Karawang ini harus menjadi salah satu ikon untuk Karawang dan pemerintah itu juga harus mensuport,” tegasnya, memberikan garis penekanan mengenai pentingnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan Batik Karawang.
Ia berharap dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang lebih luas bagi Batik Karawang untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
“Ikut mensuport bagaimana Batik Karawang bisa lebih dikenal lebih luas, ya mungkin ini harus diselenggarakan untuk event-event yang lebih luas lagi,” tuturnya, mendorong agar promosi Batik Karawang tidak berhenti pada ruang kegiatan yang terbatas.
Lebih jauh, Kang Pipik menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pengembangan Batik Karawang dapat diperkuat melalui keterlibatan dunia industri, perusahaan, pariwisata dan perhotelan.
“Kerja sama dengan industri, dengan perusahaan, dengan pariwisata dan perhotelan dan lain-lain. Itu juga harus digerakkan,” katanya, menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam memperluas pengenalan Batik Karawang.
Selain menjadi pembicara dalam talkshow, Kang Pipik juga mengungkapkan bahwa dirinya turut dipercaya menjadi juri dalam kegiatan tersebut.
“Saya juga ikut menjadi juri untuk menilai busana-busana kreasi dari sahabat-sahabat disabilitas, Kreasi Tuli,” jelasnya.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap proses kreatif yang dilakukan para sahabat disabilitas tersebut. Menurutnya, mereka tidak hanya menjadi peserta yang mengenakan busana, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menciptakan karya.
“Mereka mendesain, ikut membatik, ikut menjahit,” ungkapnya, menyoroti keterlibatan langsung para sahabat disabilitas dalam keseluruhan proses kreatif.
Kang Pipik menilai proses tersebut memiliki nilai tersendiri. Karena itu, penilaian terhadap karya tidak semata-mata diarahkan untuk menentukan siapa yang menghasilkan karya paling bagus, melainkan juga menghargai perjalanan panjang di balik setiap karya.
“Kita juga sebenarnya bukan ke arah yang paling bagus siapa, akan tetapi menghargai bahwa prosesnya sangat panjang,” katanya, meneguhkan pandangan bahwa proses kreativitas menjadi bagian penting yang patut dihargai.
Ia kemudian menguraikan bahwa proses tersebut mencakup penjahitan, pemilihan warna, desain dan berbagai tahapan lainnya sebelum menjadi busana yang dapat ditampilkan.
“Dari penjahitan, dari pemilihan warnanya, dari desain dan lainnya, saya sangat mengapresiasi,” tuturnya, memberikan penghargaan terhadap proses dan kreativitas para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Pipik menyebut terdapat 12 penampilan berpasangan laki-laki dan perempuan yang mengenakan batik hasil desain karya sahabat-sahabat disabilitas dari Kreasi Tuli.
“Yang tadi ada 12 penampilan berpasangan laki-laki dan perempuan dan menggunakan batik hasil desain karya dari sahabat-sahabat disabilitas yang Kreasi Tuli-nya. Ini sangat luar biasa,” urai kang Pipik, menyampaikan apresiasi atas karya yang lahir dari proses kreatif para peserta.
Keterlibatan Kang Pipik sebagai pembicara sekaligus juri dalam kegiatan Hari Batik Nasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian apresiasi terhadap perkembangan Batik Karawang dan kreativitas masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam pengembangannya.
Dari keterangannya, Kang Pipik menekankan bahwa Batik Karawang perlu terus mendapatkan ruang untuk dikenal lebih luas. Salah satu langkah yang ia dorong adalah memperbanyak event yang dapat mempertemukan Batik Karawang dengan masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menempatkan kerja sama dengan industri, perusahaan, pariwisata dan perhotelan sebagai bagian dari upaya yang perlu digerakkan bersama agar pengembangan Batik Karawang tidak berjalan sendiri.
Di sisi lain, keterlibatan sahabat-sahabat disabilitas dari Kreasi Tuli memperlihatkan bahwa batik juga dapat menjadi ruang kreativitas dan pemberdayaan yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Bagi Kang Pipik, setiap karya memiliki proses panjang yang dimulai dari desain, pemilihan warna, membatik hingga menjahit. Karena itu, apresiasi terhadap batik tidak hanya berhenti pada hasil akhir, tetapi juga diberikan kepada proses dan orang-orang yang berada di balik lahirnya sebuah karya.
Semangat tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa Batik Karawang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai ikon budaya dan karya kreatif daerah, dengan membuka ruang event yang lebih luas, memperkuat dukungan pemerintah, serta menggerakkan kolaborasi bersama industri, perusahaan, pariwisata dan perhotelan.
Dengan talenta muda, pelaku UMKM dan kreativitas berbagai komunitas yang terus tumbuh, Batik Karawang diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah dan identitas daerah, tetapi juga mampu membawa nama Karawang semakin dikenal melalui karya-karya yang lahir dari daerah dan berkembang menuju ruang yang lebih luas.
