Breakthenewsbangsa | Sapa Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | Apakabaribukota | “Ekraf Melangkah Tumbuh Berkarya Penuh” JAKARTA — Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026. Dalam ajang tersebut, Forum Ekraf Karawang memperkenalkan diri sebagai intellectual property (IP) baru di bawah naungan ICCN Jawa Barat, sekaligus menampilkan inovasi ekonomi sirkular yang mulai menembus pasar internasional melalui produk Karrasi19.
Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, menegaskan bahwa keikutsertaan Karawang dalam agenda nasional tersebut merupakan bagian dari komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk berdaya saing global.
“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi, seraya menempatkan inovasi berbasis potensi lokal sebagai salah satu kekuatan strategis Karawang dalam merespons tantangan ekonomi dan lingkungan.
Salah satu produk yang mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah Karrasi19, inovasi asal Karawang yang mengolah limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Inisiatif ini telah dikembangkan sejak 29 Juni 2020 sebagai upaya mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Produk Karrasi19 menarik perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area display bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari. Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.
Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, yang mendampingi inovator Karrasi19, Supriadi, mengungkapkan bahwa produk tersebut kini memiliki 31 stock keeping unit (SKU) yang telah lolos kurasi dan berhasil melakukan ekspor perdana ke Nigeria.
“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” ungkap Asep, menegaskan arti strategis capaian Karrasi19 dalam membuktikan bahwa inovasi daerah memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar internasional.
Tak hanya Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Langkah ini membuka peluang perluasan pasar sekaligus memperlihatkan potensi ekonomi sirkular dalam menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah industri.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa inovasi yang bertumpu pada potensi lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif dengan prospek pasar internasional. Lebih dari sekadar menghasilkan nilai komersial, pendekatan ini juga membuka ruang bagi pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah.
Inovator Karrasi19, Supriadi, turut memberikan penegasan mengenai kapasitasnya dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan merupakan pengurus ICCN, melainkan hadir melalui Karrasi19, produk inovasi ekonomi sirkular yang menjadi bagian dari pengembangan potensi kreatif Jawa Barat.
“Saya bukan pengurus ICCN, Mas. Karrasi19 mengangkat produk sirkular bagian dari Jawa Barat,” ungkap Supriadi, sekaligus memperjelas bahwa kontribusinya dalam forum tersebut bertumpu pada karya dan inovasi produk yang dikembangkan melalui pemanfaatan limbah industri.
Penegasan Supriadi memberikan perspektif penting bahwa kontribusi pelaku ekonomi kreatif dalam jejaring nasional tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan struktural dalam organisasi, tetapi juga melalui karya nyata yang mampu merepresentasikan potensi daerah.
Dalam konteks tersebut, Karrasi19 menjadi salah satu upaya mengangkat inovasi ekonomi sirkular asal Karawang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Jawa Barat. Pengolahan limbah industri menjadi produk bernilai tambah menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat direspons melalui kreativitas, inovasi, dan pendekatan usaha yang berkelanjutan.
Kehadiran Karrasi19 dalam ajang nasional tersebut sekaligus membuka ruang untuk memperkenalkan potensi inovasi daerah kepada jejaring kreatif, pemerintah, perguruan tinggi, serta calon mitra pasar yang lebih luas.
Pengembangan Karrasi19 juga diarahkan melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam penguatan inovasi, desain, dan riset pasar.
Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong pengembangan produk agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar dan tren desain global.
Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19 dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang pengembangan riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing inovasi ekonomi sirkular Karawang.
Sinergi antara komunitas kreatif, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar inovasi lokal tidak berhenti pada tahap penciptaan produk, tetapi berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Rencana kolaborasi dengan ITB juga menjadi peluang strategis untuk mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan dukungan keilmuan, riset, dan pengembangan desain. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas produk sekaligus meningkatkan kesiapan Karrasi19 dalam menghadapi persaingan pasar global.
Di sisi lain, dukungan Kemenekraf terkait rekomendasi untuk mempermudah akses bahan baku limbah industri berpotensi menjadi langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan produksi. Akses bahan baku yang lebih baik dapat membantu para perajin mengembangkan kapasitas usaha sekaligus menjaga kesinambungan inovasi berbasis ekonomi sirkular.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.

Indonesia Creative Connect 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan ini diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.
Cakupan jejaring tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional. Melalui pertukaran gagasan, penguatan jejaring, dan pengembangan potensi unggulan, daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk serta memperluas akses terhadap pasar dan mitra strategis.
Partisipasi Forum Ekraf Karawang menjadi bagian dari gerakan penguatan ekonomi kreatif nasional tersebut. Melalui pengembangan IP lokal, inovasi produk, kolaborasi lintas sektor, dan perluasan akses pasar, Karawang berupaya memperkuat perannya dalam ekosistem kreatif Indonesia.
Dukungan ICCN Jawa Barat, Kemenekraf, ITB, serta jejaring agregator diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk kreatif lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar internasional.
Bagi Forum Ekraf Karawang, capaian Karrasi19 menjadi gambaran bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah industri.
Ke depan, penguatan inovasi, riset, kualitas produk, akses bahan baku, dan kolaborasi strategis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak produk unggulan Karawang yang mampu bersaing di pasar global.
Melalui langkah tersebut, Forum Ekraf Karawang menempatkan inovasi lokal sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi daerah, membangun produk yang berangkat dari potensi setempat, dikembangkan melalui kolaborasi, serta diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dan menembus pasar internasional.
Karrasi19 menjadi salah satu gambaran bahwa kreativitas daerah dapat melampaui batas wilayah ketika didukung inovasi, jejaring, dan orientasi pasar yang tepat. Dari pengolahan limbah industri di Karawang hingga ekspor ke Nigeria dan penjajakan pasar di sejumlah negara lainnya, produk ini membawa pesan bahwa ekonomi sirkular dapat menjadi jalan untuk mempertemukan kepentingan lingkungan dengan peluang pertumbuhan ekonomi kreatif.
