Breakthenews | Berita Kabarya Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “BergerakBhakti KA” KARAWANG — Keinginan sederhana seorang anak berusia dua tahun menjelang khitanan menghadirkan cerita humanis dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. M. Rayan Ardiansyah memiliki satu keinginan khusus, yakni ingin diantar atau menaiki mobil Damkar.
Dalam wawancara kepada media, M. Sofiyan dari Damkar Rengasdengklok menguraikan bahwa permohonan tersebut bermula ketika orang tua M. Rayan Ardiansyah menghubungi Pemadam Sektor Rengasdengklok untuk menyampaikan keinginan sang anak menjelang pelaksanaan khitanan.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Bapak Sendi selaku orang tua Rayan. Sang anak diketahui berusia dua tahun dan berdomisili di Dusun Sasak RT 10/03, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Menguraikan awal mula permohonan tersebut kepada jurnalis, M. Sofiyan menyampaikan bahwa pihak keluarga datang dengan sebuah permintaan sederhana, yakni agar Rayan dapat diantar atau menaiki mobil Damkar sebagai bagian dari keinginannya menjelang khitanan.
“Jadi awal mula, orang tua dari M. Rayan Ardiansyah menghubungi pemadam sektor Rengasdengklok. Meminta permohonan bahwa anaknya ingin disunat dengan alasan pengen diantar/naik mobil Damkar,” sampainya M. Sofiyan saat memaparkan awal mula permohonan tersebut kepada media.
Permintaan tersebut memperlihatkan kepolosan seorang anak yang memiliki ketertarikan terhadap kendaraan pemadam kebakaran. Bagi Rayan, mobil Damkar menjadi sesuatu yang istimewa dan ingin dirasakan secara langsung dalam momentum khitanannya.
M. Sofiyan kemudian menegaskan identitas pihak yang menyampaikan permohonan tersebut.
“Atas nama Bapak Sendi,” terang Sofiyan, menjelaskan bahwa permohonan tersebut disampaikan oleh orang tua M. Rayan Ardiansyah kepada Damkar Sektor Rengasdengklok.
Adapun anak yang menjadi bagian dari permohonan tersebut adalah M. Rayan Ardiansyah, berusia dua tahun, dengan alamat Dusun Sasak RT 10/03, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Kisah tersebut menghadirkan sisi lain dari keberadaan petugas Damkar di tengah masyarakat. Di balik tugas utama yang identik dengan pemadaman kebakaran, penyelamatan, dan penanganan kondisi darurat, terdapat pula ruang kemanusiaan ketika petugas bersentuhan langsung dengan harapan sederhana masyarakat.
Bagi seorang anak berusia dua tahun, keinginan menaiki mobil Damkar bukan sekadar perjalanan menggunakan kendaraan dinas. Momentum tersebut dapat menjadi pengalaman yang membekas dalam ingatan Rayan, terlebih hadir bertepatan dengan salah satu tahapan penting dalam masa kecilnya, yakni khitanan.
Di wilayah Pangkal Perjuangan Karawang, cerita tersebut sekaligus menggambarkan kedekatan pelayanan publik dengan masyarakat. Sebuah kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk menjalankan tugas penyelamatan kemanusiaan justru menjadi bagian dari kebahagiaan seorang anak-anak penerus bangsa Indonesia di bumi Pangkal Perjuangan Karawang.
“Dalam pesan nasionalnya, Jenderal Presiden H.Prabowo Subianto selalu mengingatkan agar pemerintah dan instansi seperti Damkar dan BPBD tidak boleh mengorbankan masa depan generasi penerus. Beliau selalu memotivasi anak-anak Indonesia agar tidak berkecil hati dan terus belajar untuk membangun bangsa.
“Menyelamatkan masa depan bangsa dimulai dengan menjaga keselamatan anak-anak kita hari ini. Edukasi mereka dengan kebaikan, dekap mereka dengan rasa aman, karena di tangan merekalah Indonesia emas akan berdiri tegak.”
