Saat Pelayanan Kesehatan Tak Lagi Menunggu Pasien: Dari Pangkal Perjuangan Karawang, RSUD Jatisari Meneguhkan Keselamatan, Kepedulian, dan Harapan Baru bagi Masyarakat

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “Bhakti Peduli Merawat Pertiwi” Berdampak Untuk Rakyat” KARAWANG – Di sebuah daerah yang dikenal sebagai Pangkal Perjuangan, makna perjuangan hari ini tidak lagi hanya dikenang dalam sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui keberanian membangun pelayanan publik yang lebih dekat dengan rakyat. Ketika setiap detik dapat menentukan keselamatan seseorang, pelayanan kesehatan dituntut tidak lagi sekadar menunggu pasien datang, melainkan mampu hadir lebih cepat, lebih responsif, dan lebih manusiawi. Semangat inilah yang menjadi arah transformasi pelayanan kesehatan di RSUD Jatisari Kabupaten Karawang melalui penguatan sistem pelayanan berbasis keselamatan pasien dan kebutuhan nyata masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Pengelola Darah (UPD) serta peluncuran Layanan MESRA (Melayani Sampai Rumah Anda) pada Rabu, 29 Juli 2026. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang H. Maslani yang hadir mewakili Bupati Karawang, didampingi Direktur RSUD Jatisari dr. Hj. Anisah, dan dirangkaikan dengan kegiatan Gebyar PATEN di Kecamatan Jatisari.

Prosesi peresmian diawali dengan pengguntingan pita sebagai tanda resmi beroperasinya Gedung Unit Pengelola Darah RSUD Jatisari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Karawang.

Dalam sesi wawancara daring eksklusif, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Jatisari Kabupaten Karawang, dr. H. Deddy Ferry Rachmat S., MKM, menegaskan bahwa kehadiran Unit Pengelola Darah merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kegawatdaruratan dan pelayanan rujukan.

“Peresmian Unit Pengelola Darah RSUD Jatisari merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan, khususnya pelayanan kegawatdaruratan dan pelayanan rujukan. Ketersediaan darah yang cepat, aman, dan berkualitas sangat menentukan keberhasilan penanganan pasien, terutama pada kasus perdarahan, kecelakaan, operasi-operasi besar, ibu yang melahirkan dengan risiko komplikasi perdarahan, pasien talasemia, maupun pasien dengan penyakit kronis lainnya,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran UPD akan mempercepat proses pemenuhan kebutuhan darah secara terintegrasi sehingga waktu tunggu pasien dapat ditekan secara signifikan.

“Dengan hadirnya UPD, proses pemenuhan kebutuhan darah menjadi jauh lebih cepat dan terintegrasi. Ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif bagi masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya wilayah Jatisari dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain memperkuat pelayanan transfusi darah, RSUD Jatisari juga meluncurkan inovasi Layanan MESRA (Melayani Sampai Rumah Anda) sebagai bentuk transformasi pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurut dr. Deddy, filosofi MESRA lahir dari keyakinan bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus mengharuskan masyarakat datang ke rumah sakit.

“Filosofi MESRA adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam kondisi tertentu, justru rumah sakitlah yang harus hadir mendekat kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa layanan tersebut diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, pasien dengan keterbatasan mobilitas, hingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan home care.

“Melalui MESRA, kami ingin memastikan kesinambungan pelayanan kepada pasien sekaligus mengurangi hambatan akses terhadap pelayanan kesehatan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan bermartabat,” tambahnya.

Terkait keberlangsungan operasional UPD, dr. Deddy mengungkapkan bahwa RSUD Jatisari telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga ketersediaan darah.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan PMI dan jejaring pelayanan darah lainnya, penyelenggaraan kegiatan donor darah secara berkala bersama instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas pendonor darah di wilayah Karawang.

Selain itu, seluruh proses pengelolaan darah akan dilaksanakan sesuai standar mutu dan keamanan, mulai dari penyimpanan, distribusi, hingga pemantauan kualitas darah sebelum diberikan kepada pasien.

“Dengan sistem pengelolaan yang baik, kami berharap ketersediaan darah tetap terjaga sehingga pelayanan kepada pasien yang membutuhkan transfusi darah tidak mengalami hambatan,” katanya.

Lebih jauh, dr. Deddy menegaskan bahwa setiap inovasi di RSUD Jatisari lahir dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program seremonial.

“Seluruh inovasi yang kami hadirkan berawal dari identifikasi kebutuhan masyarakat, evaluasi pelayanan yang telah berjalan, masukan dari pasien, media sosial, hingga survei kepuasan masyarakat. Setelah inovasi diterapkan, kami melakukan monitoring, evaluasi, audit mutu, serta menetapkan indikator kinerja secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, RSUD Jatisari juga membuka ruang partisipasi publik melalui Humas, kanal media sosial resmi, survei kepuasan, serta mekanisme pengelolaan pengaduan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan pelayanan secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin inovasi berhenti pada peluncuran yang bersifat seremonial. Seluruh program akan terus dievaluasi, disempurnakan, dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Menutup wawancara, dr. Deddy menegaskan bahwa peresmian Unit Pengelola Darah dan peluncuran Layanan MESRA merupakan bagian dari transformasi besar RSUD Jatisari menuju rumah sakit yang semakin profesional, kuat, dan dekat dengan masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, berkualitas, berkeadilan, dan berpusat pada kebutuhan pasien. Kami berharap dukungan seluruh masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak untuk bersama-sama membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin kuat demi mewujudkan Karawang yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat Kabupaten Karawang untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan donor darah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

“Setetes darah yang kita donor dapat menjadi harapan bahkan penyelamat nyawa bagi mereka yang membutuhkan. Donor darah adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat mulia. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. RSUD Jatisari akan terus meningkatkan mutu pelayanan yang profesional, cepat, aman, serta berorientasi pada keselamatan pasien,” Tutupnya mengakhiri di sesi wawancara eksklusinya,”(31/7/2026).

Transformasi yang dilakukan RSUD Jatisari melalui Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA menjadi penanda bahwa pelayanan kesehatan modern tidak lagi hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga pada kecepatan respons, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan pelayanan hingga menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Dari Pangkal Perjuangan Karawang, ikhtiar tersebut menjadi harapan baru bagi terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, transformasi tersebut berpijak pada filosofi pengabdian.

“Dokter Rakyat Bersama Rakyat, Menguatkan Ketahanan Kesehatan dan Keselamatan bagi Kemanusiaan yang Adil dan Sejahtera.” Filosofi ini menjadi cerminan komitmen RSUD Jatisari untuk terus membangun pelayanan kesehatan yang inklusif, humanis, berkeadilan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat sebagai fondasi mewujudkan Karawang yang sehat, tangguh, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!