Kang Azam Petani Muda Asal Kabupaten Karawang: Tanam Buah Melon Dan Cengek Dari Awal Penanaman Hingga Penen”

Share

Kabar Petani – suaraindonesiatv.com.
Kang Azam Salah Seorang Petani Sekaligus Penanam Tumbuhan Buah Melon Yang Telah Berhasil Dalam Uji Coba Hasil Dari Penanam buah melon itu tersebut.

Seperti yang di katakan oleh kang azam, salah seorang penanaman pohon buah melon yang awal nya hanya iseng-iseng saja untuk menanam pohon buah melon tersebut, lalu kemudian tumbuhan melon nya nampak terlihat berbuahkan hasil yang sangat cukup memadai dari pertumbuhan yakni penumbuhan nya.

“Buah melon ini memang sangat perlu ketelitian yakni dari cara perawatan yang baik, karna kalau untuk memperkuat tanaman buah melon itu sendiri sangatlah rawan bagi datangnya hama-hama kecil/jamur, entah siang maupun malam kapan saja hama itu memakan daun-daun di bagian tangkai nya, bisa sajah daun itu tak sehat dan perlu juga waktu yang sangat rutin setiap hari nya untuk dipagkas dibagian tangkai daun buah melon.

Panen hasil dari melon yang di tanam oleh kang azam mencapai total 8jt dari 180 tangkai buah melon yang di tanam di Episode pertama, jika dari total hasil panen tersebut dijual dengan keseluruhan ya” namun hasil itu tersebut tak di jual semuanya, di karnakan ada sebagian yang di cicipi kepada masyarakat sekitar serta keluarga nya sendiri untuk mencoba rasa buah melon nya” ujarnya saat ditemui di lokasi rumah kediaman adiknya, diperumahan Kapling Gemanis Guro 3. Senin” 27/1/2025).

Iapun tak hanya menanam pohon buah melon sajah, ada juga cabe/cengek yang di tanam di atas rumah oleh nya itu, walaupun jumlah tangkai nya gak banyak akan tetapi masih dapat dihasilkan dari proses nya,” menurut nya pohon cengek ini masih blm 100% bagus karna ada keterlambatan dari saat menyiram, Ya, bisa dimaklumi, mungkin perlu ada orang yang bisa merawat pohon-pohon yang ditanam ini” katanya.

Sempat ditanyakan mengenai dampak pohon cengek bila mengalami daun-daun yang kriting,” kata dia” 1.Proses nya itu harus benar-benar dipastikan dari penyiramanya yang rutin Kalo ada yang daun-daun nya mulai layu segera cek kesesuaian media tanah nya.

Adapun sudah banyak yang meng’informasikan oleh beberapa laporan dari awak media mengenai isu kenaikan harga bahan baku seperti cengek,” memang untuk saat ini masih banyak yang mengeluh soal kenaikan harga bahan pangan khususnya cengek ini, tentu jelas kenapa pemasok cengek itu berkurang” mungkin karna panen nya gak semaksimal biasanya, bisa jadi karna faktor cuaca ataupun cara perawatan nya,” Adapun yang awalnya sekitar harga cengek itu di jual per/kg nya mencapai 130/kg, Tapi sekarang sudah turun menjadi 75/kg” ungkapnya.

Tapi jangan mudah menyerah dan berhenti menjadi seorang Petani, karena pertani kita itu harus lebih ditingkatkan lagi pengetahuannya yang belum di serap pemaparan nya oleh petugas-petugas dari dipemerintahan kita,” memang kalo diliat program nya sudah bagus meningkatkan ketahanan pangan nasional, tapi kenapa masih ada yang blm mengerti dari berbagai kalangan masyarakat di daerah khususnya di Kabupaten Karawang”

Ya semoga sajah ada petani-petani Milenial yang bisa membantu meringankan beban para petani kita agar lebih baik lagi jika ingin mewujudkan kesejahteraan ketahanan pangan nasional republik indonesia seperti apa yang sudah dijelaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam gagasan nya pada waktu itu,” katanya.

“Kalau jadi petani itu memang sangat khawatir nya ketika dimusim penghujan ataupun gagal pemanenan, tapi jangan mudah menyerah kita itu harus optimis ajah dari berbagai ujian itu, kita harus yakin ajah kuncinya, dan meningkatkan lagi cara perawatan nya terhadap kondisi tumbuhan nya, karena kalo kita merawat nya itu dengan keikhlasan ataupun caranya bagus, dan tanaman itupun akan tumbuh seperti apa yang kita harapkan, Selain itu juga, kita itu menghadapi nya dengan tentara Allah, jadi kita pun juga harus bisa menghadapi nya, walaupun binatang itu bisa muncul kapanpun dan dimanapun ia akan memakan daun-daun atau tumbuhan itu sendiri walaupun bisa dibilang tak kasat mata, Tapi harus optimis dan terus berusaha” mungkin saat ini petani di pedesaan itu harus lebih diperhatikan dalam Upaya penyelamatan daya pengetahuan serta sosialisasi yang baik dan serta ilmu yang bermanfaat dari pemerintah daerah kabupaten maupun nasional, agar petani kita tak takut lagi dengan adanya kegagalan panen hasil nya.” Ujarnya.

Saya hanya orang biasa-biasa ajah gak terlalu lebih tau dan mengetahui atau memahami itu tapi setidaknya kita mempunyai ilmu pengetahuan bisa bermanfaat bagi orang banyak, terutama dibidang pertanian tanaman apapun bentuk nya, dan harapannya dengan hadirnya petani-petani Milenial yang sekarang sudah dilakukan oleh kementerian pertanian kementan yaitu Andi Amran sulaiman, bisa dapat terbantu oleh para petani muda ini, dan dapat berkolaborasi bersama dengan yang sudah sepuh/orangtua” pungkasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Pernah menyampaikan begini” kata dia, masyarakat ataupun petani muda,” menurutnya, adalah untuk bisa menggunakan teknologi modern dan berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian.

Berikut pesan Andi Amran Sulaiman bagi petani muda:

Petani muda memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.Petani muda harus diberi kesempatan untuk belajar dan berkarya.

Petani muda harus menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan pendapatan, Petani muda harus mampu menghasilkan keuntungan yang jelas.Untuk mewujudkan pesan-pesan tersebut, Andi Amran Sulaiman telah melakukan beberapa langkah, di antaranya:

Menghibahkan alat mesin pertanian (alsintan) modern kepada petani muda.Membentuk Brigade Pangan di beberapa daerah untuk mengelola dan mengawal percepatan swasembada pangan.

Menginisiasi pertanian modern dengan menggunakan bibit unggul dan pompanisasi, Menyesuaikan pendekatan pertanian dengan minat petani milenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!