Peringatan Pekan ASI Sedunia 2026 di Sukabumi Perkuat Komitmen Pencegahan Stunting, Kang Pipik Taufik Ismail: ASI Eksklusif Adalah Investasi Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas

Share

Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar |
SUKABUMI – Momentum Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) 1–7 Agustus 2026 dimanfaatkan sebagai penguatan komitmen bersama dalam mendorong pemberian ASI eksklusif sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Mengusung tema global “Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works”, DPP PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari ASI Internasional bertema “ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu” di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan, di antaranya Sri Rahayu, Wuryanti Sukamdani, Sadarestuwati, dan Mercy Barends. Turut hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Once Mekel, Yulius, Krisdayanti, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan Prof. (HC) Dr. dr. Ribka Tjiptaning, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Kang Ono Surono, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kang Pipik Taufik Ismail, bersama berbagai elemen masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kang Pipik Taufik Ismail menjelaskan bahwa dipilihnya Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi penyelenggaraan peringatan Hari ASI Sedunia didasarkan pada kondisi daerah tersebut yang masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting.

“Terima kasih kepada rekan-rekan pers. Saya menghadiri kegiatan peringatan Hari ASI Sedunia di Kabupaten Sukabumi karena daerah ini masih masuk dalam lima besar kabupaten dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Berbeda dengan Kota Sukabumi yang kondisinya relatif lebih baik, Kabupaten Sukabumi masih membutuhkan perhatian dan intervensi yang lebih serius. Oleh karena itu, DPW PDI Perjuangan Jawa Barat bersama DPP PDI Perjuangan memandang perlu menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi penyelenggaraan Hari ASI Sedunia yang dihadiri berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Kang Pipik.

Menurutnya, tema global Pekan ASI Sedunia memiliki makna strategis karena menegaskan bahwa pemberian ASI merupakan awal kehidupan yang berkelanjutan sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa.

“Tema global Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works mengandung makna bahwa menyusui merupakan awal kehidupan yang berkelanjutan dan harus terus diperkuat melalui berbagai praktik yang telah terbukti berhasil. Kita harus membudayakan agar setiap bayi yang baru lahir segera mendapatkan ASI dari ibunya. Hal ini sangat penting karena ASI merupakan fondasi utama bagi kesehatan, pertumbuhan, kecerdasan, daya tahan tubuh, serta kualitas generasi di masa depan. Budaya menyusui harus terus diperkuat agar menjadi bagian dari kesadaran bersama masyarakat,” katanya.

Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kang Pipik menegaskan bahwa persoalan stunting menjadi salah satu perhatian utama yang terus diperjuangkannya melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi masyarakat.

“Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, saya memberikan perhatian yang sangat besar terhadap persoalan stunting. Bersama Fraksi PDI Perjuangan, kami secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir maupun daerah-daerah yang masih memerlukan perhatian lebih. Dalam setiap kesempatan, kami selalu mengangkat isu pencegahan stunting sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan program ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada peran seorang ibu, tetapi memerlukan dukungan seluruh pihak melalui penguatan program-program pendamping.

“Ke depan, program-program pendukung pemberian ASI eksklusif harus semakin diperkuat dan diperluas. Edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga sehingga kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif terus meningkat. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, keluarga, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh kepada para ibu menyusui agar mereka mampu memberikan ASI eksklusif secara optimal kepada bayinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Pipik menegaskan bahwa stunting bukan hanya menjadi persoalan daerah, tetapi merupakan tantangan nasional yang memerlukan keberpihakan kebijakan secara nyata.

“Saya memandang bahwa stunting bukan hanya menjadi persoalan Provinsi Jawa Barat ataupun Kabupaten Sukabumi, melainkan telah menjadi pekerjaan besar bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh program yang berkaitan dengan pencegahan stunting harus benar-benar menjadi prioritas pembangunan nasional. Kami juga mendorong agar pemerintah pusat terus memperkuat dukungan kebijakan, termasuk peningkatan anggaran kesehatan, penguatan layanan Posyandu, pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi yang baru lahir sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting sejak dini,” tegasnya.

Menurut Kang Pipik, pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan, sehingga setiap kebijakan pembangunan harus memberikan prioritas terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Pencegahan stunting tidak boleh dimulai ketika anak telah memasuki usia sekolah, tetapi harus dimulai sejak bayi lahir, bahkan sejak masa kehamilan. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah harus memberikan prioritas kepada perlindungan kesehatan ibu dan anak sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Mengakhiri keterangannya, Kang Pipik mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari ASI Sedunia sebagai gerakan bersama dalam membangun budaya menyusui sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

“Momentum Hari ASI Sedunia ini menjadi saat yang sangat tepat untuk mengajak seluruh elemen bangsa agar bersama-sama memperkuat komitmen dalam mencegah stunting melalui penguatan budaya ASI eksklusif. Mari kita fokus memberikan perhatian kepada ibu menyusui dan anak-anak sejak awal kehidupan, karena dari sanalah lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkualitas, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Peringatan Pekan ASI Sedunia 2026 di Kabupaten Sukabumi menjadi bukti bahwa isu kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat budaya pemberian ASI eksklusif sebagai langkah nyata menciptakan generasi yang lebih sehat, menurunkan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!