“Dari Pelukan Orang Tua hingga Panggung Wisuda: Naufal Rodiyatul Ma’ula Resmi Sandang Gelar S.H. Di Universitas UBP Karawang ”

Share

Berita Kabar Update Mahasiswa Hukum, suaraindonesiatv.com.nasional — Karawang 22 November 2025. |
Tangis bahagia pecah di ruangan yang saat itu di gelar nya sidang terbuka Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, saat para orang tua memeluk erat putra-putri mereka yang resmi diwisuda.

Di antara ratusan toga yang berbaris rapi, terdapat satu kisah yang begitu menyentuh, kisah perjalanan Naufal Rodiyatul Maula, yang kini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H).
Bagi Naufal, wisuda bukanlah akhir, melainkan jawaban atas doa panjang dari kedua orang tua yang selama ini menjadi sumber semangatnya.

Setelah menempuh perjalanan panjang di Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, saya, Naufal Rodiyatul Maula, S.H, akhirnya sampai pada momen besar wisuda.

Perjalanan ini bukan hanya soal kuliah dan tugas, tetapi tentang menanam masa depan untuk bangsa dan membahagiakan orang tua yang selalu menjadi alasan utama saya berjuang.

“Setiap mata kuliah, setiap tugas, dan setiap perjalanan saya di kampus selalu saya jalani dengan satu tujuan, membanggakan kedua orang tua,” ucap Naufal dengan mata berkaca-kaca saat ditemui usai prosesi wisuda. Dalam sesi Wawancara nya, pada hari Sabtu” (22/11/2025).

Perjalanan Akademik yang Mengasah Karakter.

Naufal memilih Fakultas Hukum UBP Karawang karena pola pengajarannya yang proporsional serta mampu melatih mahasiswa untuk menganalisis studi kasus secara mendalam.

Meski awalnya lebih condong pada hukum pidana, ia memutuskan mengambil konsentrasi hukum perdata guna memperluas sudut pandangnya dan memperkuat kemampuan teknis di kedua bidang.

“Model belajar di UBP itu kuat sekali dalam analisis. Itu membuat saya makin paham bahwa hukum bukan hanya pasal, tapi cara berpikir,” ungkapnya.

Ia juga menyadari bahwa praktik persidangan di dunia nyata memiliki dinamika yang berbeda.

Meski begitu, alur dan strukturnya tetap sama, sehingga pengalaman lapangan semakin memperkuat persiapannya sebagai calon praktisi hukum.

Terima Kasih untuk Mentor dan Bimbingan Skripsi nya.

Naufal tak lupa untuk menyampaikan rasa bangganya dan serta ucapan terima kasih teruntuk guru/atau dosen pembimbingnya, yaitu Dr. Yuniar Rahmatiar, S.H., M.H, yang telah membimbingnya hingga detik-detik terakhir sebelum wisuda.

“Beliau adalah sosok mentor yang luar biasa. Saya tidak akan sampai ke titik ini tanpa bimbingan beliau,” tuturnya.

Aktif Berorganisasi: Membentuk Jiwa Sosial dan Kepemimpinan

Selama kuliah, Naufal aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang membentuk pola pikir kritis dan kepedulian sosialnya.

Ia juga menjabat sebagai anggota legislatif BEM Divisi SDM, sebuah posisi yang mengasah keterampilannya dalam manajemen organisasi dan kepemimpinan.

Pengalaman Magang dan Keahlian Legal Drafting.

Dalam perjalanannya sebagai mahasiswa hukum, Naufal menjalani magang di kantor hukum dan terlibat dalam berbagai tugas seperti legal drafting, menganalisis kasus, hingga penyusunan dokumen hukum dalam penyelesaian perkara.

Kemampuannya dalam legal drafting semakin matang, mulai dari penyusunan surat somasi, perjanjian sederhana, hingga argumentasi hukum sesuai standar praktik dan peraturan perundang-undangan.

Skripsi yang ia susun mengangkat kasus pagar laut, sebuah isu yang ramai diperbincangkan beberapa tahun terakhir dan hingga kini belum selesai.

Topik ini ia pilih karena kompleksitas persoalan dan kepentingannya bagi masyarakat.

Rencana Setelah Wisuda: Menjadi Advokat Hingga Bangun Usaha

Naufal berencana melanjutkan pendidikan profesi advokat di PERADI sebagai langkah awal meniti karier profesionalnya.

Ia ingin memperdalam dua bidang hukum yang ia minati, yaitu pidana dan perdata, terutama yang bersifat lebih spesifik dan teknis.

“Jangka pendeknya saya ingin menjadi advokat. Untuk jangka panjang, mungkin membuka peluang bisnis yang efisien dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya Naufal.

Ia menilai proses kuliahnya berjalan sekitar 70 persen maksimal, mengingat masa awal perkuliahannya berlangsung pada era pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas belajar tatap muka.

Motivasi untuk Mahasiswa Hukum dan Harapan ke Depan:

Sebagai pesan untuk adik-adik mahasiswa hukum lainnya, Naufal menyampaikan motivasi yang mendalam:

“Orang berpendidikan bukanlah yang paling pintar, tetapi yang paling mau terus berkembang.

Jadilah sukses untuk orang tua, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menyayangi.

Setelah lulus, jangan lupa tegakkan keadilan, karena masyarakat membutuhkan jasa dan pikiran kita.”

Di akhir perbincangan, Naufal menyampaikan harapannya setelah menjalani wisuda gelombang 11.

“Harapan saya ke depan adalah membuktikan secara nyata bahwa ilmu yang saya pelajari dapat membantu menyelesaikan masalah hukum masyarakat dengan mengedepankan prinsip keadilan.” pesannya penuh makna tersebut di sesi akhir perjalanannya selama menjadi mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Naufal juga menyampaikan pesan khusus untuk adik-adik mahasiswa hukum yang masih menempuh pendidikan di UBP Karawang. Pesan itu ia sampaikan dengan nada rendah hati dan penuh ketulusan.

“Tetap terus belajar, belajar, dan belajar. Jangan pernah merasa punya segalanya, tetaplah menjadi orang yang sederhana dan selalu membantu sesama,” ujar Naufal.

Ia juga mengingatkan agar setiap mahasiswa tidak mudah goyah oleh komentar negatif di sekeliling mereka.

“Jangan menyerah untuk terus berproses. Jangan dengarkan orang yang suka mengejek kita. Tapi inget… urang ulah kitu ka batur (kita jangan begitu kepada orang lain). Buktikan melalui hasil bahwa kita bisa,” pesan dari ibunda nya saat itu mengingatinya.

Pesan tersebut ternyata bukan hanya nasihat pribadi, tetapi juga warisan kata-kata dari ibunya yang selalu menemani perjalanannya sejak berproses semasa menempuh pendidikan akademik nya.

“Tugas mamah mah ngan ukur ngadoa… sareng doa pasti aya waktuna dikabulkeun,” demikian pesan ibunya yang selalu ia ingat.

Pada momen wisuda itu, Naufal mengaku sempat menahan haru ketika mengingat kembali doa yang selama ini menguatkannya. Dalam hati ia membatin:

“Ternyata doa orang tua benar-benar dikabulkan…”

Dengan semangat dan dedikasi yang ia miliki, perjalanan Naufal Rodiyatul Maula sebagai generasi muda dalam penegak hukum baru saja dimulai. Bangsa ini menunggu kontribusi nyata darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!