Aktivisme Rakyat Yoga Muhammad Pertanyakan Keras Wacana Masa Jabatan DPR 10 Tahun: “Ini Pelecehan Akal Sehat Rakyat” Perpanjang Jabatan 10 Tahun? Anda Rakus Kekuasaan!”

Share

Berita Update Kabar Bangsa — suaraindonesiatv.com | Nasional, KARAWANG 21 November 2025 — Aktivis muda Karawang, Yoga Muhammad Ilham Samudra, melontarkan kritik tajam terhadap anggota DPR RI dari Partai NasDem, Muslim Ayubi, yang mewacanakan perpanjangan masa jabatan anggota legislatif menjadi 10 tahun. Menurut Yoga, gagasan tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga menggambarkan sikap politik yang rakus dan jauh dari nilai-nilai demokrasi.

“Serius? Masa jabatan 10 tahun? Ini bukan usulan, ini pelecehan terhadap akal sehat rakyat. Wacana seperti ini muncul bukan karena kepentingan bangsa, tetapi karena kecemasan kehilangan kursi,” ujarnya dengan nada tegas pada Jumat, 21 November 2025. Saat berdialog bersama jurnalis.

Yoga menilai alasan biaya politik yang tinggi sebagai dalih perpanjangan masa jabatan merupakan argumen yang tidak masuk akal.

“Kalau biaya politik itu jadi alasan, ya sistemnya yang diperbaiki. Bukan malah memperpanjang kekuasaan. Demokrasi bukan toko investasi tempat politisi berharap modal kembali. Ini mandat rakyat, bukan bisnis privat,” tambahnya.

Ia menegaskan wacana perpanjangan masa jabatan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi, yaitu pembatasan kekuasaan dan evaluasi berkala oleh rakyat.

“Menjadikan masa jabatan legislatif 10 tahun sama saja menghapus mekanisme evaluasi rakyat. Ini mental feodal. Indonesia bukan kerajaan dan DPR bukan keluarga bangsawan terkecuali anda dari pihak keturunan asing itu patut di Pertanyakan kembali.”

Yoga juga menyinggung rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap DPR. Menurutnya, usulan seperti ini justru memperlebar jurang antara rakyat dan wakilnya.

“Bukan fokus meningkatkan kinerja atau memperbaiki regulasi, mereka malah mencari cara agar tetap nyaman di kursi dengan gaji dan fasilitas lengkap. Ini ironi. Bahkan memalukan.”

Ia menambahkan bahwa jabatan politik seharusnya dipahami sebagai amanah, bukan sarana untuk memperpanjang kenikmatan kekuasaan.

“Politik bukan tempat berleha-leha. Kalau mau nyaman dan tenang 10 tahun, silakan buka usaha kebab, bukan duduk di kursi parlemen,” sindirnya.

Yoga mendesak agar wacana tersebut segera dihentikan dan meminta saudara Muslim Ayubi untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat di Republik Indonesia ini.

“Di tengah rakyat sedang berjuang menghadapi kenaikan harga, angka penguraian pengangguran, dan ketidakpastian ekonomi, ini malah muncul usulan perpanjangan masa jabatan. Ini bukan sekadar tidak sensitif, ini namanya tidak tahu diri.”

Ia menegaskan masyarakat sipil, termasuk mahasiswa dan aktivis daerah, tidak akan tinggal diam.

“Kalau wacana ini dipaksakan maju, percayalah: jalanan akan kembali menjadi ruang sekolah politik. Dan nama-nama yang bermain api akan kami ingat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!