“Dalam Bahagia Resepsi Ahmad Oi Potret dan Bunga di Hari Lebaran 1447 H, Terpatri Rindu Abadi untuk KH. Emay Ahmad Maehi: Silaturahmi, Doa, dan Jejak Nilai yang Tak Pernah Usai”

Share

Kabar Daerah | suaraindonesiatv.com | KARAWANG — Di hari kemenangan, ketika kebahagiaan terpatri dalam senyum dan jabat tangan, silaturahmi menjadi ruang suci yang mempertemukan kembali rasa.

Namun di balik itu, hadir pula rindu yang tak terucap, tentang sosok guru yang telah menanamkan nilai kehidupan, lalu berpulang dengan meninggalkan jejak yang abadi dalam hati.

Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada 1 April 2026 menjadi momen istimewa dalam mempererat tali silaturahmi antar keluarga, sahabat, dan komunitas. Kehangatan tersebut terasa dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Desa Kosambibatu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.

Kebersamaan ini semakin bermakna karena bertepatan dengan resepsi pernikahan pasangan Ahmad dan Bunga, yang tengah berbahagia menapaki awal kehidupan rumah tangga mereka. Resepsi tersebut digelar di kediaman mempelai wanita, Bunga, dengan suasana penuh kekeluargaan, kehangatan, dan nuansa khas Lebaran.

Di sela-sela resepsi, pertemuan berlanjut di kediaman tokoh muda Desa Kosambibatu, Kang Arih, tepatnya di sebuah pos gardu yang selama ini menjadi ruang berkumpul komunitas Oi Potret Kosambibatu.

Dalam suasana sederhana namun sarat makna, para hadirin terlibat dalam diskusi hangat, berbagi cerita, serta mengenang perjalanan hidup yang mempererat ikatan persaudaraan.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh dan seniman, di antaranya Kang Benny Luqman, musisi Karawang Toto Ya’o, seniman lukis Kang Jack Haris Bonandar, serta Aki Sena, anggota senior Oi dari Rengasdengklok.

Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya solidaritas dan kebersamaan lintas generasi dalam komunitas Oi.

Namun, di balik suasana bahagia, terselip nuansa haru yang mendalam. Pembina Oi Potret, Kang Arih Wibowo, menyampaikan ungkapan rindu kepada almarhum Bapak KH. Emay Ahmad Maehi, sosok guru dan panutan yang dihormati di kalangan Ormas Oi, umat beragama, serta masyarakat Kabupaten Karawang.

“Teman-teman semua, kita tahu bahwa hingga saat ini masih tersimpan kisah dan rindu kepada orang yang kita cintai, guru kita semua, Bapak KH. Emay Ahmad Maehi. Bagi saya, beliau adalah sosok tempat menimba ilmu, belajar, dan memahami arti kehidupan,” ungkap Kang Arih.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya bersama Ahmad sempat berkomunikasi untuk mengundang almarhum hadir dalam resepsi tersebut. Namun, kehendak Allah SWT berkata lain.

“Kami sudah berkomunikasi untuk mengundang beliau, namun Allah SWT lebih dahulu memanggil beliau. Beliau telah meninggalkan jejak sejarah perjalanan Oi di Karawang, khususnya di Oi Potret Kosambibatu,” tuturnya dengan penuh haru.

Suasana semakin menyentuh ketika lantunan tembang karya Iwan Fals yang dibawakan oleh musisi Karawang Toto Ya’o menggema di tengah kebersamaan. Syair lagu tersebut seakan menghadirkan kembali kenangan akan sosok almarhum yang bagi banyak anggota Oi bukan hanya guru, tetapi juga figur ayah.

Kang Arih menegaskan bahwa Ormas Oi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang pembelajaran kehidupan yang sarat nilai kebersamaan, kepedulian, serta spiritualitas. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang terus dijaga oleh generasi penerus.

Sebagai bentuk komitmen menjaga tali silaturahmi, Badan Pengurus Kelompok Oi Potret berencana menggelar kegiatan Halal Bihalal pada bulan Mei mendatang, sebagai ruang temu yang lebih luas untuk mempererat hubungan antar anggota dan masyarakat.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi fondasi penting dalam merawat kebersamaan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjaga warisan spiritual yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

Doa dan Pengharapan:

Berjamaah
Menyebut asma Alloh
Saling asah saling asih saling asuh

Berdoalah
Sambil berusaha
Agar hidup jadi tak sia sia.

Badan sehat Jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau
Hidup berkah penuh gairah
Mudah mudahan Alloh setuju.

Inilah lagu pujian
Nasehat Dan pengharapan
Dari hati yang pernah mati
Kini hidup kembali.

Inilah lagu pujian Nasehat
Dan pengharapan Dari hati yang pernah Mati Kini hidup kembali

Berjamaah Menyebut asma Alloh Saling asah saling asih saling asuh.

Berdoalah Sambil berusaha Agar hidup jadi tak sia sia Badan sehat Jiwa sehat Hanya itu yang kami mau Hidup berkah penuh gairah Mudah mudahan Alloh setuju” lantunan doa bersama-sama yang di sampaikan dengan penuh khidmat oleh Kang Arih saat itu di panggung sederhana resepsi pernikahan nya Ahmad & Bunga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!