Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar | “THeGenRe Kini MOTEKAR Untuk Negeri” KARAWANG — Masa depan Karawang tidak hanya bertumpu pada kekuatan industri dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesiapan generasi mudanya dalam merencanakan kehidupan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari dunia kerja dan kewirausahaan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Grand Final Apresiasi Duta GenRe dan PIK-R Kabupaten Karawang 2026, yang turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang. Bupati Karawang Aep Syaepuloh berhalangan hadir karena tengah menjalankan agenda ta’ziah Kediaman Istri dari Wabup Karawang H.Maslani, sehingga kehadirannya diwakili oleh Asda Kabupaten Karawang, Arief Bijaksana Maryugo.
Dalam momentum tersebut, hadir pula unsur Dinas P3A Kabupaten Karawang, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Forum GenRe Kabupaten Karawang, dewan juri, serta para finalis Duta GenRe dan PIK-R.
Di tengah momentum apresiasi generasi muda tersebut, WKU KADIN Kabupaten Karawang, Aziz Mathori, menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam membangun generasi muda yang berkarakter, produktif, mandiri, dan memiliki perencanaan masa depan.
Dalam penyampaiannya, Aziz Mathori terlebih dahulu menyampaikan penghormatan kepada seluruh unsur yang hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus mengungkapkan rasa syukur karena dapat berada di tengah para generasi muda Karawang.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat hadir di acara yang luar biasa ini,” ujar Aziz Mathori dalam penyampaiannya, kepada media.(17/9/2026).
Kehadiran dirinya di tengah para finalis Duta GenRe dan PIK-R, menurut Aziz, semakin menumbuhkan optimisme bahwa pembangunan Karawang tidak hanya berbicara mengenai kekuatan sektor industri, tetapi juga harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas generasi mudanya.
“Hadir di tengah adik-adik sekalian membuat saya optimis, bahwa Karawang tidak hanya kuat industrinya, tapi juga kuat generasi mudanya,” ungkapnya.
Aziz kemudian menegaskan bahwa KADIN melihat GenRe bukan sebagai program pembinaan remaja yang bersifat biasa atau sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, pembentukan generasi muda melalui nilai-nilai GenRe merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Bapak/Ibu sekalian, KADIN melihat GenRe ini bukan program biasa. Ini adalah investasi masa depan,” tegas Aziz.
Ia menilai keberanian seorang remaja untuk mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya merupakan bagian penting dari proses membangun generasi yang kelak mampu memikul tanggung jawab lebih besar.
Aziz secara khusus menyoroti pentingnya edukasi agar remaja mampu mengatakan tidak terhadap pernikahan dini, seks pranikah, dan NAPZA, sekaligus mampu mengatakan ya terhadap masa depan yang produktif melalui pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan, serta dunia kerja.
“Remaja yang hari ini mampu mengatakan ‘Tidak’ pada Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah, dan NAPZA, adalah remaja yang besok mampu mengatakan ‘Ya, saya siap jadi pengusaha, siap jadi pemimpin’,” tuturnya.
Menurut Aziz, terdapat satu prinsip yang mempertemukan dunia GenRe dengan dunia kewirausahaan, yakni pentingnya memiliki perencanaan.
“Karena rumus pengusaha dan rumus GenRe itu sama: harus berencana. Pengusaha sukses karena bisnisnya berencana. Remaja sukses karena hidupnya berencana,” jelas Aziz Mathori.
Berangkat dari pemikiran tersebut, KADIN Kabupaten Karawang menyatakan komitmennya untuk tidak berhenti pada dukungan moral, tetapi turut membuka ruang kolaborasi yang dapat memberikan pengalaman dan keterampilan nyata bagi generasi muda.
“Oleh karena itu, KADIN Kabupaten Karawang berkomitmen mendukung,” katanya.
“Pertama, kami membuka pintu magang dan pelatihan wirausaha bagi Duta GenRe terpilih di perusahaan-perusahaan anggota KADIN,” lanjutnya.
Selain membuka akses magang dan pelatihan kewirausahaan, KADIN juga mendorong terbentuknya hubungan yang lebih dekat antara PIK-R dengan dunia industri.
Gagasan tersebut dituangkan melalui konsep “PIK-R Goes to Industry”, sehingga para remaja dapat memperoleh kesempatan mengenal dunia industri sejak dini.
“Kedua, kami siap bersinergi dengan PIK-R untuk program ‘PIK-R Goes to Industry’, agar adik-adik mengenal dunia kerja sejak dini,” kata Aziz.
Bagi KADIN, pengenalan dunia industri sejak dini diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia kerja sekaligus membuka perspektif bahwa masa depan tidak hanya dibangun melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman, keterampilan, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi.
Di hadapan para finalis, Aziz juga menitipkan pesan agar momentum Grand Final tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi untuk memperoleh gelar juara.
“Untuk adik-adik finalis, pesan saya satu: jangan hanya ingin jadi juara di panggung ini, tapi jadilah juara di kehidupan nyata,” pesannya.
Aziz berharap para finalis mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, kampus, maupun media sosial.
“Jadilah contoh di sekolah, di kampus, di media sosial kalian,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil akhir kompetisi tidak seharusnya menghilangkan nilai perjuangan seluruh peserta yang telah sampai pada tahap Grand Final.
“Siapapun yang menang nanti, kalian semua adalah Duta terbaik Kabupaten Karawang,” tegas Aziz kepada seluruh finalis.
