Breakthenews | Kabar Negeri | suaraindonesiatv.com | ApakabarJabar |
KARAWANG — “Percayalah ASI itu nutrisi terbaik yang Allah kasih untuk bayi,” menjadi pesan kuat NRL, bidan asal Kabupaten Karawang, yang menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dapat menunggu setelah anak lahir.
Fondasinya harus dibangun sejak kesehatan ibu selama kehamilan, dilanjutkan dengan proses menyusui dan perlekatan yang benar, dukungan tenaga kesehatan serta keluarga, pemantauan kesehatan bayi, hingga pemberian MPASI yang tepat dan kaya protein.
Pandangan tersebut disampaikan NRL saat menanggapi perhatian Kang Pipik Taufik Ismail, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dalam wawancaranya pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum Hari ASI Sedunia 2026.
Proses Menyusui Menjadi Bagian Penting Pencegahan Stunting.
Ketika ditanya mengenai langkah awal yang perlu diperhatikan ibu dalam proses menyusui agar pemberian ASI dapat mendukung pencegahan stunting, NRL mengawali penjelasannya dengan menempatkan proses menyusui sebagai sesuatu yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi.
“Proses mengasihi itu proses yang ajaib.” ujar NRL.
Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai faktor yang berkaitan dengan stunting, NRL menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dilihat dari satu faktor saja.
“Stunting itu setahu aku karena beberapa faktor.” jelasnya.
Menurut NRL, berbagai faktor tersebut perlu dipahami secara menyeluruh agar langkah pencegahan tidak hanya berfokus pada satu aspek.
Ketika pertanyaan diarahkan pada faktor dalam proses menyusui, NRL secara tegas menyoroti pentingnya teknik dan perlekatan bayi.
“Stunting itu bisa dari faktor proses menyusui yang kurang benar, mulai dari perlekatan yang kurang betul akhirnya bayi menyusu tapi tidak maksimal.” ungkapnya.
Ia kemudian menambahkan faktor kesehatan yang juga harus diperhatikan.
“Lalu ada penyakit yang menyertai.” tambah NRL.
Menurutnya, bayi yang terlihat menyusu belum tentu memperoleh ASI secara maksimal apabila perlekatan dilakukan secara kurang tepat.
Karena itu, NRL menilai edukasi mengenai teknik menyusui tidak boleh dianggap sebagai persoalan tambahan. Ibu perlu mengetahui bagaimana proses menyusui yang benar agar bayi dapat memperoleh ASI secara maksimal.
Pada saat yang sama, kondisi kesehatan bayi harus tetap dipantau, terlebih apabila terdapat penyakit atau kondisi tertentu yang menyertai.
Ketika ditanya mengenai pemenuhan protein dan kapan perhatian terhadap asupan tersebut harus dimulai, NRL mengarahkan pembahasan pada masa kehamilan hingga pertumbuhan anak.
Menurutnya, kebutuhan gizi harus dilihat sebagai satu rangkaian yang tidak terputus antara kesehatan ibu, pertumbuhan janin, dan kondisi anak setelah lahir.
Ketika ditanya apakah kondisi ibu dapat berkaitan dengan potensi stunting pada anak di kemudian hari, NRL menjawab:
“Bisa jadi dari ibu yang kek ada kemungkinan potensi stunting di kemudian.” tuturnya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, termasuk dengan memperhatikan kesehatan ibu selama kehamilan.
Ketika wawancara memasuki fase MPASI, NRL ditanya mengenai kesalahan yang paling perlu diwaspadai orang tua agar pemenuhan gizi tidak justru menjadi titik lemah dalam pencegahan stunting.
Menjawab pertanyaan tersebut, NRL mengungkapkan masih terdapat pemahaman orang tua yang perlu diperbaiki.
“Masih banyak pemahaman ortu awal pemberian MPASI itu hanya makanan fortiv atau hanya satu jenis makanan saja seperti buah saja.” jelasnya.
Menurut NRL, pemberian MPASI tidak semestinya hanya mengandalkan satu jenis makanan.
“Padahal pemberian MPASI itu sudah disarankan dengan 4 bintang hanya untuk tekstur makanan disesuaikan dengan usia anak.” paparnya.
Ia menegaskan bahwa tekstur makanan harus disesuaikan dengan usia anak.
Ketika ditanya mengenai kebutuhan gizi yang perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan bayi, NRL memberikan penekanan pada protein.
“Perbanyak protein untuk pertumbuhan bayi.” tegasnya.
Menurut NRL, pemahaman orang tua mengenai MPASI perlu diperkuat agar pemberian makanan tidak sekadar membuat anak kenyang, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
Dalam sesi wawancara berikutnya, NRL ditanya mengenai apa yang harus diperkuat agar ibu menyusui tidak hanya memperoleh anjuran untuk memberikan ASI, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk menjalankan proses menyusui dengan benar.
Pertanyaan tersebut mencakup aspek edukasi, pendampingan tenaga kesehatan, maupun kesadaran keluarga.
NRL menegaskan bahwa seluruh unsur tersebut dibutuhkan.
“Semua unsur di atas sangat dibutuhkan untuk para ibu menyusui mulai dari edukasi pendampingan dan kunjungan lanjutan dr nakes.” jelasnya.
Ketika ditanya mengapa pendampingan tersebut begitu penting, terutama bagi ibu yang baru pertama kali menyusui, NRL menjawab:
“Krna menyusui itu bukan sesuatu yg mudah apalagi buat para ibu baru.”
Menurut NRL, ibu menyusui membutuhkan dukungan yang tidak berhenti pada penyampaian informasi.
Edukasi harus diikuti pendampingan dan kunjungan lanjutan tenaga kesehatan agar ibu mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan selama proses menyusui.
Pada bagian akhir wawancara, NRL diminta menyampaikan pesan kepada ibu dan keluarga agar pencegahan stunting benar-benar dimulai sejak kehamilan dan berlanjut setelah anak lahir.
Menjawab pertanyaan tersebut, NRL menegaskan pentingnya menjaga kehamilan.
“Kehamilan itu hal yg harus d jaga d apresiasi maka ibu hamil wajib memeriksa kan kehamilan nya secara rutin ke faskes dan nakes.” pesannya.
Ia juga mengingatkan:
“Minum vitamin secara rutin.”
Menurut NRL, pemeriksaan kehamilan secara rutin dan perhatian terhadap kesehatan ibu menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kesehatan anak sejak sebelum lahir.
“Percayalah ASI Itu Nutrisi Terbaik yang Allah Kasih”
Ketika diminta menyampaikan pesan khusus kepada para ibu menyusui dalam momentum Hari ASI Sedunia 2026, NRL menegaskan keyakinannya terhadap manfaat ASI.
“Percayalah ASI itu nutrisi terbaik yang Allah kasih untuk bayi.” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan semangat kepada para ibu yang sedang menjalani proses menyusui.
“Semangat untuk para ibu menyusui di seluruh dunia.”
