Kabar Karawang,- suaraindonesiatv.com.
Polres Karawang Mengamankan Sejumlah 65 premanisme yang berada di wilayah Kabupaten Karawang, dan kasus tersebut meliputi beberapa yakni diantaranya memalaki proyek rambu rambu-rambu lalu lintas, dan pemalakan uang parkir.
Menurut keterangan AKBP Fikri Novian saat ini masih dalam penyelidikan tindak lanjuti mengenai pengamanan tersebut, lalu diantaranya juga ada anggota dari ormas juga.
Memang untuk adanya penangkapan ini adalah bentuk peringatan atas menindaklanjuti adanya Penghambatan investasi ekonomi yang berada di Indonesia maupun di wilayah Kabupaten Karawang” ujarnya. Rabu 14/5/2025). Siang.
Di terangkan oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengungkapkan, pihaknya kegiatan tersebut merupakan hasil dari Operasi Pekat Lodaya dimulai sewaktu tanggal 1 hingga 10 Mei 2025.
Walapun masa operasi Pekat telah usai, jajaran Polres Karawang tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti segala upaya laporan dan aduan dari masyarakat terkait aksi premanisme yang mana meresahkan itu.
“Hasilnya kami amankan 65 orang hasil Polres Karawang dan polsek-polsek jajaran yang ada di wilayah hukum Polres Karawang,” kata Fiki saat konferensi pers di ruang apel Mapolres Karawang pada hari Rabu “(14/5/2025).
Fiki menyampaikan, 65 preman itu diringkus di sejumlah tempat kejadian perkara atau bisa sebut itu (TKP) di Karawang, salah satunya yakni ada di kawasan industri KIIC Karawang.Mereka ditangkap modusnya memaksa meminta uang rokok kepada pekerja proyek yang tengah memasang rambu-rambu lalu lintas pengerjaan proyek yang ada di dalam kawasan indsusri tersebut.
“Juga ada juru parkir liar di beberapa titik, mereka meminta uang parkir diluar batas yang biasanya Rp2ribu, atau bahkan hingga Rp 5 ribu, dan ini minta lebih,” beber Kapolres Karawang AKBP Fikri Novian.
Fiki menyebutkan, 65 orang ini akan dilakukan pemeriksaan mendalam terkait aksi premanisme yang dilakukannya.
Dalam Penyampaian Presiden Ke 8 H.Prabowo Subianto:
Saat menghadiri Peresmian Pembukaan Sidang ke-19 Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Members States (PUIC)” Rabu”14/5/2025) Jakarta gedung DPR RI.
Prabowo Subianto Menceritakan tentang kisah Umar bin Khattab semasa hidupnya yakni yang dikenal sebagai pemimpin yang adil. “Selama kepemimpinannya, beliau selalu memastikan bahwa hukum selalu ditegakkan dengan se-adil adilnya bagi semua orang” Ia membangun pemerintahan nya yang adil dan efisien, dan ia menyakini untuk memeriksa keadaan rakyat nya.
Dan iapun tidak rela melihat rakyat nya yaitu diperlakukan yang tidak adil, dan ia tidak segan-segan untuk menghukum jika ada aparatnya yang lalai dan yang tidak melindungi dan memerani rakyat nya” kata Prabowo Subianto dengan nada tegasnya Dalam Sidang ke-19 Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Members States (PUIC) di gedung DPR RI Saat Memberikan Sambutan Dialog Didepan Tamu-tamu Istimewa Dari berbagai Negara yang diundang oleh pemerintah Republik Indonesia.
