Breakthenewstandang | Sapa Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | 11″Tahun HSN Melangkah” | KARAWANG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang atas antusiasme dan dukungan nya dalam penyelenggaraan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Karawang.
Menurutnya, peringatan tahun ini menghadirkan momentum yang berbeda dan luar biasa, meskipun dikemas secara sederhana, dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang berlanjut melalui istigosah di Masjid Al-Jihad Karawang hingga agenda gerak jalan bersama PCNU Karawang pada November mendatang.
Dalam press conference di halaman Plaza Pemkab Singaperbangsa pada pagi hari, seusai pelaksanaan apel sederhana Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2026, Kamis (22/10/2026), Kemenag H. Sopian menilai kesederhanaan penyelenggaraan tidak mengurangi makna peringatan. Sebaliknya, momentum tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap kehidupan beragama serta penguatan nilai-nilai kepesantrenan di tengah masyarakat.
Mengapresiasi kesungguhan pemerintah daerah dalam merawat kehidupan keagamaan, Sopian mengungkapkan kebanggaannya terhadap pelaksanaan Hari Santri Nasional tahun ini. Ia menilai penyelenggaraan tersebut memiliki makna tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama melalui keterlibatan berbagai unsur dalam membangun suasana peringatan yang sederhana, tetapi sarat nilai kebersamaan.
“Pada momentum hari ini mungkin sangat berbeda dan sangat luar biasa. Oleh karena itu, saya sangat merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Sederhana, tetapi sangat luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Sopian dalam keterangannya kepada pers.
Menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, Sopian memaparkan bahwa rangkaian kegiatan keagamaan masih berlanjut setelah apel. Agenda berikutnya adalah akan ada istighâtsah di Masjid Al-Jihad Karawang, yang menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memperkuat doa, kebersamaan, dan nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan Hari Santri tidak hanya terpusat pada satu agenda. Bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang, kegiatan lanjutan berupa gerak jalan direncanakan berlangsung pada November mendatang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri.
“Yang kedua, setelah ini kita ada istigosah di Masjid Al-Jihad Karawang. Kemudian, yang terakhir nanti disatukan pada bulan November, bekerja sama dengan NU PCNU Karawang, ada gerak jalan dalam rangka Hari Santri ini. Jadi, kegiatan-kegiatan ini bukan hanya ini saja, bahkan sebelum-sebelumnya juga sudah ada kegiatan,” jelasnya, memetakan kesinambungan agenda Hari Santri yang melibatkan unsur keagamaan dan masyarakat.
Menarik garis apresiasi pada kolaborasi pemerintah dan elemen keagamaan, Sopian kembali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang yang dinilainya menunjukkan antusiasme dalam mendukung penyelenggaraan Hari Santri Nasional. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, kalangan pesantren, dan masyarakat.
“Jadi, sekali lagi, saya berterima kasih sekali dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang yang betul-betul antusias dalam penyelenggaraan Hari Santri ini,” tegas Sopian, menempatkan dukungan pemerintah daerah sebagai salah satu unsur penting dalam keberlangsungan kegiatan tersebut.
Lebih jauh, Sopian menyoroti perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap urusan agama dan keagamaan. Ia menilai dukungan tersebut perlu terus dipelihara melalui kegiatan yang tidak hanya memperkuat peringatan keagamaan secara terbuka, tetapi juga menumbuhkan nilai spiritual di lingkungan pemerintahan.
Menggarisbawahi pentingnya menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam ruang pelayanan publik, Sopian menyinggung upaya merangkul para santri dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam momentum Hari Santri. Ia berharap semangat membaca dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat tumbuh di lingkungan kerja para pemimpin OPD, sehingga kehidupan birokrasi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga dilandasi nilai moral dan spiritual.
Pesan tersebut memperluas makna Hari Santri dari sekadar peringatan yang berlangsung di ruang publik menjadi dorongan untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam keseharian, termasuk di lingkungan pemerintahan. Semangat Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan memiliki arti strategis untuk menjaga kerukunan serta memperkuat karakter masyarakat. Pemerintah daerah dapat menghadirkan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara pesantren, santri, dan organisasi keagamaan turut berperan dalam membangun kehidupan sosial yang berlandaskan nilai moral, persaudaraan, dan semangat kebangsaan.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Karawang tahun ini pun memperlihatkan adanya kesinambungan antara apel peringatan, kegiatan istigosah, serta agenda gerak jalan yang direncanakan bersama PCNU Karawang pada November. Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan lintas unsur.
Kehadiran Dr. H. Sopian dalam peringatan Hari Santri dan Karawang Bersholawat di Masjid Agung Karawang pada Rabu malam (21/10/2026) juga menghadirkan potret kedekatan dengan masyarakat. Saat berjalan menuju panggung utama VIP, ia menyempatkan diri menyapa masyarakat dan para santri yang hadir.
Interaksi tersebut menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam kegiatan keagamaan yang mempertemukan unsur pemerintah, kalangan pesantren, dan masyarakat. Sapaan langsung kepada warga menghadirkan sisi humanis dari momentum Hari Santri, ketika ruang keagamaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk merawat hubungan sosial dan persaudaraan.
