AZIZ MATHORI TEGASKAN SANTRI HARUS JADI KEKUATAN EKONOMI: KADIN KARAWANG DORONG SANTRIPRENEUR, AKSES RANTAI PASOK INDUSTRI, DAN KOLABORASI MENUJU INDONESIA EMAS 2045, Mari kita Kuatkan Negeri Ini Dari Karawang,!

Share

Breakthenewstandang | Sapa Nusa Negeri | suaraindonesiatv.com | 11″Tahun HSN Melangkah” | KARAWANG — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri bukan hanya sebagai penjaga nilai keagamaan dan karakter bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat, pelaku kewirausahaan, serta bagian dari pembangunan industri daerah.

Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang, Aziz Mathori, menegaskan bahwa kekuatan pesantren dan potensi industri Karawang perlu dipertemukan melalui kolaborasi konkret agar santri turut memperoleh kesempatan dalam pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pernyataannya pada Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Aziz mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” sebagai pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan perpaduan antara karakter, integritas, kompetensi, dan kemandirian ekonomi.

“Tema ini sangat fundamental. Jika kita ingin Indonesia Emas 2045, maka fondasinya harus dikuatkan oleh santri. Karawang ini adalah daerah industri, tapi jangan lupa, Karawang juga adalah daerah santri. Dua kekuatan ini harus bersatu, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegas Aziz dalam konferensi pers di halaman Plaza Pemkab Singaperbangsa Karawang, Kamis pagi (22/10/2026).

Menurut Aziz, keberadaan kawasan industri dan pesantren di Kabupaten Karawang merupakan dua potensi besar yang perlu dikembangkan secara beriringan. Dunia pesantren memiliki kekuatan dalam membangun karakter, kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian sosial, sedangkan sektor industri menyediakan peluang usaha, kebutuhan rantai pasok, serta ruang pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.

Ia menekankan bahwa santri harus memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.

Aziz menguraikan tiga pilar utama yang menurutnya dapat memperkuat kontribusi santri bagi pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Karawang.

Di tengah pesatnya industrialisasi, nilai kejujuran, integritas, kedisiplinan, dan etos kerja menjadi modal penting dalam membangun dunia usaha yang sehat. Menurut Aziz, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menjunjung tinggi tanggung jawab moral.

Ia memandang karakter tersebut relevan dengan kebutuhan dunia usaha yang memerlukan sumber daya manusia berintegritas dan dapat dipercaya.

Aziz menyoroti potensi ekonomi pesantren di Karawang yang dapat dikembangkan melalui sektor agribisnis, kuliner halal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Menurut data dan pandangan yang disampaikan Aziz, terdapat lebih dari 150 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang memiliki potensi ekonomi. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dipetakan dan dikembangkan agar produk pesantren memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan dunia industri.

Ia menggarisbawahi bahwa penguatan ekonomi pesantren tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi perlu disertai pendampingan, standardisasi produk, akses pembiayaan, dan pembukaan jaringan pemasaran.

Aziz juga menempatkan pesantren sebagai bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat pendidikan, pesantren dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, penguatan solidaritas, serta upaya menjaga kerukunan di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, ketahanan sosial merupakan unsur penting dalam pembangunan daerah karena pertumbuhan ekonomi perlu berjalan bersama dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

Sebagai tindak lanjut dari momentum Hari Santri Nasional, Aziz menyampaikan tiga program yang ingin didorong KADIN Kabupaten Karawang untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan membuka peluang lebih luas bagi santri.

Program ini diarahkan untuk mendampingi 100 UMKM berbasis pesantren agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk, serta memperluas akses pasar.

Pendampingan direncanakan mencakup pengurusan sertifikasi halal, perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), serta peluang pemasaran melalui e-katalog KADIN.

Aziz menekankan bahwa peningkatan kelas UMKM pesantren membutuhkan proses berkelanjutan, mulai dari penguatan kemampuan produksi hingga kesiapan memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar yang lebih luas.

Program ini diarahkan untuk membuka akses produk-produk pesantren, seperti beras, telur, sayuran, katering, dan konveksi, agar berpeluang menjadi pemasok bagi perusahaan dan kawasan industri di Karawang serta sekitarnya.

Melalui gagasan tersebut, produk pesantren diharapkan tidak hanya beredar di lingkungan internal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui kemitraan usaha.

Aziz menilai, penghubung antara pesantren dan kebutuhan industri perlu dibangun secara terukur dengan memperhatikan kualitas produk, kesinambungan pasokan, harga, keamanan pangan jika relevan, serta persyaratan pengadaan dari perusahaan.

Program ini dirancang melalui kerja sama dengan pengusaha anggota KADIN untuk memberikan pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan pengenalan ekspor kepada santri tingkat akhir.

Aziz memandang keterampilan tersebut penting agar santri memiliki pilihan lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan, baik dengan membangun usaha sendiri, mengembangkan usaha keluarga, maupun memasuki dunia kerja sesuai kompetensi.

Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri harus dibarengi dengan pembinaan dan akses terhadap jejaring usaha sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi nyata.

Dalam pernyataan yang menjadi penekanan utama, Aziz menegaskan bahwa hubungan antara pesantren dan industri harus bergerak melampaui kegiatan seremonial. Santri dan pelaku usaha pesantren perlu memperoleh kesempatan untuk menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berkembang di Karawang.

“Kami di KADIN tidak ingin santri hanya diundang untuk berdoa saat peresmian pabrik. Kami ingin santri ikut memiliki pabrik, ikut menjadi pemasok, dan ikut menikmati hasil dari industrialisasi Karawang. Itulah makna Health is the New Wealth, ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang inklusif dan berkah,” tegas Aziz. menyoroti perlunya perubahan pendekatan agar masyarakat tidak sekadar menyaksikan pertumbuhan industri, tetapi turut memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan berkembang di dalamnya.

“Selamat Hari Santri 2026. Mari kita kuatkan negeri ini dari Karawang. Santri Kuat, Karawang Maju, Indonesia Emas,” seru Aziz Mathori, menitipkan pesan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan santri yang kokoh dalam karakter, mandiri dalam ekonomi, serta siap berkolaborasi menghadapi tantangan zaman.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, melalui pesan yang disampaikan Aziz Mathori, menghadirkan penegasan bahwa kekuatan pesantren dan perkembangan industri tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua dunia yang terpisah. Keduanya dapat saling menguatkan apabila dibangun melalui kemitraan yang terbuka, kesempatan yang adil, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!