Di Hari Raya Idul Fitri, Duka Menguatkan Ukhuwah: Siti Hamimah S.H., M.H. Sampaikan Ketegaran, Menteri ATR/BPN Turut Mendoakan Almarhum Kang Emay Sosok nya masih melekat di hati umat beragama,!

Share

Berita Update | Kabar Jabar | suaraindonesiatv.com | Duka Mendalam | Anak Bangsa | KARAWANG — Di tengah suasana Hari Raya Idul Fitri 2026 (1 Syawal 1447 H) yang sarat makna kemenangan dan kebersamaan, duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Emay Ahmad Maehi, S.Ag., S.H., M.Pd.I. Layatan berlangsung di kediaman kantor Yayasan Bani Putra Hayati Pondok Pesantren Bani Ali, Kecamatan Rengasdengklok, Desa Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026).

Kehadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, S.S., M.Si., yang tiba pada pukul 19.15 WIB menjadi wujud empati dan penghormatan negara kepada tokoh umat yang telah mengabdikan hidupnya bagi masyarakat dan nilai-nilai keislaman.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, hadir lebih awal menjelang waktu Maghrib untuk menyampaikan doa dan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga.

Kunjungan Menteri didampingi oleh Ketua PCNU Kabupaten Karawang, Deden Permana, S.Pd., beserta jajaran pengurus lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan pengawalan dari Banser Karawang.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, Nusron Wahid bersama Deden Permana turut memanjatkan doa secara langsung untuk almarhum, memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa tersebut menjadi simbol ketulusan, penghormatan, serta kedekatan antara pemimpin negara dan ulama dalam bingkai nilai-nilai keislaman.

Photo Dok.istimewa jajaran kementerian dan tokoh agama dalam layatan pada malam itu, di pimpin doa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, S.S., M.,si, Minggu 22/3/2026″

Para tokoh agama, santri, dan masyarakat yang hadir tampak larut dalam doa bersama. Sosok Emay Ahmad Maehi dikenal sebagai figur yang istiqomah dalam dakwah, memiliki dedikasi tinggi dalam kehidupan sosial, serta dikenal luas sebagai tokoh yang menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, perwakilan keluarga, Dr. Siti Hamimah, S.H., M.H. yang akrab disapa Teh Mim, saat diwawancarai jurnalis pada Senin 23/3/), di seusai prosesi pemakaman selesai, ia menyampaikan keterangan terkait kondisi almarhum kang Emay sebelum wafat atau di kebumikan dan meninggalkan orang-orang yang tidak lupa akan kehadiran nya semasa hidupnya, dan bahkan kepergian nya pun seperti tak menyangka di kalangan masyarakat kerabat teman-teman dekat nya atas kepergian sosok kakaknya Teh Mim.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima keluarga, almarhum sebelumnya mengalami keluhan sesak napas.

“Memang sebelumnya ada sedikit sesak napas. Saat kondisi memburuk, keluarga langsung membawa beliau ke rumah sakit.

Namun saat itu belum tertangani secara maksimal, hingga akhirnya ketika dibawa ke RS Rengasdengklok, kakak kami sudah tidak ada,” ungkapnya dengan nada haru, mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kepergian sosok kakaknya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan doa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nusron Wahid, Ketua PCNU Kabupaten Karawang Kang Deden Permana, Pemerintah Kabupaten Karawang, serta seluruh kerabat dan tamu undangan yang telah menyempatkan hadir pada malam 22 Maret 2026.

Haturnuhun atas kehadiran dan doa yang diberikan, semoga semuanya senantiasa diberikan kesehatan,” tuturnya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir memberikan doa nya dimalam itu.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang mengenal almarhum.

“Kami mewakili keluarga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Dan apabila ada hal yang berkaitan seperti utang piutang, mohon dapat disampaikan kepada keluarga. Terima kasih atas doa dan kehadirannya,” pungkasnya. Teh mimah”.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa di hari kemenangan sekalipun, manusia tetap dihadapkan pada hakikat kehidupan, bahwa setiap yang bernyawa akan kembali kepada Sang Pencipta.

Silaturahmi dalam suasana duka ini menegaskan pentingnya nilai empati, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran ulama dan umara dalam satu ruang doa menjadi simbol kuatnya persatuan dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan penuh keberkahan.

Menurut catatan publikasi akademik, Dr. Siti Hamimah, S.H., M.H. yakni merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang memiliki keahlian di bidang Hukum Tata Negara dan Ilmu Perundang-undangan.

Ia juga telah meraih gelar Doktor Ilmu Hukum pada tahun 2025 serta aktif dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah terkait dinamika hukum dan ketatanegaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!