Kecurangan hingga Jual beli kursi di PPDB. Disdikpora karawang jangan sampai melakukan hal yang sama!.

Share

Karawang,-suaraindonesiatv.com.
Yoga Muhammad Ilham Samudra, Presiden Mahasiswa Unsika Merespon postingan isntagram ketua komisi X DPRD Jawa Barat syaiful hooda bahwasannya masih banyak kecurangan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru

“ini bukan kasus baru tapi mulai dari saya duduk dibangku SMP sudah ada kecurangan seperti ini mulai dari jual beli kursi, manipulasi zonasi, hingga bagi-bagi jatah untuk untuk pemangku kebijakan atau relasi kuasa.”

“Terkait kasus ini menurut saya, selain dari pada mengevaluasi disdikpora, komisi X DPRD Jabar Juga harus bisa melakukan pengawasan secara masif, evalusi secara tepat, dan terukur agar tidak terjadi praktik KKN diranah pendidikan secara terus menurus” ujar Yoga Muhammad Ilham Samudra.

Yoga memeliki kekhawatiran jika hal ini terus dilakukan program wajib belajar selama 12 tahun untuk masyarakat Indonesia tidak akan terimpelmentasikan dengan baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Kemendikbud juga harus bersikap secara tegas terhadap hal ini, dan oknum-oknum yang melakukan hal tersebut jika mereka terus dipelihara saya rasa pendidikan di Indonesia terus carut-marut seperti ini dan bisa menghambat pengembang sumber daya manusia itu sendiri” tambah Yoga.

Yoga juga memberikan ultimatum terhadap disdikpora di Karawang apabila hal ini terjadi dikarawang dan saya menemukan ini secara langsung, kami tidak akan berdiam diri kamilah yang akan menjadi garda terdepan untuk melawan ke dzaliman ini.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Deputi Kajian Dan Aksi Strategis BEM Unsika, Tri Prasetio Putra Mumpuni, iya menyatakan bahwa kasus jual beli kursi sudah mendarah daging di dalam birokrasi pendidikan indonesia, dan ia mengatakan bahwa Pengawasan Terhadap hal tersebut gagal total karna yang mengawasi pun bermain. Ia mengatakan bahwa indonesia tak butuh orang pintar tapi butuh orang jujur.

“Saya rasa kasus jual beli kursi sudah menjadi rahasia umum, dan mendarah daging dalam birokrasi pendidikan, pengawasan yang di lakukan oleh berbagai lembaga gagal total dan harus di evalusi. Indonesia tak butuh orang pintar tapi butuh orang jujur.”pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!